Jumat, 29 Mei 2020

FUNGSI, TUJUAN, dan KEGUNAAN DATA EVALUASI PEMBELAJARAN

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Mengingat betapa pentingnya kegiatan mengukur dan menilai peserta didik,maka sudah seharusnya setiap guru memiliki pengetahuan tentang konsep dasar penilaian serta ketrampilan mengaplikasikannya dalam kegiatan pembelajaran. Kenyataan selama ini, misalnya masih ada sebagian guru yang dalam melaksanakan penilaian lebih mengacu pada penilaian secara individual yang lebih menekankan pada aspek kognitif.
Padahal dalam penilaian harus memperhatikan tiga aspek yaitu: pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotorik). Ketika aspek ini harus dinilai secara proporsional sesuai dengan karakteristik atau sifat dari mata pelajaran yang bersangkutan. Akibatnya dapat kita saksikan yaitu banyaknya para lulusan hanya menguasai teori saja dan tidak mampu mengaplikasikan pengetahuan yang mereka kuasai.

B.     Rumusan Masalah
Dengan latar belakang diatass dapat dirumuskan menjadi rumusan masalah yaitu,
1.      Apakah objek evaluasi pembelajaran itu?
2.      Apa kegunaan data evaluasi?
3.      Apa fungsi dan tujuan evaluasi?
4.     Apa kegunaan evaluasi pembelajaran?

C.    Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuannya adalah:
1. Untuk memahami objek evaluasi pembelajaran,
2. Untuk memahamikegunaan data evaluasi,
3.      Untuk memahami fungsi dan tujuan evaluasi, dan
4.      Untuk memahami kegunaan evaluasi pembelajaran.




