Jumat, 29 Mei 2020

MOTIVASI, KEMAUAN, dan INSTINK


PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalam kehidupan, banyak manusia yang melakukan pekerjaan dengan gigih, santai, bahkan tidak sedikit yang hanya duduk manis tanpa berbuat apa-apa. Dengan demikian manusia berbeda-beda dalam melewati setiap detik kehidupan ini. Perbedaan prilaku manusia dalam menyikapi waktu tersebut merupakan gejala-gejala kejiwaan yang menarik perhatian.
Dalam kajian psikologi, sesuatu yang dapat mempengaruhi sebuah sikap atau prilaku manusia tersebut adalah sesuatu yang berada dibalik sikap tersebut yakni motivasi, kemauan dan instink.   

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut.
1.      Apa yang dimaksud dengan motivasi?
2.      Apa yang dimaksud dengan kemauan?
3.      Apa yang dimaksud dengan instink?

C.    Tujuan Pembahasan
Adapun tujuan pembahasan yang dapat diambil dari rumusan masalah diatas adalah:
1.      Untuk mengetahui tentang motivasi,
2.      Untuk mengetahui tentang kemauan, dan
3.      Untuk mengetahui tentang instink.




PEMBAHASAN

A.    Motivasi
1.      Pengertian motivasi
Dalam kehidupan sehari-hari manusia senantiasa dalam keadaan bergerak. Bergerak tersebut merupakan gejala-gejala bahwa ia sedang bertingkah laku baik disengaja, tidak disengaja, didasarkan pada kebiasaan, maupun tidak didasarkan pada kebiasaan.
Tingkah laku yang disengaja dan disadari memilik latar belakang dan tujuan tertentu.  Untuk mencapai tercapainya suatu tujuan itu berhubungan erat dengan apa yang disebut “motivasi”. Menurut Suriadinata (1990:35) bahwa motivasi merupakan suatu tenaga penggerak dan penyatuan sasaran dari berbagai motif di dalam diri individu, sehingga tujuannya mengena seperti yang diharapkan.
Adapun tentang motif Khaer (1993:61) mengemukakan bahwa pengertian motif dalam psikologi adalah rangsangan, dorongan atau pembangkit tenaga bagi terjadinya suatu tingkah laku (proses) dalam rangka mencapai tujuan. Dengan demikian istilah motif disini menunjukan latar belakang suatu perbuatan yang mengarah kepada tujuan. Sedangkan motivasi itu menghubungkan suatu kegiatan yang dihadapi dengan kebutuhan dari diri individu yang bersangkuatan.
2.      Unsur-unsur motivasi
Suriadinata (1990: 35-36) mengemukakan bahwa unsur-unsur motivasi antara lain, yaitu:
a.       Motivasi merupakan suatu tenaga yang dinamis bagi seseorang. Ini berarti bahwa motivasi itu bergerak dan berkembang dalam suatu sistim urat saraf pada tubuh manusia. Walaupun motivasi ini sebenarnya sudah ada pada tubuh individu sendiri, akan tetapi untuk munculnya diperlukan adanya rangsangan baik dari dalam maupun yang berasal dari luar.
b.      Motivasi seringkali ditandai dengan munculnya suatu keinginan yang penuh emosional. Misalnya seorang anak yang mengemukakan keinginannya untuk belajar pencak silat, maka keinginanya dinyatakan dengan penuh kesungguhan yang beremosi bahkan seola-olah ia telah belajar pencak silat.
c.       Motivasi merupakan suatu reaksi pilihan (anti-cipatory) bagi tercapainya suatu tujuan dari pada tingkah lakunya. Manusia memiliki sejumlah perhatian terhadap lingkungannya dan motivasi ini merupakan pengarahanbatiniyah terhadap suatu obyek tertentu. Dengan demikian sikapnya yang dilandasi motivasi itu merupakan sikap pilihan yang dianggapnya cocok paling tertuju kepada obyek tingkah laku yang bersangkutan.
d.      Motivasi berhubungan dengan sejumlah kebutuhan dalam diri seseorang yang dimunculkan, sehingga dengan melakukan perbuatan tersebut kebutuhannya itu akan segera dapat terpenuhi dan memuaskan.
3.      Jenis-jenis motivasi
Motivasi yang berhubungan dengan tujuannya itu terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
a.       Motivasi intrinsik
Yaitu jenis motivasi dimana tujuannya berada di dalam tingkah lakunya itu sendiri (Suriadinata, 1990:37).
b.      Motivasi ekstrinsik
Yaitu jenis motivasi-motivasi dimana tujuannya berada diluar dari pada kegiatan tingkah laku (Suriadinata, 1990:37).

