Senin, 25 Mei 2020

PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN

                                                                                

                                  BAB I                                                          PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Program media dibuat dengan rancangan yang sistematis melalui berbagai langkah pengembangan yang melibatkan berbagai tenaga terampil dan ahli, serta menggunakan berbagai jenis peralatan. Dengan cara demikian, diharapkan program yang dihasilkan dapat merupakan program media yang efektif. Namun demikian, betapa baiknya sebuah program media, bila program itu tidak dimanfaatkan dengan baik tentulah tidak akan banyak gunanya. Oleh karena itu, yang perlu dirancang dengan baik bukan hanya pembuatan media itu sendiri. Pemanfaatan media itupun juga perlu diatur dan dirancang sebaik-baiknya lebih-lebih bila media itu merupakan media pembelajaran. Supaya media pembelajaran itu efektif, pemanfaatan media itu harus direncanakan dan dirancang secara sistematis.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, dapat diklasifikasikan rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana pola pemanfaatan media pembelajaran?
2.      Apa prinsip-prinsip pemanfaatan media pembelajaran?
3.      Bagaimana strategi pemanfaatan media pembelajaran?

C.    Tujuan Pembahasan
Adapun tujuan pembahasan yang dapat diklasifikasikan dari latar belakang di atas adalah:
1.      Untuk mengetahui pola pemanfaatan media pembelajaran,
2.      Untuk mengetahui prinsip-prinsip pemanfaatan media pembelajaran, dan
3.      Untuk mengetahui strategi pemanfaatan media pembelajaran.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pola Pemanfaatan
Ada beberapa pola pemanfaatan media pembelajaran. Berikut ini beberapa pola pemanfaatan media pembelajaran yang dapat di lakukan.
1.      Pemanfaatan media berdasarkan tempat
a.       Pemanfaatan media dalam keadaan kelas (classroom setting)
Dalam tatanan setting ini, media pembelajaran di manfaatkan untuk menunjang tercapainya tujuan tertentu. Pemanfaatanya pun di di padukan dengan proses belajar mengajar dalam kelas. Dalam merencanakan pemanfaatan media itu guru harus mendukung tercapainya tujuan itu, serta strategi belajar mengajar yang sesuai untuk mencapai tujuan itu.  Media pembelajaran yang di pilih harus sesuai dengan ketiga hal itu, yang meliputi tujuan, materi, dan strategi pembelajarannya.[1]
Yang penting dalam hal ini media tersebut disajikan di ruang kelas dimana guru dan siswa hadir bersama-sama berinteraksi secara langsung (face to face). Tentu saja yang dapat digunakan di kelas adalah yang memungkinkandilihat dari sisi biaya, berat dan ukuran, kemampuan siswa dan guru untuk menggunakannya, dan tidak membahayakan bagi penggunanya. Dalam konteks ini media harus praktis, ekonomis, mudah untuk digunakan (user friendly).[2]
b.      Pemanfaatan media di luar situasi kelas
Dalam hal ini media tidak secara langsung dikendalikan oleh guru, namun digunakan oleh siswa sendiri tanpa instruksi guru atau melalui pengontrolan oleh orang tua siswa. Pemanfaatan media pembelajaran di luar situasi kelas dapat di bedakan dalam dua kelompok utama, yaitu:

