Kamis, 14 Mei 2020

KEPEMIMPINAN UMAT ISLAM PASCA WAFATNYA NABI


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Khalifah adalah jabatan tertinggi dalam kepemimpinan islam pasca Rasulullah Saw wafat. Mereka dipilih oleh umat islam melalui musyawarah. Seorang khalifah wajib menjalankan kepemimpinan sesuai dengan Al qur’an dan Sunnah Nabi. Khalifah tidak menjalankan fungsi kenabian, tugas utama mereka dalam hal keagamaan adalah memimpin shalat jum’at di masjid Nabawi dan menyampaikan khutbah jum’at.
Tugas seorang khalifah selain sebagai kepala Negara, dia juga menjabat sebagai panglima pasukan islam yang memiliki kewenangan luas dalam hal pemerintahan. Dalam sejarah, tugas nabi Muhammad Saw. Sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara diemban oleh empat sahabat terdekatnya secara berurutan. Termasuk dalam tugas tersebut adalah mengurus masalah keagamaan umat islam. Keempat penggantinya inilah yang dikenal dengan sebutan Khulafaur Rasyidin. Secara kebahasan, Khulafaur Rasyidin berarti para khalifah yang mendapat petunjuk. Keempat khalifah tersebut adalah Abu Bakar As-Shidiq (memerintah 632 – 634 M), Umar bin Khatab (634-644 M), Usman bin Affan (644-656 M) dan Ali bin Abi Thalib (656-661 M).

B.     Rumusan Masalah
1.         Bagaimana proses pemilihan kepemimpinan pada masa Khulafaurrasyidin ?
2.         Bagaimana strategi kepemimpinan Khulafaurrasyidin ?
3.         Apa saja Ibrah yang harus diambil dari kepemimpinan Khulafaurrasyidin untuk kepentingan masa kini dan masa datang ?

C.    Tujuan Masalah
1.         . Untuk mengetahui proses pemilihan kepemimpinan pada masa Khulafaurrasyidin.
2.         Untuk mengetahui strategi kepemimpinan Khulafaurrasyidin.
3.         Untuk mengetahui Ibrah yang harus diambil dari kepemimpinan Khulafaurrasyidin untuk kepentingan masa kini dan masa datang