4.      Usaha-usaha membangkitkan motivasi
Menurut Khaer (1993:63), usaha-usaha membangkitkan motivasi yaitu:
a.       Kopetisi/persaingan (competition),
b.      Membuat tujuan sementara (pace making),
c.       Tujuan yang jelas,
d.      Minat yang benar, dan
e.       Kesempatan untuk sukses.
5.      Jenis-jenis motif
Pada uraian motivasi diatas telah disinggung hal-hal yang berkenaan dengan motif, akan tetapi untuk lebih memahaminya berikut ini akan dikemukakan kembali tentang motif karena motif berhubungan erat dengan istilah motivasi. Menurut Khaer (1993:62) motif dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu:
a.       Motif dasar (Biological Drives)
Yaitu motif yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan biologis. Perbedaan motif dasar manusia dengan binatang yaitu kalau motif binatang tidak berkembang, sedangkan motif pada diri manusia itu berkembang. Adapun motif dasar yang ada pada diri manusiayaitu:
a)      Makan, minum, bernafas
b)      Perlindungan diri/ rasa aman (security draives)
c)      Beristirahat dan bergerak (rest and activity drives), dan
d)     Mengembangkan keturunan (sex drives).
b.      Motif sosial (Social Motives)
Motif  dasar ini dapat berlainan pada tiap-tiap bangsa, atau kelompok masyarakat tertentu. Hal ini dipengaruhi oleh lingkungan, letak geografis, tingkat peradaban, adat istiadat dan nilai-nilai yang berlaku dalam lngkungan sosial itu.
Walaupun demikian, ada beberapa motif sosial yang terdapat pada berbagai kalangan, yaitu:
a)      Motif untuk dikenal (need for recognition)
b)      Motif untuk dibutuhkan (need to be needed)
c)      Kebiasaan (habit); motif yang sering diulang-ulang akan menjadi kebiasaan.
d)     Motif untuk memperoleh penghargaan yang sama
e)      Motif untuk berkelompok
f)       Motif untuk memperoleh status, dan sebagainya.
c.       Obyektive motive
Motif ini timbul ini timbul dan diarahkan untuk dapat berhubungan secara effektif dengan lingkungan. Termasuk kedalam motif ini adalah:
a)      Exploration motive atau motif menyelidiki; motif ini bertujuan untuk memperoleh suatu kebenaran yang lebih obyektif.
b)      Manipulation motive; bertujuan untuk menggunakan sesuatu dari lingkungan sehingga dapat berguna untuk kelangsungan hidup dirinya. Contoh: menggunakan wewenang untuk mencapai tujuan.
c)      Internet atau minat; yaitu memusatkan kegiatan mental dan perhatian terhadap suatu obyek yang banyak sangkut paut dengan diri individu. Misalnya memusatkan perhatian dalam olah raga sesuai dengan cita-cita.

B.     Kemauan



1.      Pengertian kemauan
Kemauan adalah dorongan kehendak yang terarah pada tujuan-tujuan hidup tertentu, dan dikendalikan oleh pertimbangan akal budi. Khaer (1993:71) mengemukakan bahwa kemauan adalah dorongan kehendak yang terarah pada tujuan-tujuan hidup tertentu, dan dikendalikan oleh akal budi.
Jadi, pada kemauan itu ada kebijaksanaan akal dan wawasan, di samping itu juga ada kontrol dan persetujuan dari pusat kepribadian. Oleh kemauan, timbullah dinamika dan aktivitas manusia yang diarahkan pada pencapaian tujuan hidup tertentu.
Kemauan merupakan dorongan keinginan pada setiap manusia untuk membentuk dan merealisasikan diri, dalam pengertian mengembangkan segenap bakat dan kemampuannya, serta meningkatkan taraf kehidupan. Jelasnya, dengan kemauan kuat diri sendiri itu dijadikan proyek untuk dibangun dan diselesaikan, sesuai dengan gambaran ideal tertentu.



