Kamis, 04 Juni 2020

KETELADANAN DAKWAH RASULULLAH SAW DALAM MEMBINA UMAT

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kebudayaan Islam atau As-saqafah Al-Islamiyah ditandai dengan adanya perintah Allah SWT, kepada Nabi Muhammad Saw untuk mengemban amanah sebagai Nabi dan Rasul-Nya. Kehadirannya telah mengubah bangsa Arab yang semula terbelakang, bodoh, tidak beradab dan terabaikan oleh bangsa lain menjadi bangsa yang maju, beradab dan menjadi pusat dari peradaban dunia H.A.R berpendapat “Islam is indeed much more than a system of teology, it is a complete civilization” (Islam sesungguhnya lebih dari sekadar sebuah agama, ia adalah suatu peradaban yang sempurna).
Bangsa Arab telah meninggalkan ajaran Nabi Ibrahim A.s. dengan beralih menyembah berhala sehingga kemusyrikan telah mendarah daging dalam diri mereka. Mereka juga memiliki kebiasaan buruk lainnya, seperti berjudi, mabuk-mabukan, berzina, dan mengubur bayi perempuan hidup-hidup. Oleh karena itu, Allah mengutus Rasulullah Muhammad Saw. untuk kembali mengajarkan Tauhid (mengesakan Allah SWT) dan memperbaiki akhlak manusia.

B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut.
1.      Bagaimana Dakwah Rasulullah pada Periode Mekah?
2.      Bagaimana Dakwah Rasulullah pada Periode Madinah?


C.    Tujuan Pembahasan
Kemudian tujuan pembahasan dari rumusan masalahnya adalah sebagai berikut.
1.      Untuk mengetahui dakwah rasulullah pada periode Mekkah.
2.      Untuk mengetahui dakwah rasulullah pada periode Madinah.




BAB II
PEMBAHASAN
A.    Periode Mekkah
1.      Sejarah Dakwah Rasulullah SAW pada Periode Mekkah
(HA. Wahid Sy: 2009) Menjelang usia 40 tahun, Rasulullah SAW, sering berkhalwat di Gua Hira untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT. Mengenai cara memperbaiki keadaan bangsa Arab sedang dalam keadaan terpuruk dan porak-poranda dalam segala bidang, baik bidang ketuhanan, moral, social, politik, persatuan dan sebagainya.
Kegiatan berkhalwat tersebut dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW di Gua Hira selama berhari-hari. Pada suatu saat, ketika beliau berkhalwat lebih dari satu bulan lamanya, tepat pada tanggal 17 Ramadhan 610 M, datanglah malaikat Jibril kepada Rasulullah di dalam gua tersebut untuk menyampaikan wahyu pertama, yaitu surat Al-‘Alaq ayat 1-5, yang berbunyi:





