PEMBAHASAN
1. Tekhnik Membaca dan Memahami Lebih Cepat
A. Permasalahan dalam membaca dan memahami lebih cepat
a. Pemahaman.
b. Penguasaan kosakata.
c. Konsentrasi.
d. Motivasi.
e. Menentukan Inti/Gagasan Utama.
f. Rendahnya Kecepatan membaca.
g. Gerak bibir/vokalisasi.
h. Posisi membaca/kondisi membaca.
A. Solusi dalam mengatasi masalah membaca dan memahami lebih cepat.
a. Permasalahan Kurangnya pemahaman.
a) Mencatat tulisan yang dianggap perlu dalam sebuah buku atau informasi lainnya.
b) Tidak cukup membaca hanya satu kali, setidaknya membaca dua / tiga kali supanya cepat di pahami dalam bacaan tersebut.
Teori menurut D.Frey (2002 ) “Dalam lima Prinsif atau hukum dasar yang harus di pahami berkaitan dengan cara kerja memori yaitu:Hukum Pengulangan (Low Of Refition) yaitu semakin sering kita mengulang-ulang apa yang kita ingat atau kita alami,maka akan semakin tersimpan dalam ingatan jangka panjang “.
c) Membaca secara mendalam dari bacaan tersebut.
b. Kurang menguasai kosa-kata
a) Mencari arti kosa-kata yang tidak mengerti lalu dicatat.
Menurut Dawson dalam Tarigan ( 1987:46 ) menyatakan bahwa langkah-langkah dalam memahami adalah salah satunya mencari dan mecatat fakta-fakta penting “.
b) Menghapalkan kosa-kata yang belum di pahami.
c. Kurangnya konsentrasi ketika membaca.
a) Usahakan membaca dalam keadaan tenang.
b) Jangan membaca sambil tiduran.
c) Tumbuhkan minat membaca dalam diri.
d) Jangan memikirkan hal-hal yang tidak penting.
d. Motivasi belajar yang kurang.
a) Harus mempunyai keinginan yang kuat dari diri.
b) Luangkan waktu untuk membaca.
c) Menulis dengan tema yang menarik.
e. Sulitnya menentukan Inti / Gagasan Utama.
a) Jangan terlalu fokus pada isi.
b) Harus di pahami ide pokok bacaan tersebut.
Menurut Rini Wahyuningsih dalam modul bahasa Indonesia ( 2012:149) “dalam menentukan gagasan utama apabila sebuah faragraf mempunyai kesimpulan (baik diawal maupun diakhir) maka gagasan utama dan kalimat utama selalu bersama dalam kalimat kesimpulan tersebut”
c) Baca judul dan sub judul dari sebuah bacaan.
d) Membaca dengan konsentrasi dalam bacaan tersebut.
f. Rendahnya Kecepatan membaca.
a) Harus melatih koordinasi mata Kita dan jangan membaca perkara.
g. Kebiasaan membaca dengan menggerakan bibir atau bersuara dengan suara yang nyaring.
a) Dalam gerak bibir itu tergantung pada diri Kita sendiri karena setiap orang berbeda – beda. Janganlah ketika membaca suaranya nyaring.
b) Hitung kecepatan membaca dengan rumus.
Jumlah kata yang dibaca X 60
Jumlah detik
Menurut Rini Wahyuningsih dalam modul Bahasa Indonesia ( 2012:149 ) Menyatakan bahwa “untuk mengukur kecepatan membaca permenit adalah Kpm = Q x 60 T
Q = Jumlah kata T= waktu dalam detik 60= satuan menit ( 60 detik)”
h. membaca yang salah atau kondisi yang tidak mendukung.
a) Membaca jangan di tempat yang ramai.
b) Biasakan membaca di ruangan atau tempat dengan pencahayaan yang baik.
Menurut De Potter (2009) “Langkah-langkah khusus dalam meningkatkan kemampuan mengingat salah satunya harus duduk diruangan dengan pencahayaan yang baik ketika membaca
c) Membaca jangan sambil tidura.