Manusia itu harus mengadakan regulasi (pengaturan) diri terhadap badan dan kehidupan psikisnya. Pada binatang ada instink-instink yang membatasinya dalam batas gerak tertentu. Binatang tidak akan melampaui batas-batas ini, sebab nafsu dan potensinya semuanya sudah terbatas. Pada manusia, soalnya lain, padanya ada unsur kebebasan. Semua kecenderungan nafsunya pada hakikatnya tidak terbatas dan tanpa kekangan. Karena itu manusia harus membatasi diri, harus mengatur dan menguasai diri sendiri supaya tidak tenggelam dalam keliaran nafsu, yaitu secara individual dengan kemauan dan secara kolektif dengan noram-norma sosial. Sebab semua nafsu manusia itu tidak terbatas sifatnya dan tanpa kekangan sehingga perlu diatur dan dikendalikan oleh kemauan.
Menurut Rosseau, kekuatan kemauan sangat erat hubungannya dengan keinginan. Jika seseorang memiliki perbedaan keinginan dalam dirinya, hal ini dapat mengakibatkan konflik keinginan. Kekuatan untuk memungkinkan kita mengadakan pilihan di antara tujuan-tujuan dan mengambil tindakan yang mengarah kepada tercapainya tujuan yang telah dipilih disebut kemauan. (dalam website 
http ://fauzinesia.blogspot .com/2011/01/kemauan-dalam-psikologi-umum. html).
Kemauan hanya dimiliki oleh manusia. Berhasil tidaknya suatu tujuan yang akan dicapai oleh seseorang bergantung kepada ada dan tidaknya kemauan seseorang. Dengan kemampuan ini berarti sudah ada suatu usaha untuk mencapai suatu kebutuhan atau tujuan yang diharapkan.
Jadi, kemauan ini merupakan suatu usaha aktif karena adanya kebutuhan, dan usaha itu selalu didahului oleh kesadaran yang tergantung dan sesuai dengan segala kemungkinan yang ada pada diri masing-masing.
2.      Ciri-ciri gejala kemauan
Ciri-ciri gejala kemauan sebagai berikut:
a.       Gejala kemauan merupakan dorongan dari dalam yang khusus dimiliki oleh manusia
b.      Gejala kemauan berhubungan erat dengan satu tujuan.
c.       Gejala kemauan sebagai pendorong timbulnya perbuatan yang didasarkan atas berbagai pertimbangan
d.      Di dalam gejala kemauan terdapat sifat aktif/giat
e.       Pada perbuatan kemauan bukanlah tindakan yang bersifat kebetulan, tetapi merupakan tindakan yang disengaja dan terarah pada tercapainya suatu tujuan. (dalam website http ://fauzinesia.blogspot .com/2011/01/kemauan-dalam-psikologi-umum. html).
3.      Proses-proses Kemauan
Gejala kemauan akan diikuti aktivitas yang disebut perbuatan kemauan. Dorongan kemauan akan menyebabkan timbulnya kebulatan hati, jiwa tenaga bergerak mencapai suatu tujuan yang mempunyai proses bertingkat-tingkat. Berikut ini dipaparkan beberapa proses kemauan:
a.       Adanya motive
Kalau orang akan melakukan sesuatu, sebelum berbuat terlebih dahulu tertanam alasan dalam hatinya. Apa alasannya berbuat demikian? Mengapa berbuat demikian, dan sebagainya. Tanpa alasan tertentu orang tidak akan melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh-sungguh, dan kalaupun jadi berbuat kemungkinan besar perbuatannya itu tidak menentu arahnya.
b.      Mempertimbangkan motive-motive
Hidup manusia memiliki banyak motive. Tiap-tiap motive mempunyai tujuan. Karana banyaknya motive, kemudian timbullah saat mempertimbangkan motive-motive itu, motive manakah yang diambil dan mana yang ditinggal.
c.       Saat memilih
Memilih bukan suatu pekerjaan yang mudah, karena memilih berarti menentukan salah satu di antara banyak hal yang mempunyai arti bagi pemilih. Pekerjaan memilih dilakukan setelah pertimbangan-pertimbangan motive dilakukan sebaik-baiknya, dengan mengingat kemungkinan terkesannya suatu tujuan, baik buruknya, untung-ruginya, positif dan negatifnya, berguna dan tidaknya.
d.      Memutuskan
Memutuskan merupakan langkah terakhir setelah pertimbangan motive. Keputusan akan diikuti tindakan-tindakan nyata yang bertanggung jawab. Inilah yang memberikan kesukaran kepada pemilih pada saat memilih dan memutuskan. Setelah segala pertimbangan dilakukan, keputusan kemauan diambil berdasarkan pertimbangan yang terkuat. Di dalam keputusan seolah-olah terdapat suatu pengakuan, alasan manakah yang terkuat.
e.       Melaksanakan keputusan kemauan
Keputusan memilih sebenarnya terletak pada perbuatan kemauan, artinya keputusan kemauan itu tentu diiringi dengan tindakan kemauan. Kalau keputusan kemauan itu tidak diiringi dengan perbuatan kemauan, akan sia-sialah proses sebelumnya. Kalau keputusan kemauan sudah dilaksanakan dalam perbuatan kemauan, maka berakhirlah proses kemauan. (dalam website http ://fauzinesia.blogspot.com/2011/01/kemauan-dalam-psikologi-umum.html).
Khaer (1993:71) juga mengumakan tentang agar kemauan itu sampai kepada tindakan dan kesulitan dalam perbuatan kemauan sebagai berikut.
Agar kemauan itu sampai pada tindakan, maka prosesnya harus melalui:
a.    Motif,
b.   Perjuangan motif,
c.    Keputusan, dan
d.   Perbuatan kemauan.
Sedangkan kesulitan dalam perbuatan kemauan adalah:
a.    Jika tugas yang diterimanya tidak jelas.
b.   Makin sulit suatu tugas, maka makin besar kemauan.
c.    Pekerjaan secara cepat dan bersama-sama akan menambah kemauan.
4.      Hal-hal mempengaruhi kemauan
a.        Keadaan fisik, pengaruh yang berhubungan dengan kondisi-kondisi jasmani, sanggup tidaknya, mampu tidaknya, kuat tidaknya melakukan keputusan kemauan
b.       Keadaan materi, yang dimaksud ialah bahan-bahan, syarat-yarat, alat-alat yang dipergunakan untuk melaksanakan keputusan kemauan.
c.       Keadaan psikis, yaitu kondisi jiwa dan mental, termasuk intelek dan kesanggupan-kesanggupan yang lain, mampu atau tidaknya menetukan dan melaksanakan keputusan kemauan.
d.      Keadaan milleu (lingkungan), maksudnya apakah keputusan kemauan dapat dilaksanakan dalam lingkungan tertentu, sesuai dengan lingkunganya, apakah lingkungan dapat membantu atau sebaliknya dapat menghalangi.
e.       Kata hati (consciensi), ini benar-benar peranan yang penting. Keputusan kata hati dapat mengalahkan pertimbangan yang lain. Sebagai imbangan pelaksanaan, keputusan itu ditempuh dengan sepenuh hati.