Artinya:
bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang maha Mulia. Yang mengajar manusia dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Q.s. Al-‘alaq: 1-5)
Kemudian wahyu kedua yang diterimanya adalah surat Al-Muddassir ayat 1-7, yang berbunyi:
$pkšr'¯»tƒ ãÏoO£ßJø9$# ÇÊÈ óOè% öÉRr'sù ÇËÈ y7­/uur ÷ŽÉi9s3sù ÇÌÈ y7t/$uÏOur öÎdgsÜsù ÇÍÈ tô_9$#ur öàf÷d$$sù ÇÎÈ Ÿwur `ãYôJs? çŽÏYõ3tGó¡n@ ÇÏÈ šÎh/tÏ9ur ÷ŽÉ9ô¹$$sù ÇÐÈ
Artinya:
“wahai orang yang berkemul (berselimut) ! bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan agungkanlah Tuhanmu, dan bersihkanlah pakaianmu, dan tinggalkanlah segala perbuatan yang keji. Dan janganlah Engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan karena Tuhanmu, bersabarlah.” (Q.s. Al-Muddassir: 1-7)
Sejak turun wahyu tersebut, Rasulullah SAW melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi dengan tujuan agar manusia tidak terkejut dengan ajaran Islam yang belum pernah mereka ketahui dan mereka dengar. Sasaran dakwah Rasulullah secara sembunyi-sembunyi ialah para kerabatnya, handai taulan, dan sahabat-sahabat yang percaya terhadap kebenaran risalahnya. Rasulullah SAW menyeru mereka untuk menyembah Allah SWT, tidak menyekutukan-Nya, berbuat baik kepada sesame manusia, bersatu padu, dan saling membantu.
Selama 3 tahun lebih Rasulullah SAW menyampaikan dakwah Islam, memperkenalkan agama Islam kepada masyarakat Mekkah secara sembunyi-sembunyi, berkat kegigihan dakwah Rasulullah SAW terhadap mereka, akhirnya banyak pula yang tertarik dan menyatakan diri masuk agama Islam.
Dakwah Rasulullah SAW di Mekkah berjalan sangat lamban, sebab selalu mendapat perlawanan keras dari para tokoh dan masyaakat Quraisy kebanyakan. Tidak jarang beliau mendapat cercaan, hinaan, bahkan siksaan secara fisik dari kaum Quraisy Mekkah.
Kemudian berkat kegigihan umat Islam di Madinah, agama islam berkemang sangat pesat dikota itu, kaum muslimin yang tinggal di Mekkah tertarik ingin hijrah ke Madinah, maka demikianlah sejarah dakwah Rasulullah SAW periode Mekkah, dengan segala bentuk keprihatinannya. Namun beliau dan para sahabatnya tetap tabah dan kokoh imannya, bahkan semakin berat siksaan yang diterima mereka, semakin memperkokoh keimannya.
2.      Subtansi dan Strategi Dakwah Rasulullah SAW Periode Mekkah
a.       Substansi dakwah Rasulullah SAW periode Mekkah   
Selama kurang lebih 13 tahun, Rasulullah SAW berdakwah di Mekkah. Materi yang disampaikan dalam dakwah beliau selama di Mekkah, langsung terfokus pada substansinya, yaitu mengenai Tauhidullah (mengesakan Allah SWT). Masyarakat Mekkah pada waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol ialah krisis Ketuhanan. Mereka meninggalkan agama Tauhid yang telah diajarkan oleh nenek moyang mereka terdahulu, yaitu Nabi Ibrahin As. Dan keturunannya. Mereka lebih banyak menyembah berhala, dan berhala yang paling banyak dianggap dapat mewakili Tuhan adalah Latta, Uzza, Hubal dan Manat.
Keyakinan masyarakat Mekkah yang mendua itulah yang disebut syirik (menyekutukan Allah), dan memuat Rasulullah SAW merasa prihatin. Oleh karena itu, beliau segera memfokuskan dakwahnya pada pembenahan aspek keimanan, agar kemali pada akidah tauhid yang mengesakan Allah.
b.      Strategi dakwah Rasulullah SAW periode Mekkah
1)      Dakwah secara sembunyi-sembunyi
Dakwah secara sembunyi-sembunyi dilakukan oleh Rasulullah SAW terhadap sanak family dan kerabat dekat beliau. Dakwah ini dilakukan kurang lebih selama tiga tahun, dan berhasil megislamkan beberapa orang keluarga terdekat, seperti Khadijah binti Khuwailid, Ali bin Abi Thalib, Abu bakar Ash-siddiq, Zaid bin Haritsah dan yang lainnya.
2)      Dakwah secara terang-terangan
(Sugiyono Moh Sulaiman: 2013) Rasulullah SAW melakukan dakwah secara terang-terangan setelah menerima wahyu dari Allah SWT, agar melaksanakan dakwah kepada manusia secara terbuka. Wahyu yang memerintahkan demikian itu ialah firman Allah SWT dalam surat Al-Hijr ayat 94 berikut:
÷íyô¹$$sù $yJÎ/ ãtB÷sè? óÚ̍ôãr&ur Ç`tã tûüÏ.ÎŽô³ßJø9$# ÇÒÍÈ
Artinya:
maka sampaikanlah (Muhammad)secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu)dan berpalinglah dari orang yang musyrik.” (Q.s Al-Hijr: 94)
        Begitu juga firman Allah SWT Surat Al-Maidah ayat 67 berikut ini:
* $pkšr'¯»tƒ ãAqß§9$# õ÷Ïk=t/ !$tB tAÌRé& šøs9Î) `ÏB y7Îi/¢ ( bÎ)ur óO©9 ö@yèøÿs? $yJsù |Møó¯=t/ ¼çmtGs9$yÍ 4 ª!$#ur šßJÅÁ÷ètƒ z`ÏB Ä¨$¨Z9$# 3 ¨bÎ) ©!$# Ÿw Ïöku tPöqs)ø9$# tûï͍Ïÿ»s3ø9$# ÇÏÐÈ
                       