BAB II
PEMBAHASAN
A.    Objek Evaluasi Pembelajaran
Dalam bukunya Ngalim Purwanto, Evaluasi Pengajaran (2012: 9) bahwa Aspek- aspek yang perlu diperhatikan didalam evaluasi terhadap siswa SD dan SL (seperti dikemukakan oleh Tyler) banyak jumlahnya dan menyangkut berbagai aspek dari kepribadian siswa seperti:
1.   Aspek-aspek tentang berfikir, termasuk didalamnya: infeligensi, ingatan, cara menginterpretasi data, prinsip-prinsip pengerjaan, pemikiran logis, dan sebagainya.
2.   Perasaan sosialnya,termasuk didalamnya: cara bergaul, cara pemecahan nilai-nilai sosial, cara menghadapi dan berpartisipasi dalam kenyataan sosial, dan sebagainya.
3.   Keyakinan sosial dan kewarga negaraanmenyangkut: pandangan hidupnya terhadap masalah-masalah sosial, politik dan ekonomi.
4.   Apresiasi seni dan budaya .
5.   Minat, bakat, dan hobi.
6.   Perkembangan sosial dan personal.
Scope objek evaluasi dari segi lain, beberapa aspek kepribadiannya yaitu:
1.   Kesehatan dan perkembangan fisik .
2.   Perkembangan emosional dan sosial.
3.   Tingkah laku etis, standar personal, dan nilai-nilai sosial
4.   Kemampuan atau kecakapan untuk menjalankan kepemimpinan, untuk memilih pemimpin secara bijaksana, untuk bekerja dalam kelompok alam sekitar, masyarakat, dan negara.
5.   Menjadi warga negara yang berguna dirumah, disekolah, dan masyarakat sekarang dan masa mendatang.
6.   Pengetahuan tentang IPA seperti tanaman-tanaman, hewan, ilmu alam, teknologi dan sebagainya.
7.   Perkembangan estetika, baik sebagai penikmat maupun pencipta dalam seni sastra, drama, radio dan televisi, kerajinan tangan, home decoration, dan sebagainya.
8.   Kompetensi dalam komunikasi dengan orang-orang lain melalui berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis.
9.   Kecakapannya dalam berhitung, mengukur, menaksir, dan berfikir kuantitatif.
Didalam kurikulum SD tahun 1975, sebagai kurikulum yang berorientasi pada tujuan, aspek-aspek kepribadian siswa yang menjadi objekpenilaian secara jelas tergambar di dalam tujuan institusionalnya. Tujuan institusional SD menurut kurikulum dibagi menjadi tujuan umum dan tujuan khusus sebagai berikut:
Tujuan umum pendidikan SD adalah agar lulusan:
a.       Memiliki sifat-sifat dasar sebagai warga negara yang baik;
b.      Sehat jasmani dan rohani; 
c.       Memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap dasar yang diperlukan untuk:
1.   Melanjutkan pelajaran,
2.   Bekerja dimasyarakat,
3.   Mengembangkan diri sesuai dengan asaspendidikan seumur hidup.
Tujuan khusus pendidikan SD adalah agar lulusan:
a.   Dibidang pengetahuan:
1.   Memiliki pengetahuan dasar yang fungsional tentang:
a)   Dasar-dasar kewargaan negara dan pemerintah sesuai dengan pancasiladan UUD 1945
b)   Agama yang dianut
c)   Bahasa indonesia dan penggunaanya sebagai alat komunikasi
d)  Prinsip-prinsip dasar matematika
e)   Gejala dan peristiwa yang terjadi disekitarnya
f)    Gejala dan peristiwa sosial, baik dimasa lampau maupun dimasa sekarang.
2.   Memiliki pengetahuan dasar tentang unsur kebudayaandan tradisi nasional
3.   Memiliki pengetahuan dasar tentang kesejahteraan keluarga, kependudukan dan kesehatan.
4.   Memiliki pengetahuan dasar tentang berbagai bidang pekerjaan yang terdapat dimasyarakat sekitarnya.
b.   Dibidang keterampilan:
1.   Menguasai cara-cara belajar yang baik
2.   Terampil menggunakan bahasa indonesia, baik lisan maupun tulisan
3.   Mampu memecahkan masalah sederhana secara sistematis dengan menggunakan prinsip ilmu pengetahuan yang telah diketahuinya
4.   Mampu bekeja sama dengan orang lain dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan masyarakat
5.   Memiliki keterampilan berolahraga
6.   Terampil sekurang-kurangnya dalam satu cabang kesenian
7.   Memiliki keterampilan dasar dalam segi kesejahteraan keluarga dalam usaha pembinaan kesehatan
8.   Menguasai sekurang-kurangnya satu jenis keterampilan khusus yang sesuai dengan minat dan kebutuhan lingkungannya, sebagai bekal untuk mencari nafkah.
c.    Dibidang nilai dan sikap:
1.   Menerima dan melaksanakan Pancasila dan Undang- undang Dasar 1945.
2.   Menerima dan melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yanag Maha Esayang dianut serta menghormati agama yang dianut orang lain.
3.   Mencintai sesama manusia, bangsa, dan lingkungan sekitarnya.
4.   Memiliki sikap demokratis dan tenggang rasa.
5.   Memiliki rasa tanggung jawab.
6.   Dapat menghargai kebudayaan dan tradisi nasional termasuk bahasa indonesia.
7.   Percaya pada diri sendiri dan bersikap maha karya.
8.   Memiliki minat dan sikap positif terhadap ilmu pengetahuan.
9.   Memiliki dasar akan disiplin dan patuh pada peraturan yang berlaku, bebas, dan jujur.
10.  Memiliki inisiatif, daya kreatif, sikap kritis, rasional dan objektif dalam memecahkan persoalan.
11.  Memiloiki sikap hemat dan produktif.
12.  Memiliki minat dan sikap yang positif dan konstruktif tengang olahraga dan hidup sehat.
13.  Menghargai setiap jenis pekerjaan dan prestasi kerja dimasyarakat tanpa memandang tinggi – rendahnya nilai sosial / ekonomi masing- masing jenis pekerjaan tersebut, dan berjiwa pengabdian kepada masyarakat.
14.   Memiliki kesadaran menghargai waktu.
Sasaran pokok dalam setiap kegiatan evaliasi dala pendidikan adalah sampai dimana perkembangan anak didik setelah mengalami pendidikan dan pengajaran selama jangka waktu tertentu:
a.    Bagaimana perkembangan pengetahuan dan pengertiannya terhadap bahan pelajaran yang telah diberikan
b.   Bagaimana perkembangan sikapnya, baik fisik  maupun mental
c.    Bagaimana kecerdasan dan cara berpikirnya
d.   Bagaimana keterampilan dan kecekatannya
e.    Bagaimana perkembangan jasmani dan kesehatannya, dan lain- lain.
Pendidikan merupakan suatu proses berkesinambungan dan menyangkut berbagai faktor yang saling berpengaruh, didalam setiap kegiatan evaluasi perlu diperhatikan dan dipertimbangkan hal-hal yang menyangkut isi pendidikan dan prosesnya tentang isi pendidikan, didalamnya tercakup:
a.    Bahan pelajaran yang diajarkan: sesuai tindakannya dengan perkembangan anak (kecerdasannya, minatnya, tingkat umurnya).
b.   Situasi, lingkungan, dan keadaan sekolah berikut alat-alat pelajaran (sasaran pendidikan) yang tersedia
c.    Keadaan guru-guru dan pegawai: cukup atau tidak cukup, bagaimana kualitas dan kapasitasnya
Yang menyangkut prosespendidikan,didalamnya tercakup:
a.    Bagaimana cara guru mengajar, metode-metode apa yang dipergunakan
b.   Bagaimana cara murid belajar, minat dan perhatiannya terhadap pelajaran, dan sebagainya
c.    Lamanya waktu yang tersedia untuk mengajar dan belajar (pergantian guru yang kurang tepat waktunya, guru-guru yang sering absen, dan lain-lain).

