Sabtu, 23 Mei 2020

DAKWAH RASULULLAH SAW SECARA TERANG-TERANGAN DALAM (Q.S AL-HIJR SURAT KE-15 AYAT 94-95) SEJARAH KEBUDYAAN ISLAM DI MADASAH TSANAWIYAH



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Asbababun Nuzul Q.S Al-Hijr ayat 94-95
Ibnu Abbas berkata , “ ayat tentang fashda’ bimaa tu’maru ( maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang di perintahkan ( kepadamu) makasudnya adalah pencarkan persekutuan dan kesatuan mereka dengan menyerukan tauhid kepada, sesungguhnya mereka itu terpecah-pecah dengan sebagian yang menyambut,
Dan ayat wa’aridh ‘anil musyrikiin “ dan berpaling dari orang-orang musyrik” . tentang ayat ini kalangan ulama berpendapat.
Makna ayat ini adalah jangan pedulikan pendustaan dan olok-olok mereka serta jangan pula hal itu menyusahkanmu, sesungguhnya Allah yang menjadamu dari mereka. Jadi makna ayat menurut penakwilan adalah sampaikanlah secara terang-terangan apa yag di perintahkan kepadamu, yakni risalah Tuhanmu dan berpalinglah dari orang-orag musyrik, yakni jagan pedulikan dan takut kepada mereka. Makna ini seperti halnya firman Allah :
Artinya : “ hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunka Tuhanmu kepadam. Jika tidak kamu kerjakan( apa yang si perintahkan itu, bearti ) kamu tidak menyampaikan amanat Nya. Allah memelihara kamu dari ( gangguan ) manusia” { Q.S Al Maidah:67 }
Asbabun Nuzul ( Sebab Turunnya Ayat ). Di awal Nabi Muhammad menerima wahyu yang pertama dan disuruh oleh Allah untuk berdakwah, beliau lakukan dengan cara sembunyi-sembunyi. Dakwah ini dilakukan di kalangan keluarga Nabi dan orang terdekat Nabi. Orang yang pertama masuk islam adalah Khadijah dari kalangan wanita, Ali bin Abu Thalib dari kalangan pemuda, Zaid dari kalangan budak dan Abu Bakar. Beliau menjadikan rumah Al Arqam bin Abil Arqam sebagai markas kutlah ( kelompok dakwah) dan madrasah bagi dakwah baru ini.
Dirumah Arqam itulah rasulullah SAW. Mengumpulkan para sahabat, mengajar Islam kepada mereka, membacakan Al Qur’an kepada mereka, menjelaskanny, memerintahkan mereka untuk menghafal Al Qur’an. Beliau SAW tinggal di markas pengkaderan itu selam 3 tahun membina ( yutsaqqif ) kaum muslimin generasi pertama itu, sholat bersama tahajud di malam harridan membangkitkan keruhanian serta membina akal fikiran mereka dengan makna lafazh-lafazh Al qur’an serta mefahim dan pemikiran islam, dan melatih mereka untuk bersabar terhadap berbagai halangan dan hambatan dakwah, dan mewasiatkan kepada mereka untuk senatiasa taat dan patuh sehingga mereka benar-benar ikhlas Lillahi ta’ala (Taqiyadun An Nabhani, Ad Daulah Al Ialamiyah, hal 11-12). Rasul tetap merahasiakan aktivitas dakwahnya, dan terus melakukan upaya-upaya pengakderan dan pembinaan ( tatsqiif )hingga turun surat Al Hijr : 94.
Asbabun Nuzul turunnya  Q.S Al-Hijr ayat 95. “ sesungguhnya kami memelihara kamu  dari kejahatan orang-orang yang memperolok-olok (kamu). (Q.S, 15 Al-Hijr ayat 95)[1]
Imam Bazar dan Imam Thabrani telah mengetengahkan sebuah hadis melalui Anas ibnu Malik r.a. yang telah menceritakan, bahwa pada suatu hari Nabi SAW lewat bertemu dengan segolongan orang-orang Mekkah. Lalu mereka menunjuk-nunjukkan jari telunjuk mereka diarah lurus tengkuk Nabi SAW (dari belakangnya), seraya berkata:” Inilah orang yang mengaku-ngaku menjadi seorang Nabi dan di temani oleh Malaikat Jibril”. Maka Malaikat Jibril pun menunjukkan pula dengan jari telunjuknya kea rah mereka, maka pada saat itu juga turunlah Firmannya :“ sesungguhnya kami memelihara kamu  dari kejahatan orang-orang yang memperolok-olok (kamu). (Q.S, 15 Al-Hijr ayat 95)