Artinya:
“wahai Rasul ! sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu), berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” (Q.s. Al-Maidah: 67)
Dengan turunnya kedua ayat diatas, Rasulullah SAW semakin gigih berdakwah secara terbuka dimuka umum. Beliau segera sanak keluarga dan mengundang seluruh kota Mekkah di bukit Safa.
3.      Hasil-hasil Perjuangan Rasulullah SAW dalam Dakwah Islam Periode Mekkah
(HA. Wahid Sy: 2009 ) Dakwah Rasulullah SAW selama periode Mekkah terbilang sukses dan berhasil. Meskipun banyak aral rintangan, cobaan, gangguan dan ancaman datang silih berganti dan nyaris tidak pernah berhenti selama kurang lebih 13 tahun beliau berdakwah. Indicator kesuksesan dan keberhasilan itu tampak dari banyaknya pengikut yang setia dan siap mengorbankan harta, bahkan jiwa raga untuk membela agama islam yang dianutnya. Selain itu, dari sisi keragaman ekonomi, status social dan usia juga menunjukkan adanya kekuatan tersendiri bagi lanjutnya dakwah Islam pada masa itu.
Strategi dakwah yang dimiliki Rasulullah Saw, sebagaimana tersebut diatas, jelas sangat berpengaruh bagi perkembangan dakwah Islam selanjutnya. Lambat tapi pasti banyak orang yang ingin menyatakan isi hatinya untuk masuk agama Islam. Hanya saja, pada waktu itu tekanan dan ancaman kaum kafir Quraisy masih sangat kuat, sehingga banyak orang yang menunggu situasi yang memungkinkan untuk menyatakan diri masuk Islam. Tidak sedikit orang yang menyatakan keislamannya secara diam-diam, bahkan ada diantara mereka yang berasal dari kalangan bangsawan dan hartawan.
Strategi dakwah Rasulullah Saw yang demikian itu juga, sampai ketelinga masyarakat diluar kota Mekkah. Ketika mereka mendengar tentang kepribadian Rasulullah Saw. Dan stratei dakwah yang dilakukannya, mereka langsung simpati dan terkagum-kagum. Hal itu membuat mereka penasaran ingin bertemu langsung dengan beliau dan menyatakan diri masuk Islam, seperti halnya yang dialami masyarakat kota Yatsrib.    
Dakwah Rasulullah SAW selama periode Mekkah terbilang berhasil dan berpengaruh dihati umatnya, sebab selain mengajarkan tentang keesaan Tuhan (Tauhidullah). Rasulullah SAW juga mengajarkan tentang tata aturan dan norma yang berhubungan dengan kehidupan manusia. Beliau mengajarkan tentang bagaimana manusia bergaul dengan Tuhannya, sesame manusia dan alam lingkungannya, yang semuanya mengutamakan kebersamaan, demokrasi, dan keadilan.
Kesuksesan dan keberhasilan dakwah Rasulullah SAW periode Mekkah yang paling menonjol, dapat diidentifikasikan antara lain sebagai berikut.
a.       Dapat membuat karakter dan sifat-sifat bangsa Arab yang keras menjadi lemah lembut.
Rasulullah SAW menyadari bahwa suku bangsanya (bangsa Quraisy) tergolong suku bangsa yang berwatak keras dan pemberani. Oleh karena itu, dakwah Islam disampaikan dengan sikap prilaku yang lemah lembut, agar agama Islam dapat diterima oleh mereka, sekalipun oleh kaum budak belian atau hamba sahaya.
b.      Dapat mengajak sanak saudara terdekat untuk menjadi pembela Islam yang handal.
Menyadari bahwa menyelamatkan diri sendiri dan keluarga dari api neraka itu lebih utama, maka Rasulullah SAW mendahulukan dakwah dikalangan keluarga, mula-mula istrinya, pamannya, sepupunya, sahabat terdekatnya, kemudian keluarga jauh. Dengan demikian banyak sanak keluarga yang siap menjadi pengikut dan sekaligus pelingdungnya dari ancaman musuh, (lihat QS. Asy-Syu’ara’: 214)
c.       Dapat mempersatukan antar suku –suku yang bertikai dikalangan bani Quraisy
Sejak kecil Rasulullah SAW dikenal orang yang paling jujur dan amanah. Seumur hidupnya tidak pernah berdusta dan tidak pernah berkhianat. Ucapannya senantiasa menunjukkan kejujuran dan sikap prilakunya dapat dipercaya. Berkat sikap dan prilakunya yang jujur itulah banyak orang yang simpati dan percaya terhadap pembicaraannya, sehingga terjadi perselisihan dikalangan kaum Quraisy perihal pemindahan Hajar Aswad, Rasulullah lah yang dipercaya untuk menyatukan mereka.
d.      Dapat menanamkan sikap mental yang tangguh, penyabar, dan tawakal.
Sebenarnya betapa beratnya penderitaan yang ditanggung oleh Rasulullah SAW ketika berdakwah di Mekkah. Namun beliau tidak pernah menyerah apalagi membalas perbuatan keji musuh-musuhnya. Sebaliknya, beliau tetap bersabar dan bertawakkal kepada Allah SWT. Sikap prilaku beliau secara langsung dapat mendidik para pengikutnya untuk tampil sebagai pejuang Islam yang tangguh dan handal.