B.     Kegunaan Data Evaluasi
Dalam bukunya Ngalim Purwanto (2012: 12) Penggunaan data yang di peroleh dari teknik-teknik evaluasi sebenarnya bergantung pada tujuan yang akan dicapai / yang dikehendaki.perencanaan yang matang adalah dasar bagian penggunaan yang bijaksana dari informasi yang diperoleh/dilakukan demgan bermacam-macam alat evaluasi.
Satu cara mengklasifikasikan penggunaan bermacam-macam pengukuran bergantung pada fungsi berbagai personil sekolah, terutama administrator, supervisor, guru konselor atau pembimbing, dan pekerja riset.
Dengan demikian kita dapat mengklasifikasikan penggunaan data yang diperoleh dengan bermacam-macam teknik evaluasi itu kedalam empat golongan sebagai berikut:
1.   Penggunaan Administratif
Administrator dapat menggunakan hasil atau data evaluasi untuk melengkapi kartu catatan-catatan tingkah laku murid, minat, kecakapan-kecakapan, dan kartu catatan kumulatif  murid atau folder kumulatif, dan menjadi suatu dasar bagi evaluasi pertumbuhan dan berkembang individu atau untuk pengelompokan kelas, untuk melengkapi laporan-laporan kepada orang tua murid, sebagai catatan-catatan objektif dan sistematis dari murid-murid, yang sangat diperlukan saat murid pindah kesekolah lain, melengkapi laporan-laporan periodik tentang kemajuan sekolah pada instansi-instansi atasan yang memerlukan.
2.   Penggunaan instruksional
Supervisor (pengawas) dapat menggunakan data atau hasil-hasil evaluasi itu untuk berbagai keperluan yaitu:
a)   Untuk membantu atau menolong guru-guru dalam cara mengajar yang lebih baik.
b)   Untuk menentukan status kelas atau murid dalam hubungannya dengan tujuan-tujuan pokok kurikulum.
Guru dapat menggunakan data tes dan data evaluasi itu untuk berbagai keperluan dan tujuan, yang dalam garis besarnya banyak persamaannya dengan tujuan administrator dan supervisor seperti telah diuraikan diatas.
Guru dan suprvisor sering kali perlu mendiskusikan data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh dari berbagai teknik evaluasi itu untuk mencapai kesepakatan mengenai berbagai masalah tentang belajar- mengajar. Guru dapat menggunakan hasil-hasil tes dan evaluasi itu untuk:
1)   Menentukan status masing-masing murid dalam berbagai mata pelajaran dan dalam berbagai tujuan kurikulum
2)   Mengidentifikasi muri-murid yang pandai (gifted), yang normal (sedang), dan yang lambat belajar
3)   Mengelompokan murid-muriddi dalam kelas untuk tujuan-tujuan pengajaran (seperti murid kelas I-III) dalam membaca, bahasa, berhitung (matematika), dan sebagainya
4)   Membuat analisis diagnosis tentang kesulitan-kesulitan murid danmenilai
5)   Menentukan status individu murid atau kelas pada permulaanatau akhirtahun ajaran atau kuartal
Teknik-teknik evaluasi seperti catatan-catatan harian, observasi, ratin scales, persoalan reports, interviews dan sociometric methos,membantu guru-guru untuk menilai dan menimbangpertumbuhan dan perkembangan murid-murid denganlebih bijaksa.
Jika teknik-teknik evaluasitersebut diatas digunakan secara sistimatisuntuk mengumpulkan data-data tentang pribadidan penyesuaian murid-murid,guru dapat menggunakan untuk:
a)   mengidentifikasi murid-murid,siapa yang well ajusted dan siapa-siapa yang poorly ajusted
b)   mendiagnosis kemungkinan sebab-sebab atau faktor-faktor apa yang mempengaruhi maladjustment dan
c)   menetapkan kondisi-kondisi dan situasi-situasi individu dan kelompok bilamana mungkin untuk membantu atau menolongpertumbuhan kearah adjustment yang lebih baik.
Dalam hal yang serupa, sociometric methods dapat digunakan sebagai alat untuk mengidentigfikasi siapa-siapa di antara kolompok murid yang leaders dan siapa-siapa yang isolates, dan untuk membangunan hubungan-hubungan sosial di dalam kelas yang membantu perkembangan sosial murid secara maksimum.
Interest invetories dapat digunakan untuk mengidentifikasi minat-minat murid dalam membaca atau kegiatan-kegiatan pendidikan atau vocation;dengan demikian,memungkin kan guru untuk mem-consel murid-murid dan menyesuaikan kurikulum terhadap kebutuhan-kebutuhan mereka.
Attitude scansel(sekala sikap)dapat digunakan untuk mengetahui atau mengenal sikap-sikap individu atau kelompok terhadap kelompok-kelompok minoritas.
Adapun case-study biasanya membantu untuk penggunaan atau aplikasi bagi murid yang sangat maladjusted, dan catatan kumulatif digunakan sebagai suatu metode atau cara untuk mengevaluasi dan membimbing pertumbuha dan perkembangan tiap-tiap murid.