C.    Instink
1.      Pengertian instink
Menurut William MC Dougall yang dikutip oleh Khaer (1993:73) bahwa instink merupakan suatu tendence (kecondongan) khusus dari pada jiwa yang terbawa sejak kelahiranya dan perbuatan yang timbul dari pada kecondongan tersebut.
2.      Macam-macam instink
Selanjutnya dougall mengemukakan tujuh macam instink yang mempunyai dorongan dalam tujuh macam emosi, yaitu:
INSTINK
a.       Melarikan diri
b.      Menolak
c.       Ingin tahu
d.      Perlawanan
e.       Rendah diri
f.       Menonjolkan diri
g.      Orang tua
EMOSI
a.       Takut
b.      Jijik
c.       Takjub
d.      Kemarahan
e.       Menghamba atau tunduk
f.       Manja, harga diri
g.      Halus budi
Menurut Khaer (1993:73) Selain instink diatas terdapat pula instink lain yaitu instink seksual, berkelompok, membangun dan instink menarik perhatian yang kesemuanya itu merupakan tendensi pembawaan yang tidak dapat dirubah tetapi dapat dikembangkan. Lebih lanjut Khaer (1993:73) mengemukakan bahwa menurut yang lain instink itu terdapat empat macam, yaitu:
a.       Mementingkan diri sendiri, yaitu menimbulkan nafsu lawamah,
b.      Berjuang dan berkelahi, yaitu menimbulkan nafsu amarah,
c.       Berkelamin, yaitu menimbulkan nafsu sufyah, dan
d.      Instink religius, menimbulkan dorongan anafsu mutmainnah.
3.      Cara mempertajam instink
Cara untuk mempertajam instink adalah:
a.       Bertemu dengan banyak orang, dengan bertemu banyak orang kita bisa melihat karakter orang-orang yang kita hadapi.
b.      Banyak mendengar tentang apa yang dibicarakan, dengan mendengarkan mereka kita bisa mendapatkan info yang ada di dunia ini. Tambah wawasanlah intinya.
c.       Melihat tingkah laku mereka, dengan melihat tingkah laku mereka kita bisa belajar tentang bagaimana cara mereka mengatasi masalah.
d.      Belajar banyak dari mereka, ambil semua yang positif dari mereka. terapkanlah untuk menyelesaikan masalah-masalah yang nanti kita hadapi.