4.      Mengambil Ibrah dari Perjuangan Rasulullah SAW dalam Dakwah Islam pada Periode Mekkah untuk Kepentingan Masa Kini dan yang Akan Datang.
Setelah mempelajari dan memahami sejarah dakwah Rasulullah SAW periode Mekkah, hendaknya kita dapat mengambil Ibrah dan menjadikannya suatu pelajaran yang berharga bagi kehidupan kita pada masa kini dan yang akan datang. Diantara Ibrah yang dapat diambil dari sejarah perjuangan Rasulullah SAW periode Mekkah ialah sebagai berikut:
a.       Menghendaki kita bersikap prilaku tangguh, penyabar dan disiplin
Salah satu sikap prilaku terpuji Rasulullah SAW ialah berjiwa tangguh. Tangguh artinya tahan uji, bermental kuat dan tidak mudah berputus asa. Betapapun beratnya coaan dan rintangan yang menghadang, Rasulullah SAW tetap menghadapinya dengan penuh kesabaran. Beliau tidak pernah mengeluh, apalagi merasa dendam atas apa yang menimpa dirinya. Selain itu Rasulullah SAW juga sangat disiplin dalam melakukan dakwahnya, ia mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Sikap prilaku terpuji seperti itulah yang hendaknya kita teladani dalam kehidupan sehari-hari.
b.      Menghendaki kita bersikap persatuan dan Kerukunan
Betapa beratnya Rasulullah SAW berdakwah di Mekkah, ditengah masyarakat Quraisy yang tidak bersatu, masyarakat yang tidak menjunjung kerukunan dan solidaritas antara sesame. Oleh sebab itu,  kita harus menjaga persatuan dan kerukunan antaara sesame muslim dan sesame anak bangsa. Dengan persatuan akan tercipta kekuatan, dan dengan kerukunan akan membentuk persaudaraan. Dengan demikian umat Islam akan menjadi kuat dan mampu menghadapi berbagai macam tantangan dan hambatan.
c.       Menghendaki kita bersikap berjiwa besar dan tidak pendendam.
Setiap perjuangan pasti ada pengorbanan. Egitu pula yang dilakukan oleh Rasulullah SAW selama masa dakwahnya di Mekkah. Tidak sedikit beliau menghadapi tantangan dan ancaman. Hambatan dan rintangan datang silih berganti, tetapi beliau tetap menerimanya dengan jiwa besar dan tidak pernah mendendam. Dengan sikap terpujinya itu, beliau berhasil melakukan dakwah di Mekkah. Oleh sebab itu, sebagai muslim kita harus mengambil Ibrah dari strategi dan substansi dakwah Rasulullah SAW dengan menjadi seorang yang berjiwa besar dan tidak pendendam.