3.   Penggunaan bagi Bimbingan dan Penyuluhan
Dewasa ini bimbingan dan penyuluhan dipandang sebagai suatu bagian yang integral dari program pendidikan.kecakapan sebagai petugas bimbingan telah menjadi sebagian dari petugas dan tanggung jawab guru terhadap murid-muridnya,seperti halnya dengan tugas dan tanggung jawab para konselor bimbingan.
Guru dan konselor menggunakan data-data yang baik dan tepat untuk memberikan bimbingan dan penasihat terhadap murid-murid dalam hal pertumbuhan dan perkembanganfisik,mental, emosionaldan sosial seperti bimbingan dalam hal memilih jurausan, mengubah program studi, memberi motivasi untuk belajar lebih giat,memilih sekolah tempat melanjutkan, mengenal minat dan kecakapannya sendiri, dan mengembangkan penyesuaian pribadinya.
Bimbingan vocational terutama penting bagi sekolah lanjutan, seperti hal memilih jurusan atau lapangan pekerjaan apa yang sesuai dengan pribadi serta kemampuan murid.data yang diperoleh dari evsaluasi melalui berbagai teknik evaluasi, seperti tes intejelensi,achievent tes, attitude tes,catatan-catatan observasi,catatan harian,interenst inventoriest, dan catatan kumulatif dapat dipergunakan oleh konselor (guru pembimbing) untuk membimbing kearah pemilihan pekerjaan sesuai dengan minat, kemampuan,dan kecakapan siswa masing-masing.
4.   Penggunaan bagi Penyelidikan
Data yang dikumpulkan dengan berbagai teknik evaluasi dapat pula digunakan bagi keperluan tujuan penyelidikan.seperti misalnya,diperlukan dalam penyelidikan tetang bagaimana keefektifan metode-metode mengajar yang berbeda dalam pengajaran membaca,bahasa,berhitung(matematika), atau dalam menemukan kebutuhan-kebutuhan personal dan sosial murid.atau juga dalam penylidikan tentang eksperimen suatu kurikulum atau sistem pengajaran,seperti modul.Penyelidikan semacam itu biasanya dilakukan oleh suatu lembaga,biro,atau badan seperti BP3K danLembaga Penelitian. Pendidikan IKIP.
Disamping itu data yang diperoleh dengan berbagai teknik evaluasi itu dapat juga digunakan dalam penyelidikan mengenai kesulitan-kesulitan belajar murid, penempatan/penyesuaian mata pelajaran pada tingkat kelas atau umur murid, penyesuaian metode atau cara belajar dengan berbagai bahan pelajaran, mencari korelasi antara bermacam-macam hasil pengukuran tentang kemampuan, kecakapan,dan sifat-sifat pribadi dari murid-murid tertentu.