PENUTUP

A.    Kesimpulan
Motivasi merupakan suatu tenaga penggerak dan penyatuan sasaran dari berbagai motif di dalam diri individu, sehingga tujuannya mengena seperti yang diharapkan. Adapun motif adalah rangsangan, dorongan atau pembangkit tenaga bagi terjadinya suatu tingkah laku (proses) dalam rangka mencapai tujuan.
kemauan adalah dorongan kehendak yang terarah pada tujuan-tujuan hidup tertentu, dan dikendalikan oleh akal budi. Kemauan merupakan dorongan keinginan pada setiap manusia untuk membentuk dan merealisasikan diri, dalam pengertian mengembangkan segenap bakat dan kemampuannya, serta meningkatkan taraf kehidupan.
instink merupakan suatu tendence (kecondongan) khusus dari pada jiwa yang terbawa sejak kelahiranya dan perbuatan yang timbul dari pada kecondongan tersebut.

B.     Saran
Mengingat akan terbatasnya waktu dan pengetahuan penulis, penulis berharap Drs. Abu khaer, M.Ag dan teman-teman bisa memaklumi jika terdapat adanya kesalahan penulisan atau kata-kata dalam makalah yang penulis susun. Adapun kebenaran itu datangnya dari Allah SWT dan kekurangan datangnya dari penulis. Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat. Dalam makalah ini juga, penulis membutuhkan kritikan dan saran guna perbaikan di masa yang akan datang.







DAFTAR PUSTAKA

Fauzinesia. 2011. Kemauan Dalam Psikologi. Diunduh melalui website http://fauzinesia.blogspot.com/2011/01/kemauan-dalam-psikologi-umum.html. rabu, 24 april 2013. Puul 21.00 WIB.
Khaer, Abu. 1993. Psikologi Umum. Fakultas Tarbiyah Institute Agama Islam Negri Sunan Gunung Djati Cirebon.
Shaleh, Abdul Rahman. 2004. Psikologi. Jakarta: Kencana.
Suriadinata, Soependri. 1990. Psikologi Umum dan Sosial. Cirebon: NAA.




Tidak ada komentar:

RESEP OSENG KANGKUNG

Bahan-bahan: * Seikat Kangkung  * 3 cabe merah besar * Cabe rawit sesuai selera. * 1 Lengkung  * 3 Siung Bawang Merah.  * 1 Siung Bawang Put...