B.     Periode Madinah
1.      Sejarah Dakwah Rasulullah SAW pada Periode Madinah
Setelah Rasulullah SAW dan para sahabatnya melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah (suatu daerah yang dahulunya bernama Yatsrib), maka beberapa langkah dan strategi dakwahpun diubah. Adapun perubahan tersebut, yaitu dari dakwah yang terfokus pada akidah dan keimanan menjadi dakwah yang terfokus pada social politik, ekonomi dan ilmu pengetahuan. Diantara langkah-langkah strategis beliau yang paling menonjol ialah:
a.       Penataan persatuan umat Islam;
b.      Penataan bidang politik dan pemerintahan;
c.       Penataan persatuan warga bangsa Madinah;
d.      Penanaman kebebasan sikap (toleransi) dalam beragama;
e.       Pembangunan dan pembinaan dibidang ekonomi dan perdagangan.
Rasulullah SAW segera menata persatuan umat Islam dengan mempersaudarakan dan mempersatukan setiap orang dari golongan Muhajirin menjadi saudaranya setiap orang dari golongan Anshar. Dengan terjalinnya persatuan dan persaudaraan yang kuat dikalangan kaum muslimin, Rasulullah SAW segera mengambil langkah-langkah berikutnya, seperti penataan bidang pemerintahan dan perekonomian masyarakat. Umat islam selalu dianjurkan untuk senantiasa bekerja keras dan berusaha mencari nafkah, agar derajat kehidupannya tidak menjadi lemah.
Selain itu, tingkat persaudaraan dan persatuan umat Islam antara golongan Muhajirin dan Ansar telah terjalin sangat kuat. Hati mereka telah terpaut menjadi satu oleh akidah dan keimanan yang tak dapat dipisahkan oleh apapun.

2.      Substansi dan Strategi Dakwah Rasulullah SAW pada Periode Madinah
a.       Substansi dakwah Rasulullah SAW periode Madinah
Selama kurang lebih 10 tahun, Rasulullah SAW berdakwa di Madinah berjalan dengan sukses, sehingga agama Islam dapat kita terima seperti sekarang ini. Kesuksesan beliau itu dapat kita kenali dari substansi dakwah yang dibawakannya selama di Madinah, antara lain sebagai berikut:
1)      Menjadikan setiap kaum muslim bersaudara dengan sesame muslim, tanpa membedakan asal suku bangsa, bahasa, budaya maupun lainnya, seperti halnya yang dilakukan beliau terhadap kaum Muhajirin dan kaum Ansar.
2)      Bersikap tegas terhadap musuh dan berkasih sayang kepada sesamanya. Selama berdakwah di Mekkah, Rasulullah SAW tidak pernah melakukan peperangan melawan orang-orang kafir. Setelah di Madinah; beliau segera menunjukkan ketegasan sikapnya bahwa musuh-musuh yang mengancam keselamatan jiwa raga dan harta kaum muslimin harus dihancurkan.
3)      Bersikap toleransi terhadap kaum kafir yang tidak mengganggu dan mengancam keselamatan kaum muslimin seperti halnya yang dilakukan beliau terhadap pemeluk agama Yahudi di Madinah.
4)      Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan untuk keutuhan bangsa dan Negara. Hal itu dilakukan beliau dengan membuat Piagam Madinah yang isinya adalah peraturan perundang-undangan tentang ketertiban warga Madinah.
5)      Bersikap adil dan bijaksana kepada semua orang, baik kawan maupun lawan, sehingga pribadinya disegani dan dihormati oleh semua orang.
b.      Strategi dakwah Rasulullah SAW periode Madinah
Langkah-langkah strategi beliau antara lain:
1)      Membenahi persatuan umat Islam;
2)      Membenahi bidang politik dan pemerintahan
3)      Membenahi persatuan bangsa Madinah;
4)      Membenahi social ekonomi umat Islam.

