Jumat, 22 Mei 2020

OBSERVASI PONDOK PESANTREN KEBON JAMBU CIREBON

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Observasi Pendidikan Luar Sekolah
Observasi merupakan kegiatan yang mengharuskan seseorang memperhatikan dan mempelajari sesuatu secara langsung. Melalui observasi yang dilakukan dalam pendidikan, diharapkan mampu memberikan pengetahuan langsung dari lapangan terkait apa yang sedang dipelajari oleh para pelajar.
Dalam observasi, setidaknya seseorang harus mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan observasi, agar observer menjadi lebih mudah saat sudah berada di lapangan. Observer adalah orang atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan observasi.
Pendidikan Luar Sekolah (PLS) atau bisa juga disebut Pendidikan Nonformal menuntut para pelajar (mahasiswa) untuk belajar langsung dari lapangan. Sebab, pengetahuan yang mendalam tentang Pendidikan Nonformal lebih baiknya didapatkan langsung dari lapangan. Tentunya hal ini akan memberikan informasi lebih dibanding hanya membaca pada literatur yang ada.
Maka, mahasiswa untuk memenuhi maksud di atas diberikan tugas untuk melaksanakan observasi pada beberapa lembaga-lembaga pendidikan luar sekolah yang ada di kehidupan masyarakat. Pendidikan Luar Sekolah yang dimaksud seperti Play Group, RA, Madrasah, Lembaga Kursus dan sebagainya. Adapun kelompok 7 ini mendapat tugas untuk melaksanakan observasi di Madrasah. Madrasah yang menjadi tempat observasi penulis adalah Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy.


B.     Tujuan Observasi Pendidikan Luar Sekolah
Berdasarkan latar belakang di atas, observasi ini bertujuan sebagai berikut:
1.      Untuk memperoleh data tentang sejarah dan perkembangan lembaga pendidikan luar sekolah Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy;
2.      Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy;
3.      Untuk mengetahui bagaimana rekrutmen guru dan santri Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy; dan
4.      Untuk mengetahui program kerja tahunan Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy.






BAB II
PELAKSANAAN OBSERVASI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

A.    Waktu Pelaksanaan Observasi Luar Sekolah
Observasi Pendidikan Luar Sekolah ini dilakukan dengan melakukan observasi tentang Pesantren Terpadu. Adapun Pesantren terpadu tempat observasi dilakukan adalah Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy. Observasi tersebut dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2015.

B.     Pelaksanaan Observasi Luar Sekolah
Observasi ini dilaksanakan oleh 4 observer, yaitu:
1.    Fajar Ali Mudzakir
2.    Igna TriMubarok
3.    Najmul Hidayat
4.    M. Munawir Ghozali
5.    Nur Badryatul Ulfah
6.    Siti Amalia
7.    Wina Seviani
Observasi ini dilaksanakan guna memperoleh data mengenai hal-hal berikut:
1.    Sejarah Berdirinya Madrasah Nurul Anwar
2.    Pengelolaan Madrasah Nurul Anwar
3.    Rekrutmen Guru dan Santri
4.    Program Kerja Tahunan
Narasumber dalam observasi:
1.    Ustdzah. Mufi