BAB II
PEMBAHASAN

A.    PROSES DAN MODEL PEMILIHAN KEPEMIMPINAN PADA MASA KHULAFAURRASYIDIN

1.              Proses pemilihan kepemimpinan pada masa Khulafaurrasyidin
Sepeninggal Rasulallah saw, umat islam dipimpin oleh empat orang khalifah yang dikenal dengan Khalifah Rasyidah  atau Khulafaurrasyidin. Keempat khalifah itu yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan , dan  Ali bin Abi  Thalib.
a.              Khalif ah Abu Bakar Ash-siddiq
Setelah nabi wafat, sebagai umat Islam adalah Abu Bakar as-sidiq sebagai khalifah. Khalifah adalah pimpinan  yang disetelah  Nabi wafat untuk menggantikan Nabi dan melanjutkan tugas-tugas sebagai pimpinan agama dan pemerintahan.[1]
Setelah Rasulallah Saw. Wafat, kaum muslimindihadapkan sesuatu problema yang sangat berat, karena Nabi sebelum meninggal tidak meninggalkan pesan apa dan siapa yang akan mengganti sebagai pemimpin umat.suasana wafatnya rasul tersebut menjadikan umat islam dalam kebingungan.
Ditengah kekosongan pemimpin tersebut, ada golongan sahabat dari Ansharyang berkumpul di tempat Saqifah Bani Sa’idah, sebuah tempat yang biasa di gunakan sebagai pertemuan dan musyawarah penduduka madinah. Pertemuan golongan Anshor di Saqifah  Bani Sa’idah tersebut di pimpin seorang sahabat yang sangat dekat Rasulallah Saw.ia adalah sa’ad bin Ubadah tokoh terkemuka suku Khazraj.
Kaum Anshar menuntut hak menjadi khalifah dengan mengajukan argumentasi bahwa mereka adalah orang-orang yang menolong dan memberi tempat kepada Nabi Muhammad saw.pada saat pertama hijrah. Atas dasar itu, mereka mengajukan Sa’ad bin Ubadah untuk menjadi khalifah pengganti Rasulallah Saw.kaum muhajirin juga menuntut hak menjadi pemimpin umat Islam sepeninggal Rasulallah Saw. Mereka mengajukan argumentasi bahwa mereka telah berjuang dengan Nabi Muhammad Saw. Sejak pertama kali Islam disebarkan. Mereka mengaku sebagai ornga-orang yang pertama turut merasakan asam garam nya perjuangan menegakkan Islam bersama Rasulallah Saw.  Oleh sebab itu, mereka mengajukan  Abu Bakar Ash-Siddiq sebagai calon khaifah penggati Rasulallah Saw. Begitu pula kelompok Bani Hasyim ynag merupakan basis keluarga nabi sendiri. Mereka mengaku paling berhak atas dasar kedekan hubungan darah dengan Nabi. Oleh sebab itu, mereka mencalonkan  Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah.
Kabar berkumpulnya kaum Anshar akhirnya sampai ketelinga Abu Bakar, Umar, Sa’ad bin Ubadah.mereka bertiga segera pergi menuju Saqifa Bani Sa’idah untuk menemui orang- orang anshar yang sedang bermusyawarah memilih khalifah pengganti Rasulallah Saw. Ketiaka Abu Bakar Assidiq, Umar bin Khattab, Sa’ad bin Ubadah tiba di Saqifa Bani Sa’idah ,kaum Anshar sudah bersiap-siap akan membaiat Sa’ad bin Ubadah  sebagai khalifah yang baru sampai di tempat itu.
Menyaksikan keadaan yang seperti itu, Abu Bakar segera berpidato diatas mimbardan merinci secara detail jasa-jasa kaum Anshar dan membandingkan nya dengan jasa-kaum muhajirin bagi perjuangan dakwah Islam. Setelah mendengarkan pidato Abu Bakar, akhirnya kaum Anshar menerima dan menyetujui pandangan Abu Bakar tersebut. Mereka pun menyetujuipandangan Abu Bakar tersebut. Mereka pun setuju mengangkat Abu Bakar As-siddiq sebagai khalifah pengganti Nabi Muhammad Saw.
b.              Umar bin Khattab
Abu Bakar telah menyaksikan persoalan yang timbul dikalangan kaum muslimin setelah Nabi wafat, berdasarkan hal inilah Abu Bakar menunjuk penggantinya yaitu Umar bin Khattab, yang tujuannya adalah untuk mencegah supaya tidak terjadi perselisihan dan perpecahan dikalangan umat Islam, kebijakan Abu  Bakar tersebut ternyata diterima masyarakat.[2]
Pada tahun 634 M. Ketika pasukan muslim sedang bergerak menaklukan Syam, Abu bakar jatuh sakit, ketika itulah, abu bakar berfikir untuk menunjuk satu orang penggantinya. Pilihannya jatuh kepada Umar bin Khatab. Pandangannya yang jauh membuat abu Bakar yakin bahwa umarlah pemimpin yang tepat untuk menggantikannya.
Namun demikian, sebelum menentukan orang yang akan menjadi penggantinya, Abu Bakar meminta penilaian dari para sahabat besar mengenai Umar. Ia bertanya kepada Abdurrahman bin Auf, Usman bin Affan, Asid bin Hudhair al Anshori, Said bin Zaid, dan para sahabat lain dari kalangan Muhajirin dan Anshar.pada umumnya, para sahabat itu memuji dan menyanjung Umar.