Strategi dakwah Rasulullah SAW di Madinah mengacu pada atu focus, yaitu menyebarluaskan syiar agama Islam ke berbagai penjuru dunia. Dengan demikian, substansi dakwah Rasulullah SAW selama periode Madinah ialah perluasan wilayah dakwah, bukan wilayah kekuasaan. Sebab Rasulullah SAW tidak diutus untuk menjadi penguasa atau raja, melainkan sebagai Nabi dan Rasul-Nya.
3.      Hasil-hasil Perjuangan Rasulullah SAW dalam Dakwah Islam pada Periode Madinah
Selama kurang lebih 10 tahun, Rasulullah SAW berdakwah di Madinah banyak hasil yang dapat dipetik dan dirasakan oleh kaum muslimin pada waktu itu, diantaranya sebagai berikut.
a.       Terbinanya akidah Islamiyah yang kuat dikalangan kaum muslimin.
b.      Terciptanya pranata social masyarakat muslim yang solid dan penuh keikhlasan.
c.       Terciptanya system pemerintahan yang komprehensif, yaitu memadukan antara pranata agama dengan pranata Negara.
d.      Wilayah dakwah Islam bertambah luas, tidak hanya di jazirah Arabia melainkan sudah menjangkau benua Afrika.
e.       Terbangunnya system perekonomian yang berbasis pada agama dan masyarakat.
4.      Mengambil Ibrah dari Perjuangan Rasulullah SAW.
Dalam dakwah Islam pada periode Madinah untuk kepentingan masa kini dan yang akan datang.
Setelah memahami perjuangan dan strategi dakwah Rasulullah SAW periode Madinah, hendaknya dapat mengambil ibrah (pelajaran) bagi kepentingan dakwah Islamiyah dan kebaikan hidup diri sendiri, baik pada masa kini dan pada masa yang akan datang. Untuk dapat mengambil Ibrah dari perjuangan Rasulullah SAW di madinah, hendaklah kamu perhatikan terlebih dahulu beberapa hal berikut ini.
a.       Jadikan Rasulullah SAW sebagai idola dalam kehidupan, sehingga mempunyai semangat untuk meneladani sikap prilakunya.
b.      Baca dan pahami sejarah dakwah Rasulullah SAW sejak mulai diutus sampai akhir hayatnya, sehingga dapat memahami strategi dan metode yang digunakan beliau.
c.       Tanamkan keyakinan dalam hati bahwa mengambil Ibrah, meneladani akhlak dan strategi dakwah Rasulullah SAW adalah ibadah. Sebab secara keseluruhan akhlak beliau adalah mulia, yang berarti sedang meneladani akhlak orang yang mulia.
d.      Tanamkan keyakinan bahwa setiap muslim memiliki kewajiban untuk berdakwah, yaitu mengajak pada kebaikan dan meninggalkan keburukan, paling tidak berdakwah kepada diri sendiri, keluarga dan teman.
e.       Mulailah meneladani dan mengambil ibrah dari perjuangan dan strategi dakwah Rasulullah SAW sekarang juga, agar kelak menjadi seorang juru dakwah (da’i) yang sukses.