1)      Pemanfaatan secara bebas
Pemanfaatan secara bebas adalah bahwa media itu digunakan tanpa dikontrol atau diawasi. Pembuatan program media mendistribusikan program media, itu di masyarakat memakai media, baik dengan cara di perjual belikan maupaun di distribusikan secara bebas. Hal itu dilakukan dengan harapan media itu akan digunakan orang dan cukup efektif untuk mencapai tujuan tertentu.[3]
Pemakai media dalam menggunakannya menurut kebutuhan masing-masing. Biasanya mereka menggunakannya menurut kebutuhan masing-masing. Biasanya mereka menggunakannya secara perorangan.  Dalam menggunakan media ini mereka tidak dituntut untuk mencapai tingkat pemahaman tertentu. Mereka juga tidak diharapkan untuk memberikan umpan balik kepada siapapun dan juga tidak perlu mengikuti tes atau ujian. Sehingga penggunaan media didasarkan atas inisiatif sendiri tanpa disuruh oleh pihak sekolah, medianyapun dapat diperoleh dimana saja, misalnya di took buku, super market, pameran pendidikan, dan lain-lain.[4] Berikut ini contoh pemanfaatan media. 
a)      Pemakaian kaset berbahasa inggris
Di toko banyak di jual pelajaran bahasa inggris untuk melengkapi buku-buku bahasa inggris tertentu. Orang yang merasa memerlukan program itu dapat membelinya secara bebas. Mengguakanyya pun secara bebas juga. Artinya, kaset itu dapat di gunaka di manasaja, kapan saja, dan untuk keperluan apa saja. Semuanya tergantung kepada pemilik kaset itu sendiri. Tidak ada orang yang mengaturnya. Hasil yang  di capai pun tergantung pada orang itu sendiri secara perorangan.
b)      Pemanfaatan program siaran radio pendidikan
Pada saat ini banyak siaran radio atau televisi yang bersifat pendidikan. Program-program itu di siarkan untuk menyampaikan pesan-pesan pendidikan tertentu. Misalnya, siaran pelajaran bahasa inggris, matematika, bahasa indonesia dan lain-lain.[5]
2)      Pemanfaatan media secara terkontrol
Pemanfaatan media secara terkontrol adalah bahwa media itu digunakan dalam suatu rangkaian kegiatan yang di atur secara sistematis untuk mencapai tujuan tertentu. Apabila media itu berupa media pembelajaran, sasaran didik  (audience) di organsasikan dengan baik. Dengan begitu mereka dapat menggunakan media itu secara teratur, berkesinambungan, dan mengikuti tujuh pola belajar mengajar tertentu.[6]
Biasanya siswa diatur dalam kelompok-kelompok belajar. Setiap kelompok diketuai oleh pimpinan kelompok dan disupervisi oleh seorang tutor. Sebelum memanfaatkan media, tujuan pembelajaran yang akan dicapai dibahas atau ditentukan terlebih dahulu. Kemudian mereka dapat belajar dari media tersebut secara berkelompok atau secara perorangan.
Anggota kelompok diharapkan dapat berinteraksi baik dalam diskusi maupun dalam bekerja sama untuk memecahkan masalah, memperdalam pemahaman atau penyelesaian tugas-tugas tertentu. Hasil belajar mereka dievaluasi secara teratur. Untuk keperluan evaluasi ini pembuat program media perlu menyediakan alat evaluasi tersebut. Pelaksanaan evaluasi diatur oleh para tutor menggunakan kunci jawaban yang telah disediakan oleh pembuat program.[7] Berikut ini contoh pemanfaatan media secara terkontrol:
a)      Pemanfaatan siaran radio pendidikan untuk penataran guru
Pusat teknologi komunikasi pendidikan dan kebudayaan (pustekom) sejak tahun 1975 telah menyelenggarakan program penataran guru SD melalui radio yang di sebut proyek teknologi komunikasi Pendidikan dasar (TKPD). Sasaran program penataran ini ialah guru-guru SD yang berada di daerah terpencil dan sulit berkomunikasi. Mereka yang di jadikan sasaran adalah yang perlu menambah pengetahuan dan keterampilan mengajarnya, tetapi tidak dapat memperoleh fasilitas sumber belajar yang memadai di daerah masing-masing.
Tujuan yang akan di capai oleh proyek TKPD ini ialah meningkatkan kemampuan guru SD dalam mengajarkan berbagai bidang pelajaran, seperti, bahasa indonesia, IPA dan sebagainya yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku.[8]
b)      Pemanfaatan media untuk mencapai ijazah persamaan SMA di AS
di amerika serikat ada beberapa ngara bagian yang menyelenggarakan program pendidikan untuk mendapatkan ijazah persamaan SMA (high school equevelancy). Orang-orang yang ingin mendapatkan ijazah itu mendaftarkan sendiri ke pusat belajar (learning resource centre) setempat.[9]
2.      Variasi Pemanfaatan media
a.       Media dapat di gunakan secara perorangan. Artinya, media itu di gunakan oleh seorang saja. Banyak media yang memang di rancang untuk di gunakan secara perorangan. Media seperti ini biasanya di lengkapi dengan petunjuk pemanfaatn yang jelas sehingga seorang dapat menggnakannya dengan mandiri.[10]
b.      Media dapat di gunakan secara berkelompok. Kelompok itu dapat berupa kelompok kecil dengan anggota dua sampai delapan orang atau berupa kelompok besar yang beranggotakan sembilan sampai 40 orang. Media yang di rancang untuk di guanakan secara berkelompok juga memerlukan buku petunjuk. Buku petunjuk ini biasanya di tujukan kepada pimpinan kelompok, tutor atau guru. Keuntungan belajar menggunakan media secara berkelompok ialah bahwa kelompok itu dapat melakukan diskusi tentang bahan yang sedang di pelajari. Diskusi dapat di lakukan baik, sebelum atau sesudah mereka menggunakan media itu. Media yang di guanakan secara berkelompok harus memenuhi beberapa persyaratan.
1)      Suara yang disajikan oleh media itu harus cukup keras sehigga semua anggota kelompok dapat mendengarnya.
2)      Gambar atau tulisan dalam media itu harus cukup besar sehingga dapat dilihat oleh semua anggota kelompok itu.
3)      Perlu ada alat penyaji yang dapat memperkeras suara (amplifier) dan membesarkan gambar (proyektor)[11]
c.       Media dapat juga digunakan secara masal. Orang yang jumlahnya puluhan, ratusan bahkan ribuan dapat menggunakan media itu secara bersama-sama. Media yang dirancang seperti ini biasanya disiarkan melalui pemancar, seperti radio, televisi atau digunakan dalam ruang yang besar seperti film 35 mm.[12] Untuk memudahkan orang yang belajar dengan menggunakan media seperti ini sebaiknya kepada para peserta diberikan bahan tercetak sebelumnya. Bahan tercetak tersebut setidaknya harus memuat tujuan pembelajaran yang akan dicapai, garis besar isi, petunjuk tindak lanjut, dan bahan sumber lain yang dapat dipelajari untuk memperdalam pemahaman. Bahan cetakan ini diberikan jauh sebelum saat penggunaan media dilakukan.[13]