BAB III
HASIL OBSERVASI

A.    Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy
1.      Sejarah Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy
Pesantren ini merupakan salah satu dari beberapa esantren yang ada di kamung pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon. Lokasi pesantren ini berada di Jln. Kebon Jambu No. 1 Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat.
Pondok pesantren al-Islamy didirikan oleh K.H. Muhammad (Alm) dan Nyai Hj. Masyriyah Amva pada tanggal 20 November 1993 di bawah naungan Yayasan Tunas Pertiwi. Pondok Pesantren yang sekarang, 1434 H terletak di Babakan Kec. Ciwaringin Kab. Cirebon dan santrinya telah mencapai lebih dari 1000 orang. Dalam sejarahnya, babakan sering disebut sebagai babak awal perkembangan pendidikan Islam di wilayah Cirebon pada abad XVI dengan tokoh pejuang pertamanya Kiai Jatira.
pengambilan nama “Kebon Jambu” itu sendiri dilatar belakangi upaya pengabadikan aspek kesejahteraan geografisnya, di mana dahulunya adalah belataran kebun yang diisi pepohonan jambu biji. Namun ini memiliki kemiripan sejarah, sebagaimana Akang panggilan akrab dan kehormatan K. H. Muhammad selaku pengasuh sebuah pondok pesantren yang bernama “Kebon Melati” pada tahun 1975 hingga tahun 1993.
Adapun penambahan kata Al-Islamy berawal dari adanya kiriman bantuan buku-buku dan kitab-kitab untuk pembuatan perpustakaan dari suatu lembaga pemerintahan di Jakarta. Pada wakti itu team mengirim bantuan tidak menemukan pondok yang bernama Al-Islamy di desa Babakan Kec. Ciwaringin Kab. Cirebon. Akhirnya mereka berinisiatif untuk mendatangi balai desa Babakan dan menanyakan langsung kepada aparat desa, ternyata aparat desa pun tidak mengetahui nama pondok Al-Islamy (karena memang tidak ada). Selain itu, ada dari salah satu aparat yang menanyakan, siapa nama pangasuhnya, disebutkanlah KH. Muhammad, maka jadi jelaslah alamat yang mungkin dimaksud pengirim tersebut adalah pondok pesantren kebon jambu (karena hanya ada satu nama pengasuh KH. Muhammad pada masa itu). Setelah kejadian itu, Pondok Pesantren Kebon Jambu diberi tambahan nama menjadi Pondok Pesantren Kebun Jambu Al-Islamy. ini dilakukan agar laporan pengiriman buku-buku dan kitab-kitab telah sampai pada alamat yang dituju.
Setelah kurang lebih 25 tahun menyelenggarakan dan mengasuh pondok pesantren salaf, yang bernama “Kebon Melati”, Akang memutuskan untuk mendirikan untuk mendirikan sebuah pondok pesantren di desa Babakan bagian selatan pada tahun 1993. Pondok pesantren yang selanjutnya diberi nama kebon Jambu ini, tetap diasuhnya dan tetap mengajrkan kitab-kitan klasik atau kitab kuning dengan metode bandongan dan sorogan.
Di samping dua metode ini yang digunakan dalam mendidik santri-santrinya, Pondok Jambu juga menerapkan sistem klasikal pendidikan berupa jenjang pendidikan bagi santri. Para santri dikelempokkan ke dalam 6 tingkatan (plus 1 masa pra tingkatan atau tingkat persiapan bagi santri baru yang dinilai belum siap masuk tingkat) yang setiap tingkatannya tentu mendapat pendidikan yang berbeda. Kenaikan tingkat dilakukan setiap tahun dengan sistem ujian semester (2 kali ujian per tahun).
Kebon Jambu juga menyelenggarakan metode madrasah, yang bernama Madrasah Tahsinul Akhlak Salafiyah (MTAS) yang berdiri tahun 1987 (pada masa itu masih di pondok kebon melati), dimana pencetus dan sebagai kepala madrasah pertamanya adalah Ust. Nashir (Lemah Abang, Cirebon). Metode yang disebut terakhir ini diperuntukan bagi santri-santri yang mengkhususkan diri belajar keilmuan Pendidikan Islam. Model pendidikan ii sebenarnya telah berlangsung lama, sesama Akang megasuh santri-santrinya di Pondok Kebon Melati tahun 1979.
Program Pendidikan formal di pesantren ini disesuaikan dan di kombinasikan dengan kurikulum pendidikan nasional. hal ini dilakukan sebagai upaya menindaklanjuti kebutuhan para santri akan pendidikannya kelak. Pesantren juga memperbolehkan santrinya untuk menempuh pendidikan kesarjanaan (S1, S2 dan S3) diberbagai perguruan tinggi di wilayah Cirebon (izin umum) dan kota lain (izin khusus).
2.      Profil Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy
Nama Pesantren                : Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy
NSPP                                : 512 32 11 28 370
Tahun Berdiri                    : 1993
Alamat                              : Jl. Kebon Jambu No.1
Ds. Babakan, Kec. Ciwaringin,
Kab. Cirebon, Kode Pos: 45167
Telp                                   : (0231) 342259/ 085324880408
Luas Tanah                        : 1400 m2
Keterangan Tanah             : Milik Sendiri
Surat Keterangan Tanah   : W2a/ 095/ K17 tahun 1994

