BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Secara etimologis istilah kurikulum berasal dari bahasa Yunani yaitu curir yang artinya pelari dan curere yang berarti tempat berpacu. Menurut J. Harlan Shores memandang kurikulum sebagai a sequence of potensial experiences set up in the school for pupose of disciplining children and youth in group ways of thinking and acting, yang berarti kurikulum bukan hanya mata pelajaran, tetapi juga pengalaman-pengalaman potensial yang dapat diberikan kepada peserta didi.[1]
Dalam kurikulum terdapat bahasan mengenai struktur dan organisasi kurikulum, yang merupakan perpaduan antara dua kurikulum atau lebih sedemikian hingga menjadi suatu kesatuan yang utuh, dan dalam aplikasi pada kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat menggairahkan proses pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna karena senantiasa mengaitkan dengan kegiatan praktis sehari-hari sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Dengan demikian, kehadiran kurikulum sangat menunjang bagi kelancaran pendidikan.Sebab kurikulum menyajikan bahan-bahan yang akan diajarkan kepada peserta didik.
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, dapat diambil rumusan masalahnya sebagai berikut.
a. Apa yang dimaksud dengan struktur dan organisasi kurikulum PAI?
b. Bagaimana tipe-tipe organisasi kurikulum PAI?
c. Apa saja faktor-faktor pertimbangan dalam organisasi kurikulum PAI?
3. Tujuan
Adapun tujuannya, yaitu:
a. Untuk mengetahui pengertian struktur dan organisasi kurikulum PAI,
b. Untuk mengetahui tipe-tipe organisasi kurikulum PAI, dan
c. Untuk mengetahui faktor-faktor pertimbangan dalam organisasi kurikulum PAI.
PEMBAHASAN
A. Pengertian Struktur dan Organisasi Kurikulum PAI
Sebelum pada pembahasan inti, terlebih dahulu untuk mengetahui pengertian dari struktur, organisasi dan struktur organisasi.
Struktur adalah cara sesuatu disusun atau dibangun.[2] Organisasi adalah suatu kelompok sosial yang bersifat tertutup atau terbuka dari atau terhadap pihak luar, yang diatur berdasarkan aturan tertentu, yang dipimpin atau diperintah oleh seorang pimpinan atau seorang staf administrative, yang dapat melaksanakan bimbingan secara teratur dan bertujuan.[3] Jadi, struktur organisasi adalah susunan dan hubungan-hubungan antar komponen, bagian-bagian dan posisi-posisi dalam suatu organisasi.[4]
Struktur Kurikulum PAI merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran PAI kedalam muatan kurikulum setiap mata pelajaran agama Islam pada setiap tahun pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum.[5]
Struktur kurikulum terdiri atas sejumlah mata pelajaran, beban belajar, dan kalender pendidikan. Mata pelajaran terdiri atas:[6]
1. Mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap satuan atau jenjang pendidikan.
2. Mata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta didik sesuai dengan pilihan mereka.
Beban belajar dinyatakan dalam jam belajar setiap minggu untuk masa belajar selama satu semester.
Organisasi Kurikulum PAI merupakan pola atau bentuk bahan pelajaran agama Islam yang disusun untuk disampaikan kepada peserta didik. Secara akademik, organisasi kurikulum PAI dikembangkan dalam bentuk-bentuk organisasi, sebagai berikut:
1. Kurikulum mata ajaran, yang terdiri dari sejumlah mata ajaran secara terpisah.
2. Kurikulum bidang studi, yang memfungsikan beberapa mata ajaran sejenis.
3. Kurikulum integrasi, yang menyatukan dan memusatkan kurikulum pada topik atau masalah tertentu.
4. Core curriculum, yakni kurikulum yang disusun berdasarkan masalah dan kebutuhan siswa.
Adapun unsur-unsur yang terdapat dalam organisasi kurikulum, yaitu:[7]
1. Konsep, yaitu definisi secara singkat dari sekelompok fakta atau gejala. Hampir setiap organisasi kurikulum dibangun berdasarkan konsep seperti peserta didik, masyarakat, kebudayaan, kuantitas dan kualitas, ruangan dan evolusi.
2. Generalisasi, yaitu kesimpulan-kesimpulan yang merupakan kristalisasi dari suatu analisis. Misalnya, setiap orang baik sebagai subjek maupun sebagai objek berperilaku secara manusiawi.
3. Keterampilan, yaitu kemampuan dalam merencanakan organisasi kurikulum dan digunakan sebagai dasar untuk menyusun program yang berkesinambungan. Misalnya, organisasi pengalaman belajar berhubungan dengan keterampilan komprehensif, keterampilan dasar untuk mengerjakan matematika.
