Sabtu, 30 Mei 2020

MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah (skenario)
Ketika Pak Agus (guru PAI kelas VIII SMP) memulai pelajarannya, ia mengeluarkan sebatang kayu balok yang besar dan panjang lalu ia juga mengeluarkan pisau dapur yang tumpul beserta asahannya lalu, Pak Agus memegang kayu tersebut dan pisau dapur tersebut lantas kemudian Pak Agus-pun memulai untuk proses pembelajarannya
Pak Agus : Anak-anak apa yang bapak pegang ?
Murid : itu kayu balok dan pisau dapur, pak ? 
Pak Agus : lihat apa yang akan bapak perbuat ?
Murid : iya pak….?
Pak Agus mulai proses memotong kayu tersebut, pada kesempatan pertama ternyata kayu tersebut masih kuat dan utuh untuk dapat ditaklukan oleh Pak Agus, sambil menghela nafas dan kemudian merenung akhirnya Pak Aguspun mendapat ide untuk mengasah pisau dapur tersebut dan kemudian berusaha melanjutkan kembali untuk proses memotong kayu tersebut.
Pada akhirnya dengan tenaga yang kuat dan tekad kuat kayu tersebut berhasil terpotong menjadi dua.
Murid : seluruh murid akhirnya bersorak ria dan memberi tepuk tangan yang
meriah kepada Pak Agus
Pak Agus : lalu kemudian Pak Aguspun bersuara : “Man Jadda Wa Jada”,
tolong tirukan kata-kata saya ?
Murid : “Man Jadda Wa Jada” ………3 kali (semua murid menirukan)
Pak Agus : murid-murid apa yang menjadi hikmah dari kejadian tadi ?
Murid : itu adalah cara bagaimana agar kita dapat memotong kayu dengan baik…!
(kata salah seorang murid)
Pak Agus : ya ada yang lain…?
Murid : itu adalah bagaimana jika kita ingin mencapai
kemenangan (kesuksesan) yaitu agar kita semua berusaha sekuat mungkin untuk mencapai kesuksesan tanpa putus asa.
Pak Agus : Bagus, ok anak-anak maukah kalian ingin sukses di masa yang aka datang ?
Murid : Ya, mau pak
Pak Agus : kira-kira apa yang harus dilakukan kalian agar ke depan menjadi orang yang beruntung dan sukses melalui peristiwa tadi ?
Murid : ada yang menjawab berusaha, ada yang menjawab tidak boleh putus asa, ada yang menjawab semangat, kerja keras, dan lain-lain mereka semua akhirnya terpancing untuk dapat mengungkapkan seluruh pemikirannya
Pak Agus : Ya, bapak doakan semua yang ada disini di masa yang akan datang menjadi orang yang sukses semua.
Murid : Aamiin….! Makasih pak….!







B.     Rumusan Masalah
           Berdasarkan latar belakang diatas maka pembahasan dari makalah ini dapat diambil beberapa rumusan masalah diantaranya sebagai berikut.