2. KETERAMPILAN MENYIMAK
A. Pengertian
Menurut Tangen 1983 : “ Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian,pemahaman,apresiasi serta interpretasi untuk memperoleh informasi menangkap isi serta memahami makna komunikasi yang tidak di sampaikan oleh si pembicara melalui urutan atau bahasa lisan”.Kegiatan menyimak mencakup mendengar, mendengarkan, dan disertai usaha memahami bahasa simakan.
B. Permasalahan Dalam Menyimak
a. Konsentrasi
b. Pendengaran.
c. Pemahaman.
d. Cepat lupa/Daya Ingat.
e. Motivasi.
f. Situasi dan Kondisi.
g. Bahasa / Kosa-Kata.
h. Jenis Menyimak.
C. Solusi Dalam Menyimak.
a. Permasalahan konsentrasi yang lemah.
a) Perlu latihan dengan sifat yang kritis
Menurut Tarigan ( 1987:40 )“menyimak kritis adalah sejenis kegiatan menyimak untuk mencari kesalahan atau kekeliruan bahkan juga butir-butir yang baik dan benar dari ujaran seorang pembicara, dengan alasan-alasan yang kuat yang dapat diterima oleh akal sehat”.
b) Menjaga pemikiran Kita.
c) Penyimak harus memiliki motivasi yang tinggi.
b. Permasalahan pendengaran yang sering terganggu
a) Perlu melakukan Menyimak secara kreatif.
Menurut Dawson dalam Tarigan ( 1987:46 ) menyatakan bahwa“Menyimak kreatif (creative listening ) merupakan kegiatan menyimak yang dapat mengakibatkan kesenangan rekonstruksi imajinatif para penyimak terhadap bunyi, penglihatan, gerakan, serta perasaan-perasaan yang menggabarkan keindahan yang dirangsang oleh apa-apa yang disimaknya”.
b) Melatih mendengarkan terhadap bunyi.
c. Permasalahan sulitnya memahami isi bacaan.
a) Dengarkan pembahasan dengan penuh apresiasi.
Menurut Anderson dalam Tarigan (1987:28) “menyatakan bahwa menyimak sebagai proses mendengarkan , mengenal serta menginterpretasikan lambang-lambang lisan .Menyimak bermakna mendengarkan dengan penuh pemahaman dan apresiasi”.
b) Mencatat hal-hal yang penting.
c) Kondisi harus siap ketika sedang menyimak.
d. Permasalahan cepat lupa.
a) Belajar memahami suatu bahasan simakan sendiri.
Menurut tarigan ( 1987: 35-36 ) “Menyimak adalah suatu kegiatan mengenai hal-hal yang lebih umum dan lebih bebas terhadap suatu ujaran tidak perlu memerlukan bimbingan dari seorang guru”.
b) Mencatat hal-hal yang penting ketika menyimak.
c) Mencatat kosa-kata.
e. Permasalahan Motivasi yang kurang.
a) Perlu melakukan Menyimak eksploratif.
Menurut Tarigan ( 1987:46 ) Menyatakan bahwa “ Menyimak Eksploratif ( Exploratory Listening ) adalah jenis kegiatan menyimak intensif dengan maksud dan tujuan menyelidiki sesuatu lebih terarah dan lebih sempit”.Dalam menyimak seperti ini sang penyimak menyiagakan perhatiannya untuk menjalani serta menemukan hal-hal yang menarik sehingga motivasi untuk belajar lebih meningkat.
Menurut Tarigan ( 1987:103 ) motivasi merupakan salah satu butir penentu keberhasilan seseorang, kalau motivasi kuat untuk mengerjakan sesuatu maka dapat diharapkan orang itu akan berhasil mencapai tujuan”.
b) Membiasakan mendengarkan informasi.
c) Mempunyai motivasi yang tinggi dalam menyimak.
f. Permasalahan Situasi dan kondisi yang tidak mendukung.
a) Mempunyai ketenangan dalam ruangan.
b) Perlu melakukan kegiatan menyimak Interogatif.