4. Nilai-nilai, yaitu norma atau kepercayaan yang diagungkan, sesuatu yang bersifat absolut untuk mengendalikan perilaku. Misalnya, menghargai diri sendiri, menghargai orang lain dengan segala keberbedaannya dan sebagainya.
Berdasarkan pengertian yang disebutkan, dapat dikatakan bahwa struktur organisasi kurikulum PAI adalah susunan dari pola atau bentuk mata pelajaran PAI yang disusun untuk disampaikan dan harus ditempuh oleh peserta didik.
B. Tipe-Tipe Organisasi Kurikulum PAI
Menurut Nasution, S., dalam Nurdin, S., dan Usman, B. M. (2003:44), dilihat dari organisasi kurikulum, ada tiga tipe kurikulum yaitu:[8]
1. Separated Subject Curriculum
Secara umum, Separated Subject Curriculum merupakan tipe kurikulum dimana bahan dikelompokan pada mata pelajaran yang sempit, dimana antara mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya menjadi terpisah-pisah, terlepas dan tidak mempunyai kaitan sama sekali, sehingga banyak mata pelajaran yang sempit ruang lingkupnya. Contoh: mata pelajaran IPS, IPA, Sejarah, Agama, Bahasa, dan sebagainya.
Dalam Pendidikan Agama Islam misalnya mata pelajaran Bahasa Arab, terbagi atas Imla’, Nahwu dan sebagainya.
Apakah sebenarnya subject atau mata pelajaran itu? Subject ialah hasil pengalaman umat manusia sepanjang masa, atau kebudayaan dan pengetahuan yang dikumpulkan oleh umat manusia sejak dahulu kala. Bahan ini lalu disusun secara logis dan sistematis, disederhanakan dan disajikan kepada peserta didik di sekolah sebagai mata pelajaran setelah disesuaikan dengan usia dan pematangan peserta didik.[9]
2. Correlated Curriculum
Umumnya, Correlated Curriculum merupakan suatu bentuk kurikulum yang menunjukan adanya suatu hubungan antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya, tetapi tetap memperhatikan ciri (karakteristik) tiap bidang studi tersebut. Hubungan antar mata pelajaran dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu:
a. Insidental artinya secara kebetulan ada hubungan antara mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran lainnya. Contoh, bidang studi IPA didalamnya disinggung juga tentang Geografi, Antropologi, dan lain-lain.
b. Hubungan yang lebih erat, misalnya suatu pokok permasalahan yang diperbincangkan dalam berbagai bidang studi.
c. Batas mata pelajaran disatukan dan difungsikan, yaitu dengan meghilangkan batasan masing-masing mata pelajaran tersebut disebut dengan Broad Field.
Demikian juga halnya dengan Pendidikan Agama Islam, misalnya mata pelajaran Sejarah Peradaban Islam didalamnya juga terdapat tentang akhlaq para nabi, sahabat dan sebagainya.
3. Integrated Curriculum
Secara umum, Integrated Curriculum merupakan perpaduan, penyatuan, atau penggabungan dari dua objek atau lebih mata pelajaran supaya menjadi suatu kebulatan atau menjadi utuh.Dalam Intgrated Curriculumpelajaran dipusatkan pada suatu masalah atau topik tertentu.
Integrated meniadakan batas-batas antara berbagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan. Yang penting bukan hanya kurikulum, akan tetapi tujuannya pula yakni membentuk anak-anak menjadi pribadi yang integrated, manusia yang sesuai hidupnya dengan sekitarnya dan harmoni dengan lingkungannya.
C. Faktor-Faktor Pertimbangan dalam Organisasi Kurikulum PAI
Secara umum ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam organisasi kurikulum yaitu, ruang lingkup, urutan, kesinambungan, terpadu, keseimbangan dan waktu.[10] Dengan demikian, adapun faktor yang harus dipertimbangkan dalam organisasi kurikulum PAI, yakni
1. Ruang Lingkup (Scope)
Ruang lingkup kurikulum menunjukkan keseluruhan, keluasan atau kedalaman dan batas-batas bahan pelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik. Dalam Pendidikan Agama Islam, ruang lingkup yang dimaksud mencakup Al-Qur`an, Al-Hadits, Fiqih, Aqidah Akhlaq, Sejarah Peradaban Islam dan mata pelajaran yang terkait lainnya.
2. Urutan (Sequence)
Urutan bahan pelajaran menunjukkan keteraturan bahan yang akan disampaikan kepada peserta didik, kapan bahan terebut baiknya disampaikan terlebih dahulu dan mana bahan yang akan dipelajari kemudian.
3. Kesinambungan (Continuity)
Hendaknya apa yang diajarkan dalam Pendidikan Agama Islam, memiliki kesinambungan untuk setiap jenjang pendidikannya. Agar memiliki korelasi antar tiap mata pelajaran dari masing-masing jenjang pendidikan.