1.      Apa pengertian model pembelajaran Inkuiri ?
2.      Bagaimanakah Ciri-ciri model pembelajaran inkuiri ?
3.      Apa sasaran utama model pembelajaran Inkuiri ?
4.      Apa prinsip-prinsip penggunaan model pembelajaran Inkuiri ?
5.      Bagaimanakah langkah-langkah pembelajaran Inkuiri ?
6.      Apa keunggulan dan kelemahan pembelajaran Inkuiri ?

C.    Tujuan Penulisan makalah
           Dari beberapa rumusan di atas mempunyai tujuan yaitu untuk:
1.      Mengetahui  dan menganalisa pengertian model pembelajaran Inkuiri
2.      Mengetahui  dan menganalisa Ciri-ciri model pembelajaran inkuiri
3.      Mengetahui  dan menganalisa sasaran utama model pembelajaran Inkuiri
4.      Mengetahui  dan menganalisa prinsip-prinsip penggunaan model pembelajaran Inkuiri
5.      Mengetahui  dan menganalisa langkah-langkah pembelajaran Inkuiri 
6.      Mengetahui  dan menganalisa keunggulan dan kelemahan pembelajaran Inkuiri










BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Model Pembelajaran Inkuiri
     Model pembelajaran Inkuiri merupakan bentuk dari pembelajaran yang berorientasi kepada peserta didik (student centered aproach). Dikatakan demikian, sebab dalam strategi ini peserta didik memegang peran yang sangat dominan dalam proses pembelajaran.[1]
     Model ini merupakan bagian inti dari kegiatan pebelajaran berbasis kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil dari menemukan sendiri. Guru harus selalu merancang kegiatan yang merujuk pada kegiatan menemukan,apapun materi yang akan diajarkannya.[2]
     Model pembelajaran Inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dengan siswa, Strategi pembelajaran ini juga dinamakan strategi heuristic,yang berasal dari bahasa Yunani,heuriskein yang berarti saya menemukan.
     Pendapat Sund,seperti yang dikutip oleh Suryosubroto (1993) menyatakan bahwa discoveri merupakan bagian dari Inkuiri yang merupakan perluasan proses discoveri yang digunakan lebih mendalam. Dalam bahasa Inggris Inquiry, berarti pertanyaan, pemeriksaan atau penyelidikan. Inkuiri sebagai suatu proses umum yang dilakukan manusia untuk mencari atau memahami informasi. Gulo (2002) menyatakan strategi inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.
     Pembelajaran Inkuiri dirancang untuk mengajak peserta didik secara langsung ke dalam proses ilmiah dalam waktu yang relatif singkat. Hasil penelitian Schlenker dalam Joyce dan Weil (1992) menunjukkan bahwa latihan inkuiri dapat meningkatkan pemahaman sains, produktif, dalam berpikir kreatif, dan peserta didik menjadi terampil dalam memperoleh serta menganalisis informasi.
     Model pembelajaran Inkuiri berangkat dari asumsi bahwa sejak manusia lahir ke dunia, manusia memiliki dorongan untuk menemukan sendiri pengetahuannnya.[3]
B.     Ciri-ciri strategi pembelajaran inkuiri
Ada beberapa hal yang menjadi ciri utama strategi pembelajaran Inkuiri.Diantaranya ialah :
1.   Model pembelajaran Inkuiri menekankan kepada aktivitas peserta didik secara maksimal untuk mencari dan menemukan, Artinya strategi pembelajaran Inkuiri menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar. Dalam praktiknya, peserta didik tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti materi pelajaran.
2.   Seluruh aktivitas yang dilakukan peserta didik diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga dihrapkan hal ini dapat menembuhkan sikap percaya diri (self belief). Dengan demikan, strategi pembelajaran Inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, akan tetapi sebagai fasilitator dan motivator belajar peserta didik.
            Aktivitas pembelajaran biasanya dilakukan melalui proses tanya jawab atara guru dan peserta didik. Oleh sebab itu, kemampuan guru dalam menggunakan teknik bertanya merupakan syarat utama strategi pembelajaran inkuiri.
3.   Tujuan dari penggunaan model pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual yang merupakan bagian dari proses mental. Dengan demikian, dalam model pembelajaran inkuiri peserta didik tidak hanya dituntut agar menguasai mata pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan keterampilan yang mereka miliki.
Model Pembelajaran Inkuiri akan efektif apabila memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
a.       Guru mengharapkan peserta didik dapat menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan yang ingin dipecahkan. Dengan demikian dalam strategi pembelajaran inkuiri,penguasaan materi pelajaran bukan sebagai tujuan utama pembelajaran,akan tetapi yang lebih dipentingkan adalah proses belajar.