B.     Lembaga-lembaga Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy
Adapun lembaga-lembaga yang terdapat di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy, sebagai berikut:
1.      Madrasah Aliyah Tunas Pertiwi (MA TP)
a.      Sekilas Tentang MA TP
Madrasah Aliyah Tunas Pertiwi Ciwaringin merupakan lembaga pendidikan Islam yang berada diawah naungan Yayasan Tunas Pertiwi. Lembaga ini resmi berdiri pada tahun 2011 berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provisi Jawa Barat Nomor: Kw.10.4/4/PP.07/7476/2011.
Dengan semangat dan kerja keras yang tidak mengenal lelah oleh seluruh warganya, MA TP telah menunjukan diri sebagai lembaga pendidikan Islam yang luar biasa dan berbeda dari Madrasah Aliyah yang sudah menjamur saat ini, terutama jika dipandang dari kurikulum yang berbasis Pesantren dengan memunculkan potensi yang disesuaikan dengan tantangan masa depan.
Hujjah Pesntren yang merupakan salah satu unggulan MA Tunas Pertiwi akan menjawab ketimpang-ketimpangan permasalahan Agama yang sudah merebak di Masyarakat melalui hujjah-hujjah (dalil-dalik) yang kuat dan logis, MA Tunas Pertiwi menghadirkan kurikulum Tilawatil Qur’an yang disempurnakan dengan Silsilah Sanad Guru Al-Qur’an yang shahih siswa-siswi MA Nabi SAW sehingga diharapkan semua siswa-siswi MA Tunas Pertiwi bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam jenjang waktu selama 3 tahun dan mendapatkan Silsilah Sanad tersebut.
memenuhi kurikulum yang berbasis kepesantrenan, MA Tunas Pertiwi memaksimalkan pembekalan keagamaan siswa-siswi dengan pengkajian lebih pada Kutub Al-Mu’tabaroh sehingga outputnya mempunyai kredibilitas penguasaan kutub al-Mu’tabaroh yang mumpuni.
b.      Visi
“Mewujudkan manusia yang pandai, terampil dan benar berakhlakul karimah agar menjadi orang shaleh yang mulia, dan beramal ikhlas.”
c.       Misi
“Mencetak insan yang berpengetahuan luas, berwawasan kebangsaan, keagamaan dan berakhlakul karimah dalam rangka pembangunan nasional.”
2.      Madrasah Tahsinul Akhlak Al-Salafiyah (MTAS)
a.      Sekilas Tentang MTAS
Pendidikan yang dilaksanakan oleh masyarakat Islam merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan nasional yang digalakkan oleh pemerintahan Indonesia sehingga satu sama lainnya saling membutuhkan.
Madrasah Tahsinul Akhlak Assalafiyah sebagai salah satu madrasah yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon sejak tahun 2003 telah mendapatkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri (Departemen Dalam Negeri, Agama dan pendidikan Nasional) yaitu penetapan pemerintahan bahwa mulai dari kelas I sampai dengan kelas III disamakan dengan tingkat SMP/MTs. Artinya, alumnus kelas III tersebut dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (SMA/SMK atau MA).
Sekolah ini didirikan pada tahun 1987, dimana Ust. Nashir adalah kepala Sekolah pertamanya. kajian utamanya adalah ilmu-ilmu kepesantrenan terutama yang termaktub dalam kitab kuning. Pendirian MTAS sendiri banyak terinspirasi oleh keberadaan beberapa sekolah dilingkungan pesantren Babakan sebelumnya, yaitu Madrasah Salafiyah Syafi’yah (MSS) yang didirikan pada tahun 1943 M dan Madrasah Al-Hikam al-Salafiyah.
b.      Visi dan Misi
Madrasah Tahsinul Akhlak Assalafiyah mempunyai Visi “Mewujudkan manusia yang pinter dan benar sehingga menjadi orang sholeh yang mulia, bahagia dan selamat dunia dan akhirat.”
Adapun Misi yang diembannya adalah:
A.      Mencetak insan yang berpengetahuan dan handal dalam bidang agama.
B.       Mendisiplinkan pendidikan dan pengajaran.
C.       Meneruskan perjuangan Salaf as-Sholihin yang berakhlakul karimah
D.      Mencetak kader-kader muslim yang berkualitas.
3.      Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP)
BUMP didirikan pada tahun 2006 dengan modal hanya 125 ribu dan ruangan kecil berukuran sekitar 3 x 4m. Uang tersebut digunakan untuk membeli alat-alat photocopy seadanya seperti kertas, gunting dan lainnya.
BUMP mulai menunjukan giginya pada tahun 2007 dengan membuka cabang berupa 2 konter (tempat penjualan pulsa yang biasanya dilengkapi dengan penjualan handphone dan accsesorisnya) diluar desa. Sampai saat ini, tahun 2012 computer yang ada berjumlah 3 unit. Bahkan pada tahun 2010 BUMP telah menjali kerjasama dengan JNE berupa jasa pengiriman barang dalam dan luar negeri.
4.      Panca Tunggal Serba Guna (PTGS)
Olah raga seni bela diri pencak silat Panca Tunggal Serba Guna merupakan salah satu kegiatan ekstrakulikuler yang ada di pondok pesantren Kebon Jambu Al-Islamy Babakan Ciwaringi Cirebon yang berorientasi pada kesehatan fisik dan mental.
PTSG di Pondok Kebon Jambu dimulai sejak tahun 1998 dipimpin oleh Bapak Muhammad Hasan Ilyas. Walaupunpun bersifat ekstrakulikuler namun kegiatan ini diwajibkan kepada soluruh  santri Kebon Jambu karena dapat memberikan kontribusi yang bagus dan menyehatkan badan aga terlihat segar dan bugar setiap hari.
Selain santri Kebon Jambu, PTSG juga menerima masyarakat dari luar sebagai anggota, baik santri atau masyarakat biasa. Latihan rutin PTSG dilakukan setiap hari Jum’at ba’da ashar setahun. ujian ini terdiri dari ujian materi (uji fisik) dan mental (uji nyali atau keberanian).