B.     Prinsip Pemanfaatan
Media pembelajaran digunakan dalam rangka upaya peningkatan atau mempertinggi mutu proses kegiatan belajar mengajar.  oleh karenanya itu harus diperhatikan prinsip-prinsip penggunaanya yang antara lain:
1.      Penggunaan media pembelajaran hendaknya dipandang sebagai bagian yang integral dari suatu sistem pengajaran dan bukan hanya sebagai alat bantu yang berfumgsi sebagai tambahan yang digunakan bila di anggap perlu dan hanya dimanfaatkan sewaktu-waktu dibutuhkan.
2.      Media pembelajaram hendaknya dipandang sebagai sumber yang digunakan dalam usaha memecahkan usaha yang dihadapi dalam proses belajar mengajar.
3.      Guru hendaknya benar-benar menguasai teknik-teknik dari suatu media pembelajaran.
4.      Guru seharusnya memperhitungkan untung ruginya pemanfaatan suatu media pembelajaran.
5.      Penggunaan media pembelajaran harus di organisir secara sistematis bukan sembarang menggunakannya.
6.      Jika sekiranya suatu pokok bahasan memerlukan lebih dari macam media, maka guru dapat memanfaatkan multimedia yang menguntungkan dan memperlancar proses belajar mengajar dan juga dapat merangsang siswa dalam belajar.
Beberapa syarat umum yang harus dipenuhi dalam pemanfaatan media pembelajaran dalam PBM, yakni:
1.      Media pembelajaran yang digunakan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
2.      Media pembelajaran tersebut merupakan media yang dapat dilihat atau didengar.
3.      Media pembelajaran yang digunakan dapat merespon siswa belajar.
4.      Media pembelajaran juga harus sesuai dengan kondisi individu siswa.
5.      Media pembelajaran tersebut merupakan perantara (medium) dalam proses pembelajaran siswa.
Penggunaan media pembelajaran seharusnya mempertimbangkan beberapa hal berikut:
1.      Guru harus berusaha dapat memperagakan atau merupakan model dari suatu pesan (isi pelajaran) disampaikan.
2.      Jika objek yang akan diperagakan tidak mungkin dibawa ke dalam kelas, maka kelaslah yang diajak ke lokasi kelas tersebut.
3.      Jika kelas tidak memunngkinkan dibawa ke lokasi objek tersebut, usahakan model atau tiruannya.
4.      Bilamana model atau maket juga tidak didapatkan, usahakan gambar atau foto-foto dari objek yang berkenaan dengan materi (pesan) pelajaran tersebut.
5.      Jika gambar atau foto juga tidak didapatkan, maka guru berusaha membuat sendiri media sederhana yang dapatmenarik perhatian belajar siswa.
6.      Bilamana media sederhana tidak dapat dibuat oleh guru, gunakan papan tulis untuk mengilustrasikan objek atau pesan tersebut melalui gambar sederhana dengan garis lingkaran.[14]