b.      Bahan pelajaran yang akan diajarkan tidak berbentuk fakta atau konsep yang sudah jadi,akan tetapi sebuah kesimpulan yang perlu pembuktian
c.       Proses pembelajaran berangkat dari rasa ingin tahu peserta didik terhadap sesuatu
d.      Jika guru akan mengajar pada sekelompok peserta didik yang rata-rata memiliki kemauan dan kemampuan berpikir. Model inkuiri akan kurang berhasil diterapkan kepada peserta didik yang kurang memiliki kemampuan untuk berpikir.
e.       Jumlah peserta didik yang belajar tak terlalu banyak sehingga bisa dikendalikan oleh guru
f.       Guru memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan pendekatan yang berpusat pada peserta didik.[4]
C.    Sasaran utama Model pembelajaran Inkuiri
     Sasaran utama kegiatan model pembelajaran inkuiri adalah
1.   Keterlibatan peserta didik secara maksimal dalam proses kegiatan belajar
2.   Keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pembelajaran
3.   Pengembangan sikap percaya diri pada peserta didik tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri
Kondisi umum yang merupakan syarat timbulnya kegiatan inkuiri bagi peserta didik adalah:
a.       Aspek sosial di kelas dan suasana terbuka yang mengundang peserta didik berdiskusi
b.      Berfokus pada hipotesis
c.       Penggunaan fakta sebagai evidensi (informasi,fakta)
Berdasarkan uraian diatas peran guru dalam menciptakan kondisi tersebut sebagai berikut:
a.       Motivator,yaitu memberi rangsangan agar peserta didik aktif dan bergairah berpikir
b.      Fasilitator,yaitu menunjukkan jalan keluar apabila peserta didik mengalami kesulitan
c.       Pemberi pertanyaan dan menyadarkan peserta didik dari kekeliruan yang mereka buat
d.      Administrator,yaitu bertangggung jawab terhadap seluruh kegiatan kelas
e.       Pengarah,yaitu memimpin kegiatan peserta didik untuk mencapai tujuan yang diharapkan
f.       Manajer,yaitu mengelola sumber belajar, waktu, dan organisasi kelas
g.      Rewarder,yaitu memberi penghargaan pada prestasi yang dicapai peserta didik
Pembelajaran inkuiri dirancang untuk mengajar peserta didik secara langsung ke dalam proses ilmiah dalam waktu yang cukup singkat.[5]
      Tujuan umum dari latihan inkuiri ialah menolong siswa mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan yang dibutuhkan dengan memberikan pertanyaan dan mendapatkan jawaban atas dasar rasa ingin tahu mereka. Suchman (1962), pencipta model Inkuiri, memberikan perhatian dalam menolong siswa menyelidiki secara independen, namun dalam suatu cara yang teratur. Ia menginginkan siswa menyakan mengapa peristiwa itu terjadi, memperoleh dan mengolah data secara logis, dan agar siswa mengembangkan strategi intelektual secara umum yang mereka dapat gunakan untuk mendapatkan mengapa benda-benda seperti demikian.
      Pendapat para pakar pendidikan seperti Bruner,Taba, dan Ausebel, Suchman berkeyakinan bahwa siswa akan lebih menyadari tentang proses penyelidikannya dan mereka dapat diajar tentang prosedur ilmiah secara langsung.
      Selanjutnya Suchman berpendapat tentang pentingnya membawa siswa pada sikap bahwa semua pengetahuan bersifat tentatif.
Teori Suchman dapat dijabarkan sebagai berikut:
a.       Orang pada hakikatnya mengadakan penyelidikan, bilamana menghadapi teka-teki
b.      Mereka dapat menyadari dan belajar menganalisis strategi berfikir
c.       Strategi baru dapat diajarkan secara langsung sehingga siswa memperoleh tambahan dari yang ada
d.      Inkuiri secara kooperatif memperkaya cara berpikir siswa dan menolong mereka belajar tentang hakikat timbulnya pengetahuan yang tentatif dan menghargai berbagai alternatif penjelasan.[6]
D.    Prinsip-prinsip penggunaan Model pembelajaran Inkuiri
     Pembelajaran Inkuiri merupakan model yang menekankan kepada pengembanga intelektual peserta didik. Perkembangan mental (intelektual) ini menurut Piaget dipengaruhi oleh 4 faktor,yaitu maturattion, physical experience, social experience, dan equilibration.