Setelah semua sepakat mengenai Umar, khalifah Abu Bakar lantas memanggil Usman. Kepada Usman, Abu Bakar mendiktesebuah teks perintah yang menunjuk Umar sebagai penggantinya, sebagai berikut :
          Bismillahirrahmanirrahiim”. Ini adalah pernyataan Abu Bakar , khalifah penerus kepemimpinan Muhammad Rasulallah Saw. Saat mengakhiri kehidupannya di dunia dan saat memulai kehidupannya di akherat. Dalam keadaan di percayai oleh orang kafir dan di takuti oleh orang durhaka , sesungguhnya aku mengangkat umar bin Khattab sebagai pemimpin kalian. Bahwasannya ia adalah orang baik dan adil, sejauh pengetahuan dan penilaian diriku tentang nya .bilamana dia kemudian seorang pendurhaka dan zalim, sungguh aku tidak pernah tahu akan hal yang bersifat gaib. Sungguh aku bermaksud baikdan segala sesuatu tergantung pada apa yang dilakukan.dan orang yang zalim kelak akan mengetahui tempat mereka kembali”.
          Maka demikianlah, kaum muslimin pada tahaun 634 M (13 H) membaiat Umar sebagai khalifah .
c.              Khalifah Usman bin Affan
Nama lengkapnya adalah Usman ibn Abil Ash ibn Umaiyah. Beliau masuk Islam atas seruan Abu Bakar Siddiq.[3] Usman bin Affan adalah termasuk saudagar besar dan kaya dan sangat pemurah menafkahkan kekayaannya untuk kepentingan umat Islam. Usman diangkat menjadi khalifah hasil dari pemilihan panitia enam yang ditunjuk oleh khalifah Umar  bin Khattab menjelang beliau akan meninggal.[4] Panitia enam adalah : Usman, Ali bin Abi Thalib, Thalhah, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqash, dan Abdurrahman bin Auf.[5] Keenam anggota Dewan Syura adalah para sahabat Nabi paling terkemuka yang masih hidup hingga saat itu. Mereka semua harus bersidang untuk menentukan siapa diantara mereka yang menggantikan kedudukan Umar sebagai khalifah.[6]
Berkat kerja keras dan keuletan Abdurrahman bin Auf sebagai ketua dewan, serta atas dasar musyawarah mufakat akhirnya diputuskan Usman bin Affan menjadi khalifah pengganti Umar bin Khattab. Abdurrahman mengangkat tangan Usman di hadapan rakyat, dan Ali bin Abi Tholib juga turut menyatakan bai’at. Dengan demikian, Usman bin Affan sah menjadi Khalifah ketiga pada usia 70 tahun. Usman bin Affan dilantik sebagai Khalifah pada bulan Zulhijjah 23 H.[7]
d.             Ali bin Abi Thalib
Berbeda dengan para khalifah sebelumnya, khalifah Usman bin Affantidak membentuk dewan pemilihan atau menunjuk calon pengganti dirinya kelak. Mungkin hal itu karena beliau meninggal duia akibat upaya pembunuhan oleh orang-orang yang tidak setuju dengan kebijakannya. Oleh karena itu, sepeninggal Usman bin Affan, Kota Madinah dilanda huru-hara selam lima hari. Pada saat itu, Abdullah bin Saba sebagai Gubernur Mesir mengusulkan agar Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah pengganti Usman bin Affan. Usulan Gubernur Mesir itu disetujui oleh mayoritas umat Islam.
Pada mulanya, Ali tidak mau menerima usulan tersebu dalam kondisi krisis seperti itu. Namun setelah mendapat desakan dari berbagai pihak, Ali pun menerimanya demi kepentingan Islam dan kaum muslimin. Mayoritas kaum muslimin menyatakan setuju dan membai’atnya sebagai khalifah , kecuali Mu’awiyyah bin Abi Sufyan Gubernur Syiria. Namu demikian, Ali tetap menjadi khalifah yang sah dan ditetapkan sebagai Khalifah Rasyidah keempat.
2.              Model pemilihan kepemimpinan pada masa Khulafaurrasyidin
          Setelah mengetahui sejarah proses pemilihan kepemimpinan pada masa Khulafaurrasyidin, dapat di tarik suatu kesimpulan bahwa model pemilihan kepemimpinan pada masa itu menempuh empat model, yaitu seebagai berikut.
a.              Model demokrasi murni, seperti yang terjadi pada pemilihan    Abu Bakar Ash-shiddiq sepeninggal Rasulallah Saw.
b.              Model demokrasi terpimpin, seperti yang terjadi pada pemilihan Umr bin Khattab sepeninggal Abu Bakar.
c.              Model demokrasi liberal, seperti yang terjadi pada masa pemilihn Usman bin Affan sepeninggal Umar bin Khattab.
d.             Model aklamasi,  seperti yang terjadi pada pemilihan Ali bin Abi Thalib sepeinggal Usmana bin Affan.