C.    Tujuan dan Fungsi Evaluasi
Tujuan evaluasi adalah melihat dan mengetahui proses yang terjadi dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran memiliki tiga hal penting, yaitu: input, transformasi, dan output. Input adalah siswa yang telah dinilai kemampuannya dan siap menjalani proses pembelajaran. Transformasi adalah segala unsur yang terkait dengan proses pembelajaran, yaitu guru, media, dan bahan belajar, metode pengajaran, sarana penunjang, dan system administrasi. Adapun output adalah pencapaiaan yang dihasilkan dari proses pembelajaran (Hamdani, 2011: 306). 
Dalam bukunya Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (2011: 10-11) menjelaskan tujuan dan fungsi evaluasi yaitu:
a.       Penilaian berfungsi selektif
Dengan cara mengadakan penilaian guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi atau penilaian terhadap siswanya. Penilaian itu sendiri mempunyai berbagai tujuan, antara lain:
1)   Untuk memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu.
2)   Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya.
3)   Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapatkan beasiswa.
4)   Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah dan sebagainya.
b.      Penilaian berfungsi diagnostic
Apabila alat yang digunakan dalam penilaian cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya, guru akan mengetahui kelemahan siswa. Disamping itu, diketahui pula sebab-musabab kelemahan itu. Jadi dengan mengadakan penilaian, sebenarnya guru mengadakan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahannya. Dengan diketahuinya sebab-sebab kelemahan ini, akan lebih mudah dicari cara untuk mengatasi.
c.       Penilaian berfungsi sebagai penempatan
Sistem baru yang kini banyak dipopulerkan di Negara barat, adalah system belajar sendiri. Belajar sendiri dapat dilakukan dengan cara mempelajari sebuah paket belajar, baik itu berbentuk modul maupun paket belajar yang lain. Sebagai alasan dari timbulnya system ini adalah adanya pengakuan yang besar terhadap kemampuan individual. Setiap siswa sejak lahirnya telah membawa bakat sendiri-sendiri sehingga pelajaran akan lebih efektif apabila disesuaikan dengan pembawaan yang ada. Akan tetapi disebabkan karena keterbatasan sarana dan tenaga, pendidikan yang berifat individual kadang-kadang sukar sekali dilaksanakan. pendekatan yang lebih bersifat melayani perbedaan kemampuan, adalah pengajaran secara kelompok. Untuk dapat menentukan dengan pasti di kelompok mana seorang siswa harus ditempatkan, digunakan suatu penilaian. Sekelompok siswa yang mempunyai hasil penilaiaan yang sama, akan berbeda dalam kelompok yang sama dalam belajar.
d.      Penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan
Fungsi keempat dari penilaiian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan. Telah disinggung pada bagian sebelum ini, keberhasilan program ditentukan oleh beberapa factor yaitu factor guru, metode mengajar, kurikulm, arana, dan system administrasi.
Dalam buku Muhibbin Syah psikologi Belajar (1999: 176) menjelaskan bahwasannya evaluasi yang berarti pengungkapan dan pengukuran hasil belajar itu, pada dasarnya merupakan proses penyusunan deskripsi siswa, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Namun perlu penyusunan kemukakan, bahwa kebanyakan pelaksanaan evaluasi cenderung bersifat kuantitatif, lantaran penggunaan symbol angka atau skor untuk menentukan kualitas keseluruhan kinerja akademik siswa dianggap sangat nisbi. Walaupun begitu, guru yang profesional akan berusaha mencari kiat evaluasi yang lugas, tuntas, dan meliputi seluruh kemampuan ranah cipta, rasa, dan karsa siswa.
a.     Tujuan Evaluasi
Pertama, untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu kurun waktu proses belajar tertentu. Hal ini berarti dengan evaluasi guru dapat mengetahui kemajuan perubahan tingkah laku siswa sebagai hasil proses belajar dan mengajar yang melibatkan dirinya selaku pembimbing dan pembantu kegiatan belajar siswanya itu.