C.    Rekrutmen Guru dan Santri Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy
1.      Rekrutmen Guru (Ustadz/ Ustadzah) dan Santri
Berdasarkan hasil wawancara bersama Ustdzah. Mufi selaku pengurus di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy rekrutmen guru (Ustadz dan ustadza) biasanya direkrut dari santri yang sudah lama mondok selama berpuluh-puluh tahun dan mengambdi kepada Kyai dan Nyai yang ada di lingkungnan Ciwaringin tersebut.
Adapun santri-santri yang mondok di pesantren tersebut ada yang dari tingkat SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi dan berasal dari macam-macam daerah. Di Pondok Jambu ini tidak ada perekrutan santri namun, santri-santrinya mendaftar dan berdatangan sendiri ke Pondok Jambu, karena Pondok-pondok yang ada di daerah Ciwaringin khususnya Pondok Pesantren Kebon Jambu itu sendiri sudah cukup dikenal dibeberapa kota-kota dan sudah punya nama di hati masyarakat, sehingga anak-anak datang dengan sendiri ditemani orang tua mereka.
2.      Prosedur Pendaftaran Santri Baru
Bagi orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya di pondok Kebon Jambu, berikut adalah prosedur pendafatarannya:
a.       Soan kepada Al-Mukarrom Pengasuh
Pertama kali yang harus dilakukan para calon santri baru
adalah menemui kepala dewan pengasuh, KH. Asror Muhammad. Diantara tujuannya adalah mendapatkan izin mesantren dari beliau dan terjalin hubungan yang erat antara pengasuh dan calon santri serta orang tua atau walinya.
b.      Mendatangi tempat pendaftaran atau Kantor Pusat
Prosedur selanjutnya adalah menemui petugas kantor pusat untuk melakukan registrasi dan mengetahui berbagai hal terkait pesantren. Khusus untuk awal masuk pondok  (bulan syawal) dan awal masuk sekolah (sekitar bulan Mei-Juni) biasanya dibentuk panitia khusus penerimaan santri baru. Tempatnyapun tidak mesti di kantor pusat. Namun tetap diperbolehkan mendatangi kantor pusat untuk mengetahui berbagai informasi terkait pesantren.
c.       Mengisi formulir dan Membayar biaya Pendaftaran
Formulir telah disediakan di kantor pusat. Bentuknya tidak lembaran, melainkan sudah dalam bentuk buku (STAMBUK). Data yang diperlukan meliputi identitas santri termasuk photo ukuran 3x4 (2 Lembar) dan identitas orang tua atau wali santri atau nomor telpon yang bisa dihubungi. Setelah data diisi lengkap, prosedur selanjutnya membayar biaya pendaftaran di tempat tersebut.