B.     Dakwah secara terang-terangan
      Seruan Nabi Muhammad SAW.Kurang lebih tiga tahun lamanya seruan nabi Muhammad SAW. Dilakukan secara sembinyi-sembunyi dan seruannya itu hanya disampaikan kepada oorang yang diyakini akan menerima Islam. Selama ini pula beliau bersama sahabatnya melaksanakan shalat secara sembunyi-sembunyi agar tidak dipantau oleh orang Quraisy. Kemudian setiap kali kaum musrikin melihat kaum muslimin  mengerjakan shalat,mereka mengejaknya tata cara peribadatan tersebut pun ikut meremehkan nya pula. Sehingga pad awaktu jumlah orang-orang menerima Islam bertambah banyak dan orang-orang Quraisy pun mengkhawatirkan jumlah mereka terus bertambah,maka berbagai cara mereka menghambatnya. Mereka menjadi penghambat bagi orang-orang untuk menerima Islam yang disampaikan oleh RTasulullah SAW. Dan untuk itu mereka tidak segan-segan menghina keberadaan orang yang telah mesuk Islam. Akan teyapi Rasulullah s.a.w. Sudah tiga tahun hanya berdakwah secara sembunyi-sembunyi,kini beliau diperintahkan agar tidak mempedulikan sikap orang-orang yang menantang dan melecehkan Dakwah mulia ini.[2]
Di saaat jumlah kaum muslimin yang berada di Kota Mekah makin bertambah, Rasulullah saw.[3]mencoba untuk menyebarkan dakwahnya secara terang-terangan. Hal ini seiring dengan turunnya firman Allah Swt.
فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ [١٥:٩٤]
إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ [١٥:٩٥]
Artinya:
“Maka sampaikanlah olehmu (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musrik. Sesungguhnya kami memelihara kamu  dari kejahatan orang-orang yang memperolok-olok (kamu).” (Q.S. al-Hijr/15:94-95)
Ayat- ayat tersebut menekankan bahwa dakwah Nabi Muhammad saw. bertujuan untuk menghindarkan manusia dari kemusrikan dan mengajak kepada ketauhidan.Kemudian diterima lagi wahyu yang berbunyi,
“Dan brilah peringatan kepada kerabat kerabatmu yang dekat,dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikuti kamu,yaitu orang-orang yang beriman. Jika mereka memperhatikanmu maka katakanalah, sesungguhnya aku aku tidak bertanggungjawab terhadap apa yang kamu kerjakan.”(asy-syu’araa:214-216).
Setelah menerima ayat-ayat tersebut, Nabi SAW. Senantiasa tinggal dirumah satu bulan lamanya. Karena beliau berfikir agak panjang,merasa belum kuat atau sangat berat mengerjakan perintah-perintah itu. Sehingga beliau disangka sedang sakit oleh famili (sanak saudara,terutama paman beliau Abu thalib) Karena setiap hari selama satu bulan beliau tidak pernah tampak wajahnya,dan tidak pernah keluar dari rumahnya. Oleh sebab itu, suatu hari beliau didatangi oleh pamannya yag tercinta, Abu thalib dan Istrinya dengan saudara-saudara dekatnya. Oleh pamannya, beliau ditanyai tantang sakitnya. Beliau terperanjat mendangar pertanyaan itu. Beliau lalu menerangkan apa yang sedang dihadapinya sebagai jawaban atas pamannyai itu,yaitu bahwa dirinya tidak sakit. Penyebab kenapa bekliau tidak pernah keluar dari rumah sampai satu bulan lamanya itu karena beliau baru menerima wehyu dar Allah yang berisi perintah agar beliau menyeru famili (sanak saudara yang dekat) supaya beriman kepada Allah yang maha esa dan mempercayai seruan beliau. Oleh paman paman beliau, laki-laki dan perempuan beliau diizinkan dan diberi kesempatan untuk mengerjakan kewajiban itu dangan seluas-luasnya.
Mula-mala Nabi SAW. Mengundang dan menyeru kerabat kerabat dari bani Abdul Muthalib. Nabi mengundang mereka dalam suatu jamuan makan. di dalam acara jamuan itu sekitar 40 orang bani Hasyim.Setelah para undangan menikmati hidangan,nabi Muhammad saw bersabda,
“Sesungguhnya orang-orang menjadi mata-mata muysuh sekalipun,tidak sampai hati berdusta kepada  kaum kerbatnya sendri, Demi Allah, Kalau saya berdusta kepada kaum kerabatku. Setelah cukup mendapat perhatian,ia melanjutkan, Demi Allah yang tidak ada tuhan selain Allah kepada kalian dan manusia pada umumnya.”
Ia menjelaskan bahwa setiap orang yang akan mati, seperti tidur,kemudian akan dibangkitkan kembali,seperti orang yang akan dibangunkan daritidurnya, kemudian setiap amalnya akan dipertanggungjawabkan serta diberi balasan,yang baik dibalas dengan kebaikan,dan yang jahat dibalas dengan kejahatan.balasan itu hanya satu diantara dua: surga dan neraka. Namun sanak saudara yang hadir saat itu tidak menanggapi dakwah nabi Muhammad saw denagan baik. Bahkan sejak itu abu lahab, paman dan sekali gus besannya,mulai memperlihatkan sikap memusuhi.
 Langkah pertama Nabi Muhammad saw. dalam berdakwah secara terbuka adalah mengumpulkan warga Kota Mekah di Bukit Safa. Warga Kota Mekah dengan senang hati memnuhi undang tersebut, saat itu, Nabi Muhammad saw. adalah orang yang sangat dipercaya dan dihormati. Maereka yang diundang Nabi Muhammad saw. memenuhi undangan itu, termasuk Abu Lahab.
Setelah semua berkumpul di kaki Bukit Safa terjadilah dialog antara Nabi Muhammad saw. dengan warga Kota Mekah. Nabi Muhammad saw. bertanya, “Bagaimana menurut pendapat kalian jika aku memberitakan bahwa ada seekor kuda yang dapat keluar dari dalam gunung ini lalu menyerang kalian? Apakah kalian percaya?” semua yang hadir menjawab “ya, kami percaya. Kami tidak pernah mengetahui engkau berdusta.” Kemudian, Nabi Muhammad saw. berkata lagi ”ketahuilah, sesungguhnya aku ini (di utus Allah) sebagai pemberi peringatan kepada kalian akan adanya sisksa Allah yang sangat keras” belum selesai perkataan Nabi Muhammad saw. , Abu Lahab berteriak marah memotong ucapan Nabi Muhammad saw. , “Caelakalah kamu Muhammad! Apakah hanya untuk ini kau kumpulkan kami semua?” bersamaan ituy Abu Lahab melempari Nabi Muhammad saw. dengan batu. Akhirnya, pertemuan itu berakhir dengan kekacauan.
Dakwah Nabi Muhammad saw. ditolak dan didustakan oleh paman beliau sendiri yang bernama Abu Lahab dan istrinya. Berhubungan dengan sikap Abu Lahab tersebut, Allah swt. mencelahnya dengan firman-Nya berikut, yang artinya:
1.      Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!
2.      Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.
3.      Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).
4.      Dan (begitu pula) istrinya pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).
5.      Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal. (Q.S. al-Lahab/111:1-5)
Seruan terbuka tersebut membuat Islam mulai dikenal masyarakat luas dan menjadi pusat perbincangan. Warga Kota Mekah, terutama suku bangsa Quraisy, banyak yang menentangnya. Dengan segala cara, para penentang tersebut berusaha menghentikan dakwah Nabi Muhammad saw. keberanian kaum kaum muslimin untuk melakukan dakwah secara terbuka makin menguat setelah Umar bin Khattab masuk islam. Sebelumnya, Umar bi Khattab adalah penentang utama dakwah Islam.
Menghadapi ancaman tersebut, nabi Muhammad saw. beserta pengikut setianya tidak mundur. Sedikit demi sedikit dakwah Islam tetap berjalan. Pada masa-masa awal tersebut, orang-orang yang dapat menerima dakwah Nabi Muhammad saw. adalah dari golongan tertindas dan kaum miskin.