Kedua, untuk mengetahui posisi atau kedudukan seorang siswa dalam kelompok kelasnya. Dengan demikian, hasil evaluasi itu dapat dijadikan sebagai alat penetap apakah siswa tersebut termasuk kategori cepat, sedang, atau lambat dalam arti mutu kemampuan belajarnya.
Ketiga, untuk mengetahui tingkat usaha yang dilakukan siswa dalam belajar. Hal ini berarti bahwa dengan evaluasi, guru akan dapat mengetahui gambaran tingkat usaha siswa. Hasil yang baik pada umumnya menunjukan adanya tingkat usaha yang efesien, sedangkan hasil yang buruk adalah cerminan usaha yang tidak efesien.
Keempat, untuk mengetahui hingga sejahu mana siswa telah mendayagunakan kapasitas kognitifnya (kemampuan kecerdasan yang dimilikinya) untuk keperlua belajar. Jadi, hasil evaluasi itu dapat dijadikan guru sebagai gambaran realisasi pemanfaatan kecerdasan siswa.
Kelima, untuk mengetahui tingkat daya guna dan hasil guna metode mengajar yang telah digunakan guru dalam proses mengajar-belajar (PMB). Dengan demikian, apabila sebuah metode yang menggunakan guru tidak mendorong munculnya prestasi belajar siswa yang memuaskan, guru seyogianya mengganti metode tersebut atau mengkombinasikannya dengan metode lain yang sesuai.
b.   Fungsi Evaluasi
Di samping memiliki tujuan, evaluasi belajar juga memiliki fungsi-fungsi sebagaimana tersebut dibawah ini. Muhibbin syah (1999: 176)
1)   Fungsi administrative untuk penyusunan daftar nilai dan pengisian buku raport.
2)   Fungsi promosi untuk menetapkan kenaikan atau kelulusan.
3)    Fungsi diagnostic untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa dan merencanakan program remedial teaching (pengajaran perbaikan).
4)   Sebagai sumber data BP yang dapat memasukan data siswa tertentu yang memerlukan bimbingan dan penyuluhan (BP).
5)   Sebagai bahan pertimbangan pengembangan pada masa yang akan datang yang meliputi pengembangan kurikulum, metode dan alat-alat PBM.
D.    Kegunaan Evaluasi Pembelajaran
Di antara kegunaan yang dapat dipetik dari kegiatan evaluasi dalam bidang pendidikan adalah:
1.   Terbukanya kemungkinan bagi evaluator guna memperoleh informasi tentang hasil-hasil yang telah dicapai dalam rangka pelaksanaan program pemdidikan.
2.   Terbukanya kemungkinan untuk dapat diketahuinya relevansi antara program pendidikan yang telah dirumuskan, dengan tujuan yang hendak dicapai.
3.   Terbukanya kemungkinan untuk dapat dilakukannya usaha perbaikan, penyesuaian dan penyempurnaan program pendidikan yang dipandang lebih berdaya dan berhasil, sehingga tujuan yang dicita-citakan, akan dapat dicapai dengan hasil yang sebaik-baiknya.
Berdasarkan UU Sikdiknas N0 20 tahun 2003 pasal 58 (1) evaluasi hasil belajar siswa dilakukan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar siswa secara berkeseimbangan. Lebih rinci, M. Sobry Sutikno (2005) mengebutkan diantara kegunaan evaluasi adalah sebagai berikut:
1.   Untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu kurun waktu proses belajar tertentu,
2.   Untuk mengetahui posisi atau kedudukan seorang siswa dalam kelompok kelasnya,
3.   Sebagai bahan pertimbangan dalam rangka melakukan perbaikan proses belajar mengajar,
4.   Bahan pertimbangan bagi bimbingan individual siswa,
5.   Membuat diagenosis mengenai kelemahan-kelemahan dan kemampuan siswa,
6.   Bahan pertimbangan bagi perubahan atau perbaikan kurikulum,
7.   Mengetahui status akademis seseorang siswa dalam kelompok,
8.   Mengetahui efisiensi metode mengajar yang digunakan,
9.   Memberikan laporan kepda siswa dan orang tua,
10.  Sebagai alat motivasi belajar mengajar
11.  Mengetahui keefektifan cara belajar dan mengajar apakah yang telah dilakukan guru benar-benar tepat atau tidak baik yang berkenaan dengan sikap guru maupun sikap siswa,
12.  Merupakan bahan feed back bagi siswa, guru dan program pengajaran.