B.            STRATEGI KEPEMIMPINAN KHULAFAURRASYIDIN
Masa kepemimpinan khulafaurrasyidin merupakan zaman yang paling gemilang sepanjang sejarah Islam. Berikut ini strategi dakwah yang diambil oleh para khulafaurrasyiddin.
1.              Strategi kepemimpinan khalifah khulaurrasyiddin Abu Bakar  Ash-siddiq
Khalifah Abu Bakar Ash-siddiq dapat menyelamatkan umat Islam dari perpevcahan karena persoalan pergantian kepemimpinan umat Islam pasca wafatnya Nabi Saw. Beliau juga berhasil menyelamatkan umat Islam dari bahaya besar orang-orang murtad dan para nabi palsu, serta mempertahankan  keyakinan mengenai agama Islam di wilayah semenanjung Arabia.
Ada tiga stategi dakwah yang diambil oleh Khalifah Abu Bakar ash-siddiq, yaitu sebagai berikut.
a.              Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan umat Islam
Sepeninggal Rasulallah Saw dan pada masa awal pemerintahan Khalifah Abu Bakar, umat Islam dilanda kekacauan dan diambang perpecahan, bahkan hampir terjadi perang saudara. kekacauan itu muncul disebabkan oleh tiga faktor, yaitu faktor politik dan kekuasaan, faktor akidah dan keimanan, faktor ekonomi dan kesejahteraan. Namun demikian, khalifah Abu Bakar dapat mengatasinya dengan menggunakan strategi persatuan dan kesatuan umat Islam.
b.              Menjaga stabilitas keamanan dalam negeri demi keamanan dan kenyamanan umat Islam dalam beraktifitas
Banyak ancaman dan gangguan keamanan dalam negeri, baik yang disebabkan oleh ketiga fctor diatas maupun oleh sebab-sebab eksternal yang datang dari luar, membuat Khalifah Abu Bakar mengambil langkah dan strategi menjaga stabilitas wilayah dengan menambah aparat keamanan dalam negeri dan pasukan penjagaan di perbatasan.
c.              Meningkatkan kesejahteraan umat
Salah satu strategi yang dimbil Khalifah Abu Bakar adalah mengutamakan kesejahteraan umat secara menyeluruh. Ia pun menggalakan umat Islam yang memiliki kemampuan untuk berzakat.
2.              Strategi kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab
Ada tiga strategi besar yang diambil oleh khalifah kedua (Umar bin Khattab ), ialah sebagai berikut.
a)    Menjunjung tinggi keadilan dan membasmi kezaliman
b)    Menanamkan sikap disiplin tinggi pada semua lapisan masyarakat
c)    Menjaga stabilitas dalam dan luar negeri
3.              Strategi kepemimpinan Khalifah Usman bin Affan
Ada tiga strategi besar yang dilakukan Khalifah Usman bin Affan selama kepemimpina nya, yaitu sebagai berikut.
1)    Melakukan perubahan di bidang pemerintahan dan kemiliteran.
Menyadari wilayah kekuasaan Islam sudah bertamabah luas, tentu diperlukan sistem tata negara dan manajemen pemerintahan yang baik dan efektif.
2)    Menyatukan pembacaan huruf-huruf, ayat-ayat, dan surat-surat Al-Qur’an
Semakin luasnya wilayah kekuasaan Islam juga membuat msyarakatnya menjadi heterogen dan beragam, baik dari segi suku bangsa, ras, bahasa, dan sebagainya maka dampaknya terhadap pembacaan kitab al-qur’an juga berbeda. 
3)    Membentuk armada angkatan laut yang bermarkas di Syiria
Armada angkatan laut memiliki pern yang sangat strategis, sebab dapat menjangkau antarpulau dan antara benua yang terpisah oleh lautan.
4.              Strategi  kepemimpinan Khalifah Ali bin Abi Thalib
Ada tiga langkaha strategi yang diambil oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib,ialah sebagai berikut.
a.              Mengganti para gubernur yang dianggap korup
Diantaranya para pejabat yang di ganti itu yaitu :
1)    Muawiyyah bin Abi Sufyan sebagai Gubernur Syiria (tapi ia menolaknya)
2)    Ibnu Amir sebagai Gubernur Bashrah
3)    Abdullah sebagai Gubernur Mesir
b.              Menyita aset-aset negara yang telah diselewengkan oleh para pejabat yang korup.
c.              Menciptakan ilmu tata bahasa Arab.