Menurut Tarigan ( 1987:48 ) menyatakan bahwa “Menyimak Interogatif adalah sejenis kegiatan menyimak intensif yang menuntut lebih banyak konsentrasi dan seleksi, pemusatan perhatian dan pemilihan butir-butir dari ujaran sang pembicara, karena sang penyimak akan mengajukan banyak pertanyaan”.
c) Kondisi dengan keadaan sehat baik mental.
g. Permasalahan Bahasa dan kosa-kata yang kurang .
a) Memperbanyaklah membaca.
b) Belajar memperbanyak pembendaharaan kata dengan bimbingan seorang guru.
Menurut Tarigan ( 1987:40 ) menyatakan bahwa “ dalam menyimak diarahkan pada suatu kegiatan yang jauh lebih diawasi,dikontrol terhadap suatu hal tertentu dengan bimbingan seorang guru “.
h. Permasalahannya kurang mengetahui Jenis-jenis menyimak.
a) Memperhatikan judul.
b) Mencatat kata kunci.
c) Mencatat ide-ide pokok.
d) Uraikan dalam bentuk.
3. KETERAMPILAN BERBICARA
A. Faktor Penghambat Dalam Berbicara :
a. Kepercayaan Diri/Psikologis.
b. Pengetahuan.
c. Penyampaian.
d. Tokoh/Materi.
e. Penguasaan Materi.
f. Situasi dan Kondisi.
g. Penampilan.
h. Diksi/Penguasaan Bahasa.
B. Solusi dalam Mengatasi Permasalahan Berbicara.
a. Permasalahan Kepercayaan diri yang kurang.
a) Berpikir positif.
Menurut Tarigan ( 1987:100 ) menyebutkan bahwa Faktor Psikologis mencakup masalah Prasangka dan kurangnya simpati terhadap sesuatu hal dengan aneka sebab dan alasan, keegosentrisan dan keasyikan terhadap minat pribadi dan masalah pribadi, kepicikan yang menyebabkan pandangan yang kurang luas,kebosanan dan kejenuhan yang menyebabkan kurangnya perhatian sama sekali pada pokok pembicaraan, sikap yang tidak layak terhadap sekolah, terhadap guru, terhadap pokok pembicaraan, atau terhadap sang pembicara”.
b) Jangan takut dan selalu Fokus.
c) Ikut dalam berorganisasi dan berkumpul.
d) Melatih berbicara di depan kaca..
b. Permasalahan Pengetahuan yang minim.
a) Mengetahui pengetahuan yang berkembang sesuai dengan perubahan zaman.
b) Perbanyak Informasi.
Menurut Tarigan ( 1987:107 ) menyatakan bahwa “ banyak berjalan banyak dilihat, banyak disimak banyak diserap banyak pengetahuan”.
c) Belajarlah dengan teratur.
d) Memperbanyak membaca pengetahuan.
c. Permasalahan dalam penyampaikan berbicara dengan baik.
a) Ekspresikan materi dengan mimik yang baik.
b) Mempersiapkan materi yang akan di bicarakan.
c) Penyampaiannya harus berbicara dengan efektif.
Menurut Agung (2006), pada dasarnya seorang pembicara baik laki-laki maupun perempuan yang handal adalah seseorang yang ketika ia berbicara, baik dalam komunikasi formal maupun informal, memiliki daya tarik yang rhetoris (mempesona) dengan isi pembicaraan yang efektif (sistematis, benar/tepat, singkat dan jelas dengan bahasa yang tepat) sehingga orang yang mendengarkannya dapat mengerti dengan jelas dan tergugah perasaannya.
d. Permasalahan Tokoh/Materi yang sulit dipahami.
a) Mencari topik yang mengasikan dan yang sesuai dengan objek Kita.
e. Permasalahan Penguasaan Materi yang kurang
a) Menulis butir-butir dalam berbahasa.