BAB III
PENUTUP
Simpulan
Sasaran pokok dalam setiap kegiatan evaliasi dala pendidikan adalah sampai dimana perkembangan anak didik setelah mengalami pendidikan dan pengajaran selama jangka waktu tertentu:
a.    Bagaimana perkembangan pengetahuan dan pengertiannya terhadap bahan pelajaran yang telah diberikan
b.   Bagaimana perkembangan sikapnya, baik fisik  maupun mental
c.    Bagaimana kecerdasan dan cara berpikirnya
d.   Bagaimana keterampilan dan kecekatannya
e.    Bagaimana perkembangan jasmani dan kesehatannya, dan lain- lain.
Dengan demikian kita dapat mengklasifikasikan penggunaan data yang diperoleh dengan bermacam-macam teknik evaluasi itu kedalam empat golongan sebagai berikut:
a.    Penggunaan Administratif
b.   Penggunaan instruksional
c.    Penggunaan bagi Bimbingan dan Penyuluhan
d.   Penggunaan bagi Penyelidikan
Tujuan evaluasi adalah melihat dan mengetahui proses yang terjadi dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran memiliki tiga hal penting, yaitu: input, transformasi, dan output. Input adalah siswa yang telah dinilai kemampuannya dan siap menjalani proses pembelajaran. Transformasi adalah segala unsur yang terkait dengan proses pembelajaran, yaitu guru, media, dan bahan belajar, metode pengajaran, sarana penunjang, dan system administrasi.
Di samping memiliki tujuan, evaluasi belajar juga memiliki fungsi-fungsi sebagaimana tersebut dibawah ini.
a.    Fungsi administrative untuk penyusunan daftar nilai dan pengisian buku raport.
b.   Fungsi promosi untuk menetapkan kenaikan atau kelulusan.
c.    Fungsi diagnostic untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa dan merencanakan program remedial teaching (pengajaran perbaikan).
d.   Sebagai sumber data BP yang dapat memasukan data siswa tertentu yang memerlukan bimbingan dan penyuluhan (BP).
e.    Sebagai bahan pertimbangan pengembangan pada masa yang akan datang yang meliputi pengembangan kurikulum, metode dan alat-alat PBM.
Di antara kegunaan yang dapat dipetik dari kegiatan evaluasi dalam bidang pendidikan adalah:
a.    Terbukanya kemungkinan bagi evaluator guna memperoleh informasi tentang hasil-hasil yang telah dicapai dalam rangka pelaksanaan program pemdidikan.
b.   Terbukanya kemungkinan untuk dapat diketahuinya relevansi antara program pendidikan yang telah dirumuskan, dengan tujuan yang hendak dicapai.
c.    Terbukanya kemungkinan untuk dapat dilakukannya usaha perbaikan, penyesuaian dan penyempurnaan program pendidikan yang dipandang lebih berdaya dan berhasil, sehingga tujuan yang dicita-citakan, akan dapat dicapai dengan hasil yang sebaik-baiknya.





DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2011, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Bumi aksara: Jakarta.
Hamdani, M. A. 2011, Strategi Belajar Mengajar, CV Pustaka Setia: Bandung.
Nurgiyantoro, Burhan. 2011, Penilaian Pembelajaran Bahasa, BPFE: Yogyakarta.
Purwanto, Ngalim. 2012, Evaluasi Pengajaran, Rosda Karya: Bandung.
Ramayulis, 2013, Profesi dan Etika Guru, Kalam Mulia: Jakarta.
Syah, Muhibbin. 1999. Psikologi Belajar, Logos Wacana Ilmu: Jakarta.



Tidak ada komentar:

RESEP OSENG KANGKUNG

Bahan-bahan: * Seikat Kangkung  * 3 cabe merah besar * Cabe rawit sesuai selera. * 1 Lengkung  * 3 Siung Bawang Merah.  * 1 Siung Bawang Put...