1.   Maturation
            Maturation atau kematangan adalah proses perubahan fisiologis dan anatomis, yaitu proses pertumbuhan fisik, yang meliputi pertumbuhan tubuh, pertumbuhan otak, dan pertumbuhan syarat.pertumbuhan otak merupakan salah satu aspek yang sangat berpengaruh terhadap kemampuan berpikir (intelektual) peserta didik.Otak bisa dikatan sebagai pusat atau sentral perkembangan dan fungsi kemanusiaan. Menurut Sigelman dan Shaffer (1995), otak terdiri dari 100 miliar sel syaraf (neuron) da setiap sel syaraf itu rata-rata memiliki sekitar 3000 koneksi (hubungan) dengan sel-sel syaraf lainnya.Neuron terdiri dari inti sel (nucleus) dan sel bodi yang berfungsi sebagai penyalur aktivitas dari sel yang satu ke sel syaraf lainnya.
2.   Physical experience
            Adalah tindakan-tindakan fisik yang dilakukan individu terhadap benda-benda yang ada di lingkungan sekitarnya. Aksi atau tindakan fisik yang dilakukan individu memungkinkan dapat mengembangkan aktivitas/daya pikir.Gerakan-gerakan fisik yang dilakukan pad akhirnya akan bisa ditransfer menjadi sebuah ide-ide.
3.   Social experience
            Adalah aktivitas dalam berhubungan dengan orang lain, melalui pengalaman sosial, anak bukan hanya dituntut untuk mempertimbangkan atau mendengarkan pandangan orang, tetapi juga akan menumbuhkan kesadaran bahwa ada aturan disamping aturan itu sendiri. Ada dua aspek pengalaman sosial yang dapat membantu perkembangan intelektual. Pertama, pengalaman sosial akan dapat mengembangkan kemampuan berbahasa. Kemampuan berbahasa ini diperoleh melalui percakapan, diskusi, argumentasi, dengan orang lain. Aktivitas semacam ini akan merangsang otak untuk untuk bekerja dan memunculkan pengalaman-pengalaman mental. Kedua, melalui pengalaman sosial anak akan mengurangi entric-nya, sedikit demi sedikit akan memunculkan kesadaran pada dirinya bahwa orang lain mungkin berbeda dengan dirinya,pengalaman semacam itu bermanfaat untuk mengembangkan konsep mental seperti kerendahan hati, toleransi, kejujuran etika, moral, dan sebagainya.
4.   Equilibration
            Adalah proses penyesuaian antara pengetahuan yang sudah ada dengan pengetahuan yang baru ditemukan, adakalanya anak dituntut untuk memperbarui pengetahuan yang sudah terbentuk setelah ia menemukan informasi baru yang tidak sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki itu.
Atas dasar penjelasan diatas,dalam penggunaan SPI terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh setiap guru,diantaranya ialah:
a.       Berorientasi pada pengembangan intelektual
Tujuan utama dari strategi pembelajaran inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir. Dengan demikian, strategi pembelajaran ini selain berorientasi kepada hasil belajar juga berorientasi pada proses pembelajaran. Karena itu, kriteria keberhasilan dari proses pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajran inkuiri bukan ditentukan oleh sejauh mana peserta didik beraktivitas mencari dan menemukan sesuatu. Makna dari “sesuatu” yang harus ditemukan oleh peserta didik melalui proses berpikir adalah sesuatu yang dapat ditemukan, bukan sesuatu yang tidak pasti, oleh sebab itu setiap gagasan yang harus dikembangakan adalah gagasan yang dapat ditemukan.
b.      Prinsip interaksi
Proses pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi,baik interaksi antar peserta didikmaupun interaksi peserta didik dengan guru, bahkan interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya. Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri. Guru perlu mengarahkan (diercting) agar peserta didik dapat mengembangkan kemempuan berpikirnya melalui interaksi mereka.