C.    Reaksi Quraisy terhadap dakwah Islamiyah
Dakwah secara terbuka mulai melahirkan reaksi keras menantang nabi saw. Namun,nabi tidak cepat berputus asa. Dakwah terus dilanjutkan dan dan hasinya mulai terlihat,jumlah pengikut nabi saw. Yang terdiri hanya belasan orang, makin hari makin bertambah mereka terutama terdirai dari kaum wanita, kaum budak atau bekas budak,pekerja,dan orang yang tidak punya mereka menunjukkan semangat yang kuat,meskipu kebanyakan adalah orang-orang lemah. Untuk itu beberapa tokoh Quraisy mulai merasakan bahwa ajaran Muhammad saw. Dapat membahayakan kedudukan mereka. Walaupi demikian, belum ada tindakan kekerasan yangdilakukan oleh orang Quraisy. M\ereka hanyaberusaha mendiskriditkan Muhammad saw.dan mendustakan ajarannya. Mereka membujuk para penyair seperti Abu sofyan bin Haris ( w.651), Amar bin As (575-663) dan Abdullag az-Zibara untuk mengejek Muhammad saw.Beberapa orang Quraisy lain juga menuntut mukjizat kepada nabi saw.sebagaimana yang diturunkan kepada musa dan Isa. Banya mukjizat yang mereka tuntut,seperyti menyulap bukut shafa dan marwah menjadi emas, menghidupkan orang yangsydah mati,dan melahirkan air di mekah yang lebih sedap dari air zamzam. Oleh karena tidak mendatangkan mukjizat, nabi Muhammad saw teru menjadi bulan-bulanan dan bahan olok-olokan. Dalam suasana ini kemudian turun wahyu yang Artinya,
“Katakanlah, Aku berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudaratan kecuali yang dikehandaki Allah. Dan sekiranya Allah mengetahui yang gau\ib, tentulah aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanya pemberi peringatan dan pembawa berita gembirabagi orang-orang yang beriman.”(al-a’raaf:188).[4]