d.      Pemilihan Kamar
Setelah segala hal terkait pendaftaran selesai, pengurus akan menunjukan kamar mana saja yang kosong. Santri diperbolehkan untuk memilih kamar mana yang diinginkan dengan mempertimbangkan kapasitas kamar.

D.    Sistem Administrasi Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy
1.      Bulanan
Setiap bulannya (untuk tahun 2013/ 1435), jumlah uang yang harus dibayar santri adalah sebesar Rp 112.000,- adapun Rp. 30.000 untuk syahriyah dan Rp. 82.000 (disesuaikan dengan harga beras 10 kg) untuk biaya makan selama satu bulan, setiap santri mendapat jatah 2 porsi nasi setiap harinya. Uang tersebut dibayarkan kepada kepala kamar masing-masing.
NB: Biasanya, setiap kamar mempunyai kas kamar untuk keperluan kamar tersebut. Besarnya ditentukan oleh seluruh anggota kamar yang bersangkutan. Namun pada umumnya sebesar Rp. 5000,- per bulan.
2.      Harian
Untuk keperluan sehari-hari, setiap santri dilarang membawa uang lebih dari Rp. 20.000, uang yang diterima dari orang tua harus segera ditabung ke bendahara tabungan pusat melalui kepala kamar. Nantinya, setiap hari kepala kamar akan membagikan uang tersebut, yang diambil dari uang bendahara tabungan harian pusat, kepada masing-masing anggota kamarnya. diantara tujuannya adalah agar keuangan santri menjadi lebih teratur, keborosan bisa ditanggulangi serta masalah kehilangan atau pencurian dapat diminimalkan.
Selain tabungan harian, ada juga tahunan yang fungsinya tentu untuk menyimpan uang, namun hanya bisa diambil pada akhir tahun yaitu bulan Sya’ban.


E.     Kegiatan-kegiatan Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy
1.      Kegiatan-kegiatan Sehari
Berikut ini penjelasan mengenai berbagai kegiatan yang ada di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy: bahstul masail, haflah akhirussanah, khatmil Juz amma, khatmil Al-qur’an, khatmil al-fiyah, khitobahan, majlis musyawarah , marhabanan, mata sabar, muhafadhah, mujahadah, manaqib, musabaqah, organisasi daerah, pelantikan pengurus, pelantikan dan penyuluhan, pemilihan kepala komplek, pencak silat, pengajian Al-Qur’an dan Juz amma, pengajian bandungan, pengajian pasaran, pengajian sorogan, pengajian tafsir, peringatan hari besar Islam, piket harian, piket jaga malam, praktik ibadah, Qobliahan, rapat-rapat, ro’an jumat, Safari dakwah pesantren, shalat fardhu berjamaah, studi banding, temu alumni, Tugas pesantren, Ujian akhir semester,  yasinan, dan ziarah.
2.      Kegiatan Ekstrakurikuler
Kegiatan ini dilaksanakan setiap selasa sore ba’da ashar selain selasa kliwon.
a.       Ilmu Falak
Pembelajaran sekitar ilmu Falak baik kontemporer dengan data emphimeris dan rumus modern maupun klasik dengan menggunakan kitab kuning.
b.      Retorika Dakwah
Pembelajaran menjadi da’i atau mubaligh. Santri diajari teknik retorika atau berbicara di depan umum.
c.       Seni Kaligrafi
Pelajaran seni menulis tulisan Arab (khot)
d.      Seni dan Budaya (Lingkar Budaya Jambu)
Mempelajari seni dan budaya Indonesia, diantaranya tentang puisi.
e.       Qira’ah
Pelajaran seni membaca Al-Qur’an dengan irama tertentu, seperti bayati, nahawan, qarar dan lain sebagainya.
f.       Rebana
Mempelajari teknik memainkan rebana
g.      Shalawatan
Pelajaran seni bershalawat terutama shalawat-shalawat modern.