c.       Prinsip bertanya
Peran guru yang harus dilakukan dalam menggunakan SPI adalah guru sebagai penanya.Sebab, kemampuan peserta didik untuk menjawab setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir. Oleh sebab itu, kemampuan guru untuk bertanya dalam setiap langkah inkuiri sangat diperlukan. Berbagai jenis dan teknik bertanya perlu dikuasai oleh setiap guru, apakah bertanya itu hanya sekedar untuk meminta perhatian peserta didik, melacak, mengembangkan kemampuan, atau bertanya untuk menguji dan untuk tujuan-tujuan yang lain.
d.      Prinsip belajar untuk berpikir
Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, akan tetapi belajar adalah proses berpikir (learning how to think), yakni proses mengembangkan seluruh otak, baik otak kiri maupun otak kanan, baik otak reptil, otak limbik, maupun otak neokortek. Pembelajaran berpikir adalah pemanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal. Belajar yang hanya cenderung memanfaatkan otak kiri, misalnya dengan memaksa peserta didik untuk berpikir logis dan rasional, membuat peserta didik dalam posisi “kering dan hampa”.Oleh karena itu belajar berpikir logis dan rasional perlu didukung oleh pergerakan otak kanan, misalnya dengan memasukkan unsur-unsur yang dapat mempengaruhi emosi. Yaitu unsur estetika, melalui proses belajar yang menyenangkan dan menggairahkan
e.       Prinsip keterbukaan
Belajar adalah suatu proses mencoba berbagi kemungkinan segala sesuatu yang mungkin terjadi. Oleh sebab itu, peserta didik perlu diberikan kebebasan untuk mencoba sesuai dengan perkembangan kemampuan logika dan nalarnya. Pembelajaran yang bermakna ialah pembelajaran yang menyediakan berbagai kemungkinan sebagai hipotesis yang harus dibuktikan kebenarannya. Tugas guru adalah menyediakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikkan kebenaran hipotesis yang diajukan.[7]
E.     Langkah-langkah pembelajaran Inkuiri
Secara umum proses pembelajaran dengan menggunakan Inkuiri dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1.      Orientasi
          Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif. Pada langkah ini guru mengondisikan agar peserta didik siap melaksanakan proses pembelajaran. Keberhasilan model ini sangat tergantung pada kemauan peserta didik utuk beraktivitas menggunakan kemampuannya dalam memecahkan masalah. Tanpa kemauan dan kemampuan tak mungkin proses pembelajaran akan berjalan dengan lancar. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam tahap orientasi
a.       Menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai olehpeserta didik
b.      Menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik untuk mencapai tujuan. Pada tahap ini dijelaskan langkah-langkah ikuiri serta tujuan setiap langkah, mulai dari langkah merumuskan kesimpulan
c.       Menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar. Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan motivasi belajar peserta didik.
2.      Merumuskan masalah
          Merumuskan merupakan langkah membawa peserta didik pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Masalah hendaknya dirumuskan sendiri oleh peserta didik. Peserta didik akan memiliki motivasi belajar yang tinggi manakala dilibatkan dalam merumuskan masalah yang hendak dikaji. Dengan demikian, guru sebaiknya tidak merumuskan sendiri masalah pembelajaran, guru hanya memberi topik yang akan dipelajari, sedangkan bagaimana rumusan masalah yang sesuai dengan topik yang telah ditentukan sebaiknya diserahkan kepada peserta didik
          Masalah yang dikaji adalah masalah yang mengandung teka-teki yang jawabanya pasti. Artinya, guru perlu mendorong agar peserta agar dapat merumuskan maslahyn menurut guru jawabn yng sebenarnya sudah ada, peserta didik tinggal mencari da mendapatkan jawaban secra pasti.
          Konsep-konsep dalm masalah adalah konsep-konse yng sudah di ketahui terlebih dahulu oleh peserta didik. Artinya, sebelum masalah itu di kaji lebih jauh melalui proses nkuiri, guru perlu yakin terlebih dahulu bahwa peserta didik sudah memiliki pemahaman tentang konsep-konsep yang dalam rumusn masalah. Janan harapkan peserta didik dapat melakukan tahapa inkuiri selanjutnya manakala ia belum paham konsep-konsep yang terkandung dalam rumusa masalah.
