BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Sejarah Kebudayaan Islam
Adapun pengertian dari Sejarah Kebudayaan Islam:
1. Sejarah
Pengertian sejarah secara etimologis berasal dari kata arab “syajarah” yang mempunyai arti “pohon kehidupan” dan yang kita kenal didalam bahasa ilmiyah yakni History, dan makna sejarah mempunyai 2 konsep yaitu: pertama, konsep sejarah yang memberikan pemahaman akan arti objektif tentang masa lampau. Kedua, sejarah menunjukan maknanya yang subjektif, karena masa lampau tersebut telah menjadi sebuah kisah atau cerita.
2. Kebudayaan
Kebudayaan dalam bahasa Inggris disebut culture dan dalam bahasa Arab tsaqafah. Dalam buku The Word University Encyclopedia bahwa pengertian culture atau kebudayaan adalah jalan hidup sebuah masyarakat yang mencakup keseluruhan spiritual, intelektual, sikap artistik, yang dihasilkan oleh masyarakat, termasuk tradisi, kebiasaan, adat, moral, hukum dan hubungan sosial. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soekardi kebudayaan adalah hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya agar kekuatan serta hasilnya dapat digunakan untuk keperluan masyarakat. Contohnya untuk melakukan perjalanan menggunakan unta atau kuda, sekarang manusia dapat menggunakan berbagai alat transfortasi seperti motor, mobil, perahu, kapal, dan pesawat terbang. Benda-benda karya manusia tersebut merupakan contoh hasil kebudayaan. Rasa yang meliputi jiwa manusia mewujudkan segala kaidah-kaidah dan nilai-nilai sosial yang perlu untuk mengatur masalah-masalah kehidupan manusia sebagai anggota masyarakat. Kehidupan beragama, ideologi, dan kesenian adalah beberapa contohnya. Cipta merupakan kemampuan mental atau kemampuan berpikir orang-orang yang hidup bermasyarakat yang antara lain menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan. Rasa dan cinta dinamakan pula kebudayaan, yaitu kebudayaan rohaniah.
Sedangkan menurut Dr. Zainal Kling dalam Kamus Dewan Bahasa dan Pustaka istilah kebudayaan diartikan sebagai cara hidup sesuatu masyarakat, peradaban, kemajuan (akal budi) yang merujuk kepada keseluruhan cara hidup manusia dalam semua bidang yang melibatkan akal budi dan daya usaha mereka[2]
3. Islam
Menurut bahasa kata islam berasal dari bahasa Arab, “salama” yang isim masydarnya “Islaman” berarti selamat. Sedangkan menurut istilah islam adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada masyarakat manusia melalui Nabi Muhammad SAW. Sebagai rasul Nabi Muhammad membawa Islam pada hakikatnya terdapat ajaran-ajaran yang bukan hanya mengenai satu segi, tetapi mengenai berbagai segi dari kehidupan manusia.
Sedangkan SKI adalah singkatan dari Sejarah Kebudayaan Islam yang merupakan sebuah mata pelajaran pendidikan agama Islam yang diarahkan untuk mengenal, memahami, menghayati sejarah Islam, yang kemudian menjadi dasar pandangan hidupnya (way of life) melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, keteladan, penggunaan pengalaman dan pembiasaan.
B. Metode PembelajaranSejarah Kebudayaan Islam
1. Pengertian metode pembelajaran
Metode berasal dari Bahasa Yunani “Methodos’’ yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Jadi metode bisa juga berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan pembelajaran.
2. Metode-metode Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam
Berbagai ragam metode bisa digunakan untuk pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, dengan syarat memenuhi prinsip-prinsip (REACT) Relating (menghubungkan), Experiencing (mengalami), Applying (menerapkan), Colaborating (bekerja-sama), dan Transfering (menyampaikan).