D.    Pemuka Quraisy yang merintangi Dakwah Nabi Muhammad saw
Perlu dijelaskan lebih dahulu nama pemuka-pemuka dan ketua-ketua musrikin Quraisy yang merintangi seruan beliau. Pada masa permulaan Islam. Diantarannya yang paling termuka dan paling terkenal adalah Abu lahab (Abu Azza), Abu jahal 9Amar bin Hisyam), Umar ibnul kattab (sebelum masuk Islam), Uqbah bin Abi Mu’aith,Aswad bin Abdul muthalib,Ash bin wail,walid bin Mughirah,Nadhar bin Harits,Aswad binAbdi jaghuth,Hakim bin Abil ash,Abu sufyan binharb (sebelum masuk Islam),Dan Ummu jamil (Istri Abu lahab).
Dapat dikatakan bahwa sebagian besar yang menjadi perintang seruan nabi saw. Pada masa itu adalah dari golongan bangsawan,hartawan besar,dan pembesar-pembesar Quraisy yang jiwanya sedang diperbudak oleh hawa nafsu sahwatnya,serta kehidupannya tengah dipenjara oleh kemewahan dan kesenangan hidup diduniawi.
Memang, sepanjang riwayat, golongan orang-orang yang demikian itulah yang biasanya merintangi cahaya kebenaran yang dibawa oleh para nabi Allah yang terdahulu. Oleh sebab itu,cahaya kebenaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Ketika itu mendapat rintangan besar dari orang-orang Quraisy seperti itu.[5]







   BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dakwah Nabi Muhammad saw. secara terang terangan kepada masyarakat luas. Dakwah ini dilakukan nabi setelah selama tiga tahun beliau berdakwah secara sembunyi sembunyi selama itu pula beliau berdakwah dari rumah ke rumah,dari satu orang ke orang lain,dan berhasil mengislam kan puluhan orang. Setelah itu Allah AWT. menurunkan perintah agar nabi berdakwah secara terang terangan.
Dengan perintah tegas dari Allah SWT.Nabi segera mengumpulkan masyarakat luas di bukit shafa, dalam seruannya nabi saw.mengajak manusia agar menyembah Allah tuhan semesta Alam dan tidak menyembah berhala. Mereka diminta bersaksi bahwa Muhammad adalah urtusan Allah. Mereka harus senantiasa berbuat baik dan meninggalkan semua bentuk perbuatan tercela.
Dalam sejarah Islam Nabi Muhammad saw.adalah nabi besar. Beliau dipilih Allah sebagai utusannya.yang terakhir dan menyempurnakan nabi dan rasul sebelumnya. Ajaran yang dibawa Nabi Muhammad saw.sangat lengkap berlaku sepanjang masa sampai hari kiamat tiba.






DAFTAR PUSTAKA
Azyumardi Azra,2002. Ensiklopedi Tematis Dunua Islam, Jakarta: PT. Ichtiar Baru   Van Hoeve,
Darsono Ibrahim. 2014. Tonggak Sejarah Kebudayaan Islam 1 untuk Kelas VII Madrasah Tsanawiyah, Solo, PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Imam jalaluddin Al-Mahali Imam Jalaluddi As-Suyuti, , 1987 Tafsir Jalalain Berikut Asbaabun Nuzul Ayat. Bandung, Sinar Baru Algerindo.
Hasan Ibrahim Hasan,2001. Sejarah Kebudayaan Islam I, Jakartaa: Kalam Mulia.
Moenawar Chalil, 2001. Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW, Jakarta, Gema Insani.





[1]Imam jalaluddin Al-Mahali Imam Jalaluddi As-Suyuti, Tafsir Jalalain Berikut Asbaabun Nuzul Ayat (Bandung, Sinar Baru Algerindo, 1987)., hlm 1067.
[2]Hasan Ibrahin Hasan, Sejarah Kebudayaan Islam I, (Jakarta, Kalam Mulia,2001), hlm.149.
[3] Ibrahim Darsono. Tonggak Sejarah Kebudayaan Islam 1 untuk Kelas VII Madrasah Tsanawiyah(Solo, PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2014). Hlm 10-12
[4]Azyumardi Azra, Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, (Jakarta,PT. Ichtiar Baru Van Hoeve,2002), hlm.97.
[5]Moenawar Chalil, Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW, (Jakarta, Gema Insani,2001), hlm.187

Tidak ada komentar:

RESEP OSENG KANGKUNG

Bahan-bahan: * Seikat Kangkung  * 3 cabe merah besar * Cabe rawit sesuai selera. * 1 Lengkung  * 3 Siung Bawang Merah.  * 1 Siung Bawang Put...