4. Terpadu (Integrated)
Ketika guru menggunakan subject-centered curriculum, maka besar kemungkinan pengetahuan yang diperoleh peserta didik menjadi terpecah-pecah dan tidak fungsional. Hal ini menuntut bahwa dengan demikian keterpaduan antar tiap bahan pengajaran itu harus ada, sehingga menjadi suatu kesatuan yang terpadu dan tidak terpisah-pisah.
5. Keseimbangan (balance)
Maksudnya adalah keseimbangan isi atau bahan pelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik dan keseimbangan proses pembelajaran.
6. Waktu (Times)
Alokasi waktu harus dipertimbangkan dalam organisasi kurikulum, dalam arti apakah suatu mata pelajaran, misalnya akan diberikan selama 2 jam pelajaran per hari, satu minggu, satu bulan, satu semester, satu tahun atau tiap tahun.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Struktur Organisasi Kurikulum PAI adalah susunan dari pola atau bentuk mata pelajaran PAI yang disusun untuk disampaikan dan harus ditempuh oleh peserta didik.
Adapun tipe-tipe organisasi kurikulum PAI, mengacu pada tipe-tipe organisasi kurikulum pada umumnya yaitu, Separated Subject Curriculum, Corelated Curriculum dan Integrated Curriculum.
Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam organisasi kurikulum PAI, juga tidak terlepas dengan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam organisasi kurikulum pada umunya, yaitu:
1. Ruang lingkup (Scope)
2. Urutan (Sequece)
3. Kesinambungan (Continuity)
4. Terpadu (Integrated)
5. Keseimbangan (Balance)
6. Waktu (Times)
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Zaenal. 2012. Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Cetakan ke-2, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Hamalik, Oemar.2007. Managemen Pengembangan Kurikulum. Cetakan ke-2. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Huda, Niamul. 2012. Pengertian Struktur Kurikulum. Diunduh pada 21 Oktober 2013 pkl. 23.00 WIB dari website http://pengertianpengertian.blogspot.com/2012/04/pengertian-struktur-kurikulum.html
Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2013.Struktur. Diunduh pada 22 Oktober 2013 pkl 07.00 WIB dari websitehttp://bahasa.cs.ui.ac.id/kbbi/kbbi.php?keyword=struktur&varbidang=all&vardialek=all&varragam=all&varkelas=all&submit=tabel
Nasution. 1994. Asas-Asas Kurikulum. Jakarta: Bumi Aksara.
Sudrajat, Akhmad. 2013. Dokumen Kurikulum 2013. Diunduh pada 21 Oktober 2013 pkl. 23.35 WIB dari website akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2013/03/draft-kurikulum-2013.doc
Trianto. 2011. Model Pembelajaran Terpadu (Konsep, Strategi dan Implementasinya dalam KTSP). Cetakan ke-3, Jakarta: Bumi Aksara.
Wiliyanto, Dimas. 2012. Pengertian Struktur dan Bentuknya. Diunduh pada 22 Oktober 2013 pkl. 07.15 WIB dari website http://dimaswiliyanto.blogspot.com/2012/07/pengertian-struktur-dan-bentuknya.html
[1] Drs. Zaenal Arifin, M.Pd., 2012, Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum, Cetakan ke-2, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, hlm. 2
[2] Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2013, Struktur, http://bahasa.cs.ui.ac.id/kbbi/kbbi.php?keyword=struktur&varbidang=all&vardialek=all&varragam=all&varkelas=all&submit=tabel
[3] Prof. Dr. Oemar Hamalik, 2007, Managemen Pengembangan Kurikulum, Cetakan ke-2, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, hlm. 136
[4] Dimas Wiliyanto, 2012, Pengertian Struktur dan Bentuknya, http://dimaswiliyanto.blogspot.com/2012/07/pengertian-struktur-dan-bentuknya.html
[5] Niamul Huda, 2012, Pengertian Struktur Kurikulum, http://pengertianpengertian.blogspot.com/2012/04/pengertian-struktur-kurikulum.html
[6] Akhmad Sudrajat, 2013, Dokumen Kurikulum 2013, akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2013/03/draft-kurikulum-2013.doc
[7]Drs. Zaenal Arifin, M.Pd., Op. Cit., hlm. 96
[8] Trianto, M.Pd., 2011, Model Pembelajaran Terpadu Konsep, Strategi dan Implementasinya dalam KTSP, Cetakan ke-3, Jakarta: Bumi Aksara, hlm. 33
[9] Prof. Dr. S. Nasution, M.A., 1994, Asas-Asas Kurikulum, Jakarta: Bumi Aksara, hlm. 179
- [10]Drs. Zaenal Arifin, M.Pd., Op. Cit., hlm. 104-108
Tidak ada komentar:
Posting Komentar