F.     Fasilitas Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy
1.      Asrama
Pondok kebon Jambu Al-Islamy sampai bulai Dzulhijjah 1433 Hijriyah atau bulan November 2012 memiliki 27 kamar santri yang dibagi dalam 2 komplek, Arofah (15 kamar) dan Makkah (12 kamar). Di setiap kamar sudah tersedia lemari susun yang disesuaikan dengan kapasitas kamar. ukuran masing-masing kamar sekitar 3x3 meter dengan jumlah santri sekitar 24.
Disetiap komplek terdapat jemuran bagi penghuninya serta taman depan untuk menambah keindahan komplek sekaligus menciptakan udara yang lebih sehat. Selain itu, tersedia juga tempat sepatu dan sandal bagi para santri.
2.      Fasilitas I
a.       Buku Raport
b.      Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP)
c.       Kendaraan berupa motor shogun
d.      Koran Santri
e.       Mading atau Magazine Santri
f.       Madrasah Tahsinul Al-Akhlak al-Salafiyah (MTAS)
g.      Madrasah Aliyah Tunas Pertiwi (MATP)
h.      New Zahro Gruop
i.        Organisasi Daerah
j.        Panca Tunggal Serba Guna (PTSG)
k.      Perpustakaan Burhanuddin.
l.        Ruang Tamu
m.    Tabungan Harian
n.      Tabungan Tahunan
o.      Telpon dan Handphone
p.      Pengeras Suara.
3.      Fasilitas II
Untuk keperluan makan, Kebon Jambu menyediakan 1 Jami’ah Konsumsi, 1 Kantin dan 1 Koperasi. Selanjutnya untuk keperluan mandi dan mencucui santri, Kebon Jambu menyediakan 1 komplek kamar mandi dengan jumlah 22 kamar mandi yang disetiap kamarnya dilengkapi shower. Kemudian untuk keperluan wudu, terdapat 3 kulah wudu dan 1 perangkat keran kudu di samping kamar mandi. Sedangkan keperluan buang air, disediakan 6 ruang wc dengan tempat buang air terpisah.
Kebon Jambu juga menyediakan warung telpon (wartel) yang terletak di samping kantor MTAS. Wartel ini juga dilengkapi dengan berbagai kebutuhan santri, seperti pakaian, makanan ringan, berbagai minuman dan berbagai perlengkapan mandi.
Keamanan Kebon Jambu juga lebih terjamin sejak selesainya pembangunan Benteng dan Gerbang Pondok pada sekitar tahun 2004.
















BAB IV
KESIMPULAN
Observasi yang dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2015 memberikan banyak informasi dan pengetahuan bagi kami selaku observer. Informasi dan pengetahuan yang dimaksud adalah tentang bagaimana sejarah berdirinya Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy dan kiprahnya dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa.
Selain itu, kami memperoleh informasi terkait bagaimana mengelola, mengatur dan merancang program kerja selama satu tahun ke depan dan seterusnya dalam pendidikan Pesantren terpadu. Adanya Pondok Pesantren Kebon Jambu menunjukkan adanya perhatian penting bagi beberapa orang dalam ikut andil mencerdaskan anak-anak di sekitarnya melalui pendidik luar sekolah berupa Pesantren Terpadu.
Untuk itu, semoga laporan observasi yang singkat ini sedikit banyaknya memberikan informasi yang cukup sebagai langkah awal mengetahui lebih dalam terkait kiprah Pesantren dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa melalui pendidikan agama.

Tidak ada komentar:

RESEP OSENG KANGKUNG

Bahan-bahan: * Seikat Kangkung  * 3 cabe merah besar * Cabe rawit sesuai selera. * 1 Lengkung  * 3 Siung Bawang Merah.  * 1 Siung Bawang Put...