Tidak ada metode pembelajaran yang terbaik untuk satu mata pelajaran tertentu. Metode yang baik ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kesesuaian metode itu dengan karakteristik peserta didik dan struktur dan jenis materi. Ukurannya baik tidaknya metode adalah terletak pada seberapa efektif metode itu dipakai untuk menghantarkan peserta didik menguasai kompetensi yang ditentukan.
Dan beberapa metode yang dapat digunakan diantaranya:
a. Metodepembiasaan, dapatdilakukandenganmembiasakananakdidikberfikir, bertindaksesuaidengantuntunanajaran agama islam[3]
b. Metodeketeladanan
c. Metodepemberianganjaran[4]
d. Metodepemberianhukuman
e. Metodeceramah
f. Metodediskusi
g. Metode Tanya jawab
h. Metodesorogan, seorangsantriberhadapandenganseorang guru, terjadiinteraksi, salingmengenaldiantarakeduanya[5]
i. Metodekerjakelompok
j. Metodemudzakaroh, digunakanuntukmemecahkanmasalah-masalahkemasyarakatan yang berhubungandengankonteksmasasekarangditinjaudarikitab-kitabislamklasik.
k. Metodekisah, denganmenuturkansecarakronologistentangbagaimanaterjadinyasuatuhalbaik yang sebenarnyaterjadiataupunhanyarekaansaja.
C. Tujuan PembelajaranSejarah Kebudayaan Islam
Tujuan yaitu sasaran yang akan di capai oleh seseorang atau sekelompok orang yang melakukan suatu kegiatan, tujuan pendidikan islam yaitu sasaran yang akan dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang yang melaksanakan pendidikan islam.[6]Jadidengandemikiantujuanpembelajaran SKI adalahsasaran yang ingindicapaidalammelakukan proses pembelajaran SKI.
Tujuanmata pelajaran sejarah peradaban islam (SKI) di Madrasah Aliyah meliputi:
1. Peserta didik yang membaca sejarah adalah untuk menyerap unsure-unsur keutamaan dari padanya agar mereka dengan senang hati mengikuti tigkah laku para Nabi dan orang-orang shaleh dalam kehidupan sehari-hari.
2. Pelajaran sejarah merupakan contoh teladan baik bagi umat Islam yang meyakininya dan merupakan sumber syariah yang besar,
3.Studi sejarah dapat mengembangkan iman, mensucikan moral, membangkitkan patriotism dan mendorong untuk berpegang pada kebenaran serta setia kepadanya.
4. Pembelajaran sejarah akan memberikan contoh teladan yang sempurna kepada pembinaan tingkah laku manusia yang ideal dalam kehidupan pribadi dan sosial anak-anak dan mendorong mereka untuk mengikuti teladan yang baik, dan bertingkah laku seperti Rasul.[7]
5. Untuk pendidikan akhlak, selain mengetahui perkembangan agamaIslam seluruh dunia.[8]
6. Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya mempelajarilandasan ajaran nilai-nilai dan norma-norma dalam ilsam yang telah dibangun oleh Rasullulah dalam rangka membangun kebudayaan islam
7. Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya waktu dan tempat yang merupakan sebuah proses dari masa lampau dan masa depan
8. Melatih daya kritis peserta didik untuk memahami fakta sejarah secara benar dengan didasarkan pada pendekatan ilmiah
9. Menumbuhkan apresiasi dan penghargaan peserta didik terhadap peningalan sejarah islam bukti peradaban umat islam
10. Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam mengambil ibrah dari peristiwa-pristiwa bersejarah, meneladani tokoh berprestasi dan mengaitkanya dengan fenomena social, budaya, politik, ekonomi, IPTEK, seni dan lain-lain untuk mengembangkan kebudayaan dan peradaban islam.[9]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengertian Sejarah secara etimologis berasal dari kata arab "syajarah" yang mempunyai arti "pohon kehidupan".Kata Peradaban seringkali diberi arti yang sama dengan kebudayaan. Ada juga yang mengatakan Peradaban berbeda dengan budaya. Di dalam Bahasa Inggris terdapat perbedaan pengertian antara kedua istilah tersebut. Istilah Civilization untuk Peradaban dan Culture untuk kebudayaan. Demikian pula dalam Bahasa Arab dibedakan antara kata Tsaqafah (kebudayaan), kata Hadharah (kemajuan), dan Tamaddun (Peradaban).