3.      Mengajukan hipotesis;
          Hipotesis adalah jawaban  sementara dari suatu permsalahan yang sedang di kaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesisperlu di uji kebenaranya. Kemampua atau potensi individu untuk berfikir pada dasarnya sudah di miliki sejak individu itu lahir. Potensi berfikir di mulai dari kemampuan setiap individu untuk menebak atau mengira-ngira (berhipotesis) dari suatu permasalahan. Manakala individu dapat membuktikan tebakannya, ia akan sampai pada isi yang bisa mendorong untuk berfikir lebih lanjut. Oleh sebab potensi untuk mengembangkan kemampuan menebak pada setiap individu pada setiap idividu harus di bina.
Salah satu cara yang dapat di lakukan untuk mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis) setiap peserta didik adalah dengan mengajuka berbagai pertanyaan dengan guru hendaknya dapat mendorong peserta didik untuk dapat merumuskan jawaban sementara atau dapat merumuskan berbagai perkiraan kemungkian jawaban dari sutu permasalahan yang di kaji. Perkiraan sebagai hipotesis  bukan sembarang perkiraan, melaikan harus memiliki landasan berfikir yang kokoh, sehingga hipotesis yang di munculkan itu bersifat rasonal dan logis. Kemampun berfikir logisitu terdiri itu sendiri akan sangat di pengaruhi oleh kedalaman wawasan yang di miliki serta keluasan pengalaman. Dengan demikian, setiap individu yag kurang memiliki wawasa akan sulit megembangkan hipotesis yang rasional dan logis.   
4.      Mengumpulkan data
Mengumpulkan data ialah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dalam strategi pembelajaran inkuiri,mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. Proses pengumpulan data bukn hanya memerlukan motivasi yang kuat dalam belajar, akan tetapi juga membutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya. Oleh sebab itu, tugas dan peran guru dalam tahpan ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mendorong peserta didik untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan.
Sering terjadi kemacetan berinkuiri manakala peserta didik tidak apresiatif terhadap pokok permasalahan. Hal itu biasanya ditujukan 
5.      Menguji hipotesis
Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Yang terpenting dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan peserta didik atas jawaban yang diberikan. Disamping itu, menguji hipotesis juga berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional. Artinya, kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi, melainkan harus didukung oleh data yang ditemukan dan dapat dipertanggung jawabkan.
6.      Merumuskan kesimpulan.
Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Merumuskan kesimpulan merupakan gong-nya dalam proses pembelajaran yang terjadi. Oleh karena banyaknya data yang diperoleh, kesimpulan yang dirumuskan tidak fokus terhadap masalah yang hendak dipecahkan. Karena itu, untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan kepada peserta didik data-data yang relevan.[8]
Siklus Inkuiri terdiri dari :
1.      Observasi (observation)
2.      Bertanya (Questioning)
3.      Mengajukan dugaan (Hyphotesis)
4.      Pengumpula data (Data ghatering)
5.      Penyimpulan (Conclussion)
Langkah-langkah kegiatan Inkuiri adalah sebagai berikut :
a.       Merumuskan masalah
b.      Mengamati atau melakuka observasi
c.       Menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar, laporan, bagan, tabel, dan karya lain.
d.      Mengomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca, teman sekelas, guru, atau audiensi yang lain.[9]

Tahap-tahap model latihan Inkuiri :
a.       Penyajian masalah atau menghadapkan siswa kepada situasi teka-teki
Menyusun situasi teka-teki adalah tugas yang cukup sulit, karea mengubah isi kurikulum ke dalam suatu problema adalah sesuatu yang tidak mudah. Apabila obyek dan metri lain tidak dapat digunakan atau tidak cocok dengan situasi berproblema, guru-guru membuat suatu perntaan masalah (problem statement) untuk siswa-siswa dan suatu lembaran fakta (fact sheet). Pernyataan masalah melukiskan tentang suatu peristiwa yang tidak sesuai, dan lembaran fakta memuat informasi selanjutnya tentang problem,sebagai pembantu siswa dalam mengemukakan pertanyaan.