Menurut Rost ( 1991:108) “Bahwa faktor yang penting dalam keterampilan menyimak dalam kelas adalah siswa menuliskan butir-butir yang penting bahan simakan terutama dengan bahan simakan”.
b) Memperbanyaklah membaca buku.
f. Permasalahan Situasi dan kondisi yang tidak mendukung.
a) Ciptakan suasana yang tenang.
b) Konsentrasi diri.
c) Siapkan alat – alat yang akan diperlukan.
d) Mental.
g. Permasalahan Penampilan yang kurang menarik.
a) Siapkan mental.
b) Percaya diri sendiri.
c) Sering berlatih di depan umum.
h. Permasalahan Diksi/Penguasaan bahasa yang kurang.
a) Berbahasa harus baik dan benar, bahasa harus di sesuaikan dengan pembicaraan, di pahami dengan betul kosa kata dan juga jeda.
3. KETERAMPILAN MENULIS (ILMIAH).
A. Permasalahan Dalam Menulis (Ilmiah) :
a. Tata kalimat.
b. Tidak Terbiasa.
c. Tata tulis.
d. Motivasi.
e. Pengetahuan.
f. Kecepatan Menulis.
g. Kurang Percaya Diri.
h. Menentukan Tema.
B. Solusi dalam mengatasi permasalahan menulis
a. Tata kalimat.
a) Harus memperhatikan EYD.
b) Harus memperhatikan alinea.
b. Tidak terbiasa.
a) Persiapan yang matang.
Menurut Poerwadarminta ( 1981:23 ) “Untuk melakukan kegiatan menulis juga diperlukan kesiapan, karena pada umumnya kegiatan menulis dilakukan setelah ketiga aspek keterampilan bahasa dikuasai. Kalimat yang jelas dalam percakapan, tidak selamanya jelas dan terang bila dituliskan”. Oleh karena itu dalam menulis hendaknya mempunyai persiapan yang baik.
c. Tidak terbiasa menulis.
a)Pahami apa yang di tuliskan
Menurut Lado ( Lewat Suriatmaja dkk) tahun 1996/1997:1 menyebutkan bahwa “Menulis adalah kemampuan seseorang dalam melukiskan lambang-lambang grafis yang dapat dimengerti oleh penulis itu sendiri maupun orang lain”.
d. Motivasi.
a) Pikiran tetap tenang.
b) Harus di paksa menulis
c) Menentukan yang tepat
e. Permasalahan dalam Pengetahuan
a) Biasakan mencari Informasi di berbagai Media
Teori Asnawir dkk, (2002:11) bahwa Media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan audien/siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya. Penggunaan media secara kreatif akan memungkinkan siswa untuk belajar lebih baik dan dapat meningkatkan performan mereka sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
f. Sulit untuk memahami kecepatan menulis serta tidak terbiasa menulis.
a) Motivasi diri sendiri.
b) Biasakan untuk menulis.
c) Menulis dengan bahasa sendiri.
g. Tulisannya tidak fokus, bahasannya terlalu luas.
a) Harus percanya diri
b) Hilangkan rasa malu.
h. Menentukan tema.
a) Membuat kerangka karangan.
b) Fokus pada satu tema.
PENUTUP
1. Kesimpulan.
Sebagaimana yang telah dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa. Keterampilan membaca, menyimak, berbicara dan menulis (ilmiah) banyak sekali permasalahannya dan juga solusinya. Seperti halnya masalah yang sudah di jelaskan di atas, bisa dilihat lagi supanya bisa mempelajarinya dengan baik.
2. Saran.
Semoga dengan adanya makalah ini Para pembaca bisa memahami dan mendafatkan ilmu yang bermanfaat.
DAFTAR PUSTAKA
Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Gumiandri,Septi,dkk.Success Guide: Panduan Sukses Belajar Di Perguruan Tinggi.Cirebon:Nurjati Press
Budriyardi.Wordpress.com/proposal-penelitian/keterampilan-menulis/16-10-2012.Diunduhpukul 01.04 WIB
Wahyuningsih,Rini.2012.Modul Bahasa Indonesia untuk SMA/MA kelas XII.Sukoharjo:CV Willian
Budriyadi.Wordpress.com/proposal-penelitian/keterampialan-menyimak/01-10-2012.Diunduhpukul03.01 WIB
Arifin,E Zaenal,dan Tasai,S Amran.1995.Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi.Jakarta:Akademika Pressindo
Word Press.com/keterampilan-Membaca cepat/30-09-2012.Diunduh pukul 01.09 WIB