            Diantara pelajaran yang dapat diambil adalah kebesaran jiwa Muhammad Saw. Kebesaran jiwa beliau terlihat dengan jelas pada kemauannya yang kuat, dan ketabahan hatinya menghadapi kesulitan-kesulitan dan kesukaran-kesukaran yang ditemuinya. Tidak sekalipun beliau merasa putus asa dalam hatinya, dalam keadaan yang sulit sekalipun. Beliau senantiasa berjuang. Perjuangan beliau banyak yang berhasil, tetapi ada juga yang gagal. Ketika beliau mencapai hasil yang baik, maka hasil tersebut beliau pupuk dan beliau pelihara, dan bila beliau menemui kegagalan maka beliau mencari jalan lain untuk mencapainya. 






BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Jejak sejarah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam dalam menyampaikan dakwahnya menunjukkan beliau tidak hanya bertabligh, mengajar, mendidik dan membimbing. Tetapi juga sebagai uswatun hasanah. Beliau juga memberikan contoh dalam kehidupan, sangat memperhatikan dan memberikan arahan dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik dan berbagai aspek kehidupan umat. Beliau adalah teladan ideal praktek dakwah yang mampu membangun peradaban umat, sebagaimana ditegaskan dalam Al Qur'an,
ôs)©9 tb%x. öNä3s9 Îû ÉAqßu «!$# îouqóé& ×puZ|¡ym `yJÏj9 tb%x. (#qã_ötƒ ©!$# tPöquø9$#ur tÅzFy$# tx.sŒur ©!$# #ZŽÏVx. ÇËÊÈ
"sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi kamu, yaitu bagi orang - orang yang mengharapkan menemui Allah dan hari akhir dan mengingat Allah sebanyak - banyaknya" (Qur'an Surah Al Ahzab:21).
Dakwah Nabi dalam periode Mekkah misalnya penuh dengan pengorbanan baik raga, harta benda, bahkan jiwanya terancam pembunuhan yang lebih berat, Rasulullah juga mendapatkan serangan fitnah berupa ejekan, cemooh, cercah, penderitaan karena dikucilkan dan sebagainya. Demikian pula dalam periode Madinah para sahabat dan para pengikut Nabi, harus bekerja keras dalam berbagai sektor kehidupan sosial, ekonomi, dan sebagainya, orang - orang, sementara kaum Anshor sebagian memberikan tanahnya, ternaknya, hartanya kepada orang - orang Muhajirin yang kehabisan bekal.
Keteladanan Rasulullah dalam dakwah bisa dilihat dari kepribadian dan akar sosiologis yang kuat menempa Beliau menjadi seorang pemimpin yang dengan senang hati berpatisipasi dalam melaksanakan segala urusan. Ia benar - benar memimpin bukan hanya memerintah.
Pengalaman telah membuatnya tidak sungkan untuk melakukan apapun yan perlu dilakukan. Sejarah mencatat bahwa Rasulullah menanggung derita seperti derita yang dialami oleh para pendukungnya dalam menyebarkan agama Islam. Sejarah juga melaporkan bahwa ia bersama - sama dengan pengikutnya turun lansung dalam peperangan, merasakan pahit getir, dan pedihnya terkena tikaman pedang dan tombak musuh.
Jelaslah bahwa kalau kita mau bercermin kepada sejarah Nabi. Rasulullah telah memberikan teladan dalam hidup dan melakukan dakwahnya beliau senantiasa menunjukkan satunya kata dengan tindakan. Nabi menunjukkan adanya kesatuan antara ucapan dengan perbuatan. Beliau tidak hanya hidup berdoa dan berkhutbah, tanpa melakukan aksi sosial kemasyarakatan.





DAFTAR PUSTAKA
H. A Wahid Sy, 2009. “Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Aliyah”. Bandung:
Cv. Armiko.
Moh. Sulaiman, Sugiyono. 2013. “Perjalanan Sejarah Kebudayaan Islam”. Solo:
Aqilla
A.    Syalabi. 2010. Sejarah Kebudayaan Islam Jilid 1, 2, Dan 3.






Tidak ada komentar:

RESEP OSENG KANGKUNG

Bahan-bahan: * Seikat Kangkung  * 3 cabe merah besar * Cabe rawit sesuai selera. * 1 Lengkung  * 3 Siung Bawang Merah.  * 1 Siung Bawang Put...