b.      Pengumpulan dan verifikasi data
c.       Mengumpulkan unsur baru
d.      Meneruskan penjelasan
e.       Mengadakan analisis tentang proses inkuiri.[10]
F.     Keunggulan dan kelemahan pembelajaran Inkuiri
Beberapa keunggulan inkuiri ialah:
1.      Inkuiri merupakan model pembelajaran yang menekankan pada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang. Sehingga pembelajaran melalui model ini dianggap lebih bermakna.
2.      Memberikan ruang kepada peserta didik untuk belajar sendiri dengan cara belajar mereka.
3.      Merupakan model yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkahlaku berkat adanya pengalaman.
4.      Melayani kebutuhan peserta didik yang memiliki kemampuan diatas rata-rata, artinya peserta didik yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan terhambat oleh peserta didik yang lemah dalam belajar.
Adapun kelemahannya adalah:
1.      Digunakan sebagai model pembelajaran, maka guru akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan peserta didik.
2.      Perencanaan pembelajaran dengan model ini sulit karena terbentur dengan kebiasaan peserta didik dalam belajar.
3.      Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan.
4.      Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan peserta didik dalam menguasai materi pembelajaran. Model ini akan sulit diimplementasikan oleh setiap guru[11]

















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Pengertian Model Pembelajaran Inkuiri
     Model pembelajaran Inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dengan siswa, Strategi pembelajaran ini juga dinamakan strategi heuristic,yang berasal dari bahasa Yunani,heuriskein yang berarti saya menemukan.
2.      Ciri-ciri strategi pembelajaran inkuiri
Ada beberapa hal yang menjadi ciri utama strategi pembelajaran Inkuiri.Diantaranya ialah :
a.    Model pembelajaran Inkuiri menekankan kepada aktivitas peserta didik secara maksimal untuk mencari dan menemukan, Artinya strategi pembelajaran Inkuiri menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar.
b.   Seluruh aktivitas yang dilakukan peserta didik diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga dihrapkan hal ini dapat menembuhkan sikap percaya diri (self belief).        
c.    Tujuan dari penggunaan model pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual yang merupakan bagian dari proses mental.
3.      Sasaran utama Model pembelajaran Inkuiri
     Sasaran utama kegiatan model pembelajaran inkuiri adalah
a.    Keterlibatan peserta didik secara maksimal dalam proses kegiatan belajar
b.   Keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pembelajaran
c.    Pengembangan sikap percaya diri pada peserta didik tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri
            Tujuan umum dari latihan inkuiri ialah menolong siswa mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan yang dibutuhkan dengan memberikan pertanyaan dan mendapatkan jawaban atas dasar rasa ingin tahu mereka. Suchman (1962), pencipta model Inkuiri, memberikan perhatian dalam menolong siswa menyelidiki secara independen, namun dalam suatu cara yang teratur. Ia menginginkan siswa menyakan mengapa peristiwa itu terjadi, memperoleh dan mengolah data secara logis, dan agar siswa mengembangkan strategi intelektual secara umum yang mereka dapat gunakan untuk mendapatkan mengapa benda-benda seperti demikian.
4.      Prinsip-prinsip penggunaan Model pembelajaran Inkuiri
     Pembelajaran Inkuiri merupakan model yang menekankan kepada pengembanga intelektual peserta didik. Perkembangan mental (intelektual) ini menurut Piaget dipengaruhi oleh 4 faktor,yaitu maturattion, physical experience, social experience, dan equilibration.