C.  MENGAMBIL IBRAH DARI KEPEMIMPINAN KHULAFAUR RASYIDIN UNTUK KEPENTINGAN MASA KINI DAN YANG AKAN DATANG
Di antara ibrah yang dapat di ambil dari sejarah kepemimpinan Khulafaurrasyidin ialah sebagai berikut:
1.              Hendaknya kita menjadikan Rasulullah saw. Sebagai panutan dalam segala hal kehidupan, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah saw. Terdapat suri teladan yang baik.
2.              Hendaknya umat islam selalu menjaga persatuan dan persaudaraan. Sebab dengan persatuan akan lahir kekuatan, dan dengan persaudaraan akan tumbuh rasa kebersamaan dan sikap setia kawan, sikap saling  menolong , dan solidaritas antara sesama.
3.              Hendaaknya umat islam selalu memiliki etos kerja yang tinggi. Para Khulafaurrasyidin memiliki etos kerja daan semangat juang yang tinggi. Mereka tidak mengenal putus asa, tidak pernah keluh kesah, apalagi bersikap pemalas. Mereka adalah para pekerja keras, para pejuang yang tangguh, para pemikir yang cemerlang, dan para pemimpin yang demokratis serta profesional.





BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Sepeninggal Rasulallah saw, umat islam dipimpin oleh empat orang khalifah yang dikenal dengan Khalifah Rasyidah  atau Khulafaurrasyidin. Keempat khalifah itu yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan , dan  Ali bin Abi  Thalib.
Di antara ibrah yang dapat di ambil dari sejarah kepemimpinan Khulafaurrasyidin ialah sebagai berikut:
1.Hendaknya kita menjadikan Rasulullah saw. Sebagai panutan dalam segala hal kehidupan,
2.Hendaknya umat islam selalu menjaga persatuan dan persaudaraan.
3.Hendaknya umat islam selalu memiliki etos kerja yang tinggi. Para Khulafaurrasyidin memiliki etos kerja daan semangat juang yang tinggi.







DAFTAR PUSTAKA
Kementrian Agama Republik Indonesia.2014.Sejarah Kebudayaan Islam, Direktorat Pendidikan Madrasah:Jakarta
Syalaby Ahmad.2000.Sejarah Kebudayaan Islam. al-Husna Zikra :Jakarta
Wahid.2009.Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Aliyah, CV: Bandung
Yatim Badri.2001.Sejarah Pendidikan Islam, PT Raja Grafindo Persada:Jakarta










[1] Badri Yatim, Sejarah Pendidikan Islam, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2001),h.36.
[2] Badri Yatim, Op. cit.,h.37
[3] Ahmad Syalaby. Sejarah Kebudayaan Islam,al-Husna Zikra( Jakarta, 2000),h.266.
[4] Ibid.
[5] ibid
[6] Kementrian Agama Republik Indonesia, Sejarah Kebudayaan Islam, Direktorat Pendidikan Madrasah Jakarta, 2014),h.77
[7] H.A Wahid,Sy, Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Aliyah, CV. Bandung, 

Tidak ada komentar:

RESEP OSENG KANGKUNG

Bahan-bahan: * Seikat Kangkung  * 3 cabe merah besar * Cabe rawit sesuai selera. * 1 Lengkung  * 3 Siung Bawang Merah.  * 1 Siung Bawang Put...