C.    Strategi Pemanfaatan
Suapaya media dapat digunakan secara efektif dan efesien, ada 3 langkah utama yang perlu diikuti dalam menggunakan media.
1.      Persiapan sebelum menggunakan media  
Supaya penggunaan media dapat berjalan dengan baik, kita perlu membuat persiapan yang baik pula. Pertama-tama  pelajari buku pertunjuk yang telah disediakan. Kemudian kita ikuti petunjuk-petunjuk itu. Apabila pada petunjuk kita disarankan untuk membaca buku atau bahan belajar lain yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, seyogyanya hal tersebut dilakukan. Hal tersebut akan memudahkan kita dalam belajar dengan media itu.
Peralatan yang diperlukan untuk menggunakan media itu juga perlu disiapkan sebelumnya. Dengan demikian, pada saat menggunakannya nanti, kita tidak akan diganggu dengan hal-hal yang mengurangi kelancaran penggunaan media itu. Jika media itu digunakan secara berkelompok, sebaiknya tujuan yang akan dicapai  dibicarakan terlebih dahulu dengan semua anggota kelompok. Hal itu penting supaya perhatian dan pikiran terarah ka hal yang sama.
Peralatan media perlu ditempatkan dengan baik, sehingga kita dapat melihat da mendengarnya dengan enak. Lebih-lebih, apabila media itu digunakan secara berkelompok. Sedapat mungkin, semua anggota kelompok dapat memperoleh kesempatan yang sama dalam mendengarkan dan atau melihat program media itu. Layar atau pesawat media atau tape recorder harus ditempatkan begitu rupa sehingga semua dapat melihat dan mendengarnya dengan jelas.
2.      Kegiatan selama menggunakan media
Yang perlu dijaga selama kita menggunakan media adalah suasana ketenangan. Gangguan-gangguan yang dapat mengganggu perhatian dan konsentrasi harus dihindarkan kalau mungkin, ruangan jangan digelapkan sama sekali. Hal itu supaya kita masih dapat menulis jika menjumpai hal-hal penting yang perlu diingat. Kita pun dapat menulis pertanyaan jika ada bagian yang tidak jelas tau sulit difahami.
Jika menulis atau membuat gambar atau catatan singkat, usahakan hal tersebut tidak mengganggu konsentrasi. Jangan sampai perhatian kita terlalu banyak tercurah pada apa yang ditulis sehingga kita tidak dapat memperhatikan sajian media yang sedang bejalan. Media yang digunakan secara berkelompok harus kita jaga benar-benar supaya kita tidak berbicara. Kalau kita berbicara, tentu hal tersebut akan mengganggu teman bicara kita.
Ada kemungkinan selama sajian media berjalan, kita diminta melakukan sesuatu, misalnya menunjuk gambar, membuat garis, menyusun sesuatu, menjawab pertanyaan, dan sebagainya. Perintah-perintah itu sebaiknya dijalankan dengan tenang, jangan sampai mengganggu teman lain.
3.      Kegiatan tindak lanjut
Maksud kegiatan tindak lanjut ini adalah untuk menjajagi apkah tujuan telah tercapai. Selain itu, untuk memantapkan pemahaman terhadap materi instruksional yang disampaikan melalui media bersangkutan. Untuk itu soal tes yang disediakan perlu kita kerjakan dengan segera sebelum kita lupa isi program media ini kemudian mencocokkan jawaban itu dengan kunci yang disediakan. Bila kita masih banyak berbuat kesalahan, sebaiknya sajian program media bersangkutan diulangi lagi.
Apabila kita belajar secara berkelompok, perlu diadakan diskusi kelompok. Hal itu dilakukan untuk membicarakan jawaban soal tes atau untuk membicarakan hal-hal yang kurang jelas atau sulit dipahami. Ada kemungkinan kita dianjurkan melakukan tindak lanjut, misalnya melakukan percobaan, melakukan observasi, menyusun sesuaatu, dan sebagainya. Bila hal tersebut dapat dilakukan, sebaiknya petunjuk itu dilakukan denga baik.[15]




BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Ada beberapa pola pemanfaatan media pembelajaran. Berikut ini beberapa pola pemanfaatan media pembelajaran yang dapat di lakukan.
1.      Pemanfaatan media berdasarkan tempat:
a.       Pemanfaatan media dalam keadaan kelas (classroom setting)
b.      Pemanfaatan media di luar situasi kelas
2.      Variasi Pemanfaatan media:
a.       Media dapat digunakan secara perorangan
b.      Media dapat digunakan secara berkelompok
c.       Media dapat digunakan secara masal
Prinsip-prinsip pemanfaatan media pembelajaran ialah Penggunaan media pembelajaran hendaknya dipandang sebagai bagian yang integral dari suatu sistem pengajaranMedia pembelajaram hendaknya dipandang sebagai sumber yang digunakan dalam usaha memecahkan usaha yang dihadapi dalam proses belajar mengajar, guru hendaknya benar-benar menguasai teknik-teknik dari suatu media pembelajaranmemperhitungkan untung ruginya pemanfaatan suatu media pembelajaran, penggunaan media pembelajaran harus di organisir secara sistematis, guru dapat memanfaatkan multimedia yang menguntungkan dan memperlancar proses belajar mengajar dan juga dapat merangsang siswa dalam belajar.
Dalam strategi pemanfaatan media pembelajaran, terdapat 3 langkah utama yang perlu diikuti dalam menggunakan media suapaya media dapat digunakan secara efektif dan efesien, yaitu:
1.      Persiapan sebelum menggunakan media
2.      Kegiatan selama menggunakan media, yang perlu dijaga selama kita menggunakan media adalah suasana ketenangan.
3.      Kegiatan tindak lanjut, maksudnya adalah untuk menjajagi apakah tujuan telah tercapai dan memantapkan pemahaman terhadap materi instruksional yang disampaikan melalui media bersama


DAFTAR PUSTAKA
Asnawir dan Usman, Basyiruddin. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: ciputat Pers.
Sadiman, Arief S. dkk. 2012. Media Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Susilana, Rudi dan Riyana, Cepi. 2009. Media Pembelajaran. Bandung: wacana Prima.






[1] Arif S. Sadiman dkk. 2012. Media pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Hlm. 190.
[2] Rudi Susilana dan Cepi Riyana. 2009. Media Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima. Hlm.177.
[3] Ibid, Arif S. Sadiman. Hlm.190.
[4] Ibid, Rudi Susilana dan Cepi Riyana. Hlm. 177.
[5] Ibid, Arif S. Sadiman. Hlm. 191.
[6] Ibid, Arif S. Sadiman. Hlm. 192
[7] Ibid, Rudi Susilana dan Cepi Riyana. Hlm. 178-179.
[8] Ibid, Arif S. Sadiman. Hlm.192-193.
[9] Ibid, Arif S. Sadiman. Hlm. 194-195.
[10] Ibid, Arif S. Sadiman. Hlm. 195.
[11] Ibid, Arif S. Sadiman. Hlm. 196-197.             
[12] Ibid, Arif S. Sadiman. Hlm.197.
[13] Ibid. Rudi.Susilana dan Cepi Riana. Hlm. 181.
[14] Asnawir dan Bassyirudin Usman. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputat Pers. Hlm. 19-20
[15] Ibid, Arief S. Sadiman. Hlm.198-200.

Tidak ada komentar:

RESEP OSENG KANGKUNG

Bahan-bahan: * Seikat Kangkung  * 3 cabe merah besar * Cabe rawit sesuai selera. * 1 Lengkung  * 3 Siung Bawang Merah.  * 1 Siung Bawang Put...