     Atas dasar penjelasan diatas,dalam penggunaan model diatas terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh setiap guru,diantaranya ialah:
a.    Berorientasi pada pengembangan intelektual
b.   Prinsip interaksi
c.    Prinsip bertanya
d.   Prinsip belajar untuk berpikir
e.    Prinsip keterbukaan
5.      Langkah-langkah pembelajaran Inkuiri
Secara umum proses pembelajaran dengan menggunakan Inkuiri dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
a.    Orientasi
b.   Merumuskan masalah
c.    Mengajukan hipotesis
d.   Mengumpulkan data
e.    Menguji hipotesis
f.    Merumuskan kesimpulan
6.      Keunggulan dan kelemahan pembelajaran Inkuiri
Beberapa keunggulan inkuiri ialah:
a.    Inkuiri merupakan model pembelajaran yang menekankan pada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang. Sehingga pembelajaran melalui model ini dianggap lebih bermakna.
b.   Memberikan ruang kepada peserta didik untuk belajar sendiri dengan cara belajar mereka.
c.    Merupakan model yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkahlaku berkat adanya pengalaman.
d.   Melayani kebutuhan peserta didik yang memiliki kemampuan diatas rata-rata, artinya peserta didik yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan terhambat oleh peserta didik yang lemah dalam belajar.
Adapun kelemahannya adalah:
a.       Digunakan sebagai model pembelajaran, maka guru akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan peserta didik.
b.      Perencanaan pembelajaran dengan model ini sulit karena terbentur dengan kebiasaan peserta didik dalam belajar.
c.       Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan.
d.      Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan peserta didik dalam menguasai materi pembelajaran. Model ini akan sulit diimplementasikan oleh setiap guru
B.     Saran dan Kritik
Dalam penyusunan makalah ini penulis menginginkan adanya masukan serta kritikan dari pembaca sehingga dalam penulisan makalah – makalah lain khususnya makalah Model-Model Pembelajaran tentang Model pembelajaran Inkuri ini kami akan mendapatkan banyak revisi serta masukan dari berbagai karakteristik pembaca sehingga dimaksudkan agar dalam penulisan makalah – makalah yang lain akan menjadi lebih baik dan menuju kesempurnaan .terima kasih. 



DAFTAR PUSTAKA
Dahlan.2010.Model-model Mengajar.Jakarta; KENCANA Prenada Media
Learning Assistance Program for Islamic Schools Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Junaedi dkk.2008.Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah.Surabaya; LAPIS-PGMI
Sanjaya,Wina.2006.Strategi PembelajaranBerorientasi Standar Proses Pendidikan.Jakarta; KENCANA Prenada Media
Trianto.2010.Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif.Jakarta; KENCANA Prenada Media



[1] Learning Assistance Program for Islamic Schools Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Junaedi dkkKonsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah, Edisi Pertama,Bulan September 2008, hlm.6-8
[2] TriantoMendesain model Pembelajaran Inovatif-Progresif, Edisi Pertama,Bulan September 2010, hlm.114
[3]  Ibid, Learning Assistance Program for Islamic Schools Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Junaedi dkk,hal.6-9
[4] Sanjaya,WinaStrategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Edisi Kesepuluh,Bulan September  2013, hlm.197
[5] Ibid, Learning Assistance Program for Islamic Schools Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Junaedi dkk,hal.6.9-6.10
[6] DahlanModel-Model Mengajar, Edisi Pertama,Bulan September  2010, hlm.35-36
[7] Ibid, Sanjaya,Wina,hal.198-201
[8] Ibid, Learning Assistance Program for Islamic Schools Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Junaedi dkk,hal.6.13-6.-15
[9] Ibid, Dahlan ,hal.38- 40
[10] Opcit, Triono,hal.114-115
[11] Opcit, Learning Assistance Program for Islamic Schools Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Junaedi dkk,hal.6.15-6.-17

Tidak ada komentar:

RESEP OSENG KANGKUNG

Bahan-bahan: * Seikat Kangkung  * 3 cabe merah besar * Cabe rawit sesuai selera. * 1 Lengkung  * 3 Siung Bawang Merah.  * 1 Siung Bawang Put...