Sedangkan menurut Dr. Zainal Kling dalam Kamus Dewan Bahasa dan Pustaka istilah kebudayaan diartikan sebagai cara hidup sesuatu masyarakat, peradaban, kemajuan (akal budi) yang merujuk kepada keseluruhan cara hidup manusia dalam semua bidang yang melibatkan akal budi dan daya usaha mereka
Menurut bahasa kata islam berasal dari bahasa Arab, “salama” yang isim masydarnya “Islaman” berarti selamat. Sedangkan menurut istilah islam adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada masyarakat manusia melalui Nabi Muhammad SAW.
Metode adalah cara mendapatkan sesuatu. Sedangkan yang dimaksud dengan metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.
B. Saran
Diharapkan kepada seluruh mahasiswa pada umumnya. Dan pada mahasiswa/i semester lima pada khususnya. Agar lebih belajar dengan giat tentang Sejarah Peradaban Islam supaya kita lebih mengenal bagaimana sebuah Peradaban tejadi yang pada makalah ini dititik beratkan pada Sejarah Peradaban Islam Sebagai Ilmu Pengetahuan.
DAFTAR PUSTAKA
ArmainArif, 2002, PengantarIlmudanMetodologiPendidikan Islam, Jakarta, CiputatPres,
E. Mulyana, 2009, Kurikulum Tingkat SatuanPendidikan; SebuahPanduanPraktis, Bandung, PT RemajaRosdakarya,
Kuntowijoyo, 1995, PengantarIlmuSejarah, Yogyakarta,YayasanBintangBudaya,
Mahmud Yunus,. Metodek Khusus Pendidikan Agama, : Jakarta. PT. Hida Karya Agung, 1980,
Muhammad Bin JamilZaim, 1997, PetunjukPraktisBagi Para Pendidik Muslim, Jakarta, PustakaIstiqamah,
SamsulNizar, 2005, FilsafatPendidikan Islam PendekatanHistoris, Jakarta, CiputatPers,
Thoha, Chabib dkk. Metodelogi Pengajaran Agama : Semarang. Pustaka Pelajar, 1999,
ZakiahDrajat, dkk, 1995, MetodikKhususPengajaran Agama Islam, Jakarta, BumiAksara,
http://apachemask.wordpress.com/2011/01/04/pengertian-sejarah-kebudayaan-islam/
[1]Kuntowijoyo, 1995, PengantarIlmuSejarah, Yogyakarta,YayasanBintangBudaya, Hal: 17
[2]http://apachemask.wordpress.com/2011/01/04/pengertian-sejarah-kebudayaan-islam/
[3]ArmainArif, 2002, PengantarIlmudanMetodologiPendidikan Islam, Jakarta, CiputatPres, Hal:91
[4]Muhammad Bin JamilZaim, 1997, PetunjukPraktisBagi Para Pendidikk Muslim, Jakarta, PustakaIstiqamah, Hal: 13
[5]ZakiahDrajat, dkk, 1995, MetodikKhususPengajaran Agama Islam, Jakarta, BumiAksara, Hal: 294
[6]SamsulNizar, 2005, FilsafatPendidikan Islam PendekatanHistoris, Jakarta, CiputatPers, Hal: 35
[8]Mahmud Yunus,. Metodek Khusus Pendidikan Agama, : Jakarta. PT. Hida Karya Agung, 1980, hal 76
[9]E. Mulyana, 2009, Kurikulum Tingkat SatuanPendidikan; SebuahPanduanPraktis, Bandung, PT RemajaRosdakarya, Hal: 246

Tidak ada komentar:
Posting Komentar