Rabu, 13 Mei 2020

EMOSI

                                         BAB II
                                   PEMBAHASAN
A.    Pengertian Emosi
Menurut English and English, emosi adalah “A comlex feeling state accomopained by characteristic motor and glandular activies “ (suatu keadaan yang kompleks yang disertai karakteristik kegiatan kelenjar dan motoris). Sedangkan Sarlito Wirawan Sarwono berpendapat bahwa emosi merupakan “setiap keadaan pada diri seseorang yang disertai warna afektif baik pada tingkatan lemah (dangkal) maupun pada tingkatan yang luas (mendalam).
Emosi (emotion) merupakan suasana kesadaran dari pada individu. Emosi lebih kompak dari pada perasaan dan emosi dapat timbul dari kombinasi beberapa perasaan. Dengan kata lain, perasaan merupakan bagian dari pada emosi. Emosi dapat didefinisikan sebagai “Stirred up or aroused state of the human organization” (emosi merupakan suatu keadaan yang bergejolak dalam diri manusia).
Emosi itu merupakan suatu keadaan gejolak penyesuaian diri yang berasal dari dalam yang melibatkan hampir keseluruhan diri individu yang berfungsi untuk tercapainya suatu pemuasan atau perlindungan diri atau kesejahteraan diri pada saat berhadapan dengan lingkungan atau obyek tertentu. ( a dynamic internal adjustment that operates for the satisfaction, proctetion and welfare of the individual).
      Beberapa pendapat yang mengemukakan tentang apa dan gimana emosi tersebut kiranya berikut ini terlukiskan pandangan-pandangan tersebut.
1.      Menurut A.G.Athos dan R.E.Coffey dalam bukunya “Behavior in Organizations” menyatakan bahwa emosi itu dapat digolongkan menjadi dua kategori, yaitu:
a.       Tingkah laku yang kasar, seperti umpamanya : agresi, kemarahan, dan pernyataan diri tidak puas.
b.      Tingkah laku yang lembut, seperti: cinta, senang dan simpati.
2.      Menurut J.B. Watson, bahwa emosi itu pada pokoknya terdiri atas tiga bentuk pokok, yaitu: emosi takut,  emosi marah, dan emosi senang. Dan pengembangan selanjutnya kadang-kadang terjadi campuran dari bentuk emosi yang satu dengan  yang lainnya.
3.      Craw and Crow dalam bukunya Educational Psychology menggolongkan emosi itu menjadi delapan jenis, yaitu: takut, marah, jijik atau mual, benci, dukacita, senang, gembira dan irihati. (fear, anger, disgust, hate, grief, affection, joy and jealousy).
4.      Lindsey, menyatakan bahwa emosi itu terjadi akibat dari pada terlalu giatnya fungsi susunan saraf dan  menimbulkan perubahan-perubahan kelenjar tertentu kemudian mempengaruhi kerja otak sampai kepada tingkah lakunya yang berbentuk emosi.

B.     Macam-macam Emosi
Atas dasar arah aktivitasnya, tingkah laku emosional dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu (1) marah, orang bergerak menentang sumber frustasi; (2) takut, orang bergerak meninggalkan sumber frustasi; (3) cinta, orang bergerak menuju sumber kemenangan; (4) depresi, orang menghentikan respon-respon terbukanya dan mengalihkan emosi ke dalam dirinya sendiri.
Dari hasil penelitiannya, John B. Watson menemukan bahwa ketiga dari keempat emosional tersebut terdapat pada anak-anak, yaitu : takut, marah dan cinta.
1.      Takut
Pada dasarnya, rasa takut itu bermacam-macam. Ada yang timbul karena seorang anak kecil memang ditakut-takuti atau karena berlakunya berbagai pantangan di rumah. Misalnya saja, rasa takut akan tempat gelap, takut berada di tempat sepi tanpa teman, atau takut menghadapi hal-hal asing yang tidak di kenal. Kengerian-kengerian ini relatif lebih banyak diderita oleh anak-anak daripada orang dewasa. Karena, sebagai insan yang masih muda, tentu saja daya tahan anak-anak belum kuat.
Jika dilihat dari secara objektif, biasa dikatakan bahwa rasa takut selain mempunyai segi-segi negatif, yaitu bersifat menggelorakan dan menimbulkan perasaan-perasaanan gejal tubuh yang menegangkan, juga ada segi positifnya.
Ada beberapa cara untuk mengatasi rasa takut pada anak. Pertama, ciptakanlah suasana kekeluargaan/lingkungan sosial mampu menghadirkan rasa keamanan dan rasa kasih sayang. Kedua, berilah penghargaan terhadap usaha-usaha anak dan pujilah bila perlu. Ketiga, tanamkanlah pada anak bahwa ada kewajiban sosial yang perlu ditaati. Keempat, tumbukanlah pada diri anak kepercayaan serta keberanian untuk hidup; jauhkanlah ejekan dan celaan.

2.      Marah
Pada umumnya, luapan kemarahan lebih seiring terlihat pada anak kecil ketimbang rasa takut. Bentuk-bentuk kemarahan yang banyak kita hadapi adalah pada anak yang berumur 4 tahun. Pada anak-anak yang masih kecil, kemarahan bisa ditimbulkan oleh adanya pengekangan yang dipaksakan, gangguan pada gerak-geriknya, hambatan pada kegiatan-kegiatan yang sedang dilakukan, oleh segala sesuatu yang menghalang-halangi keinginan seorang anak.
Dalam sebuah studi yang dilakukan Goodenough, terdapat cukup bukti yang memperlihatkan bahwa anak-anak lebih mudah menjadi marah apabila pada malam sebelumnya mereka tidak cukup beristirahat.
Navaco pula mengemukakan bahwa amarah “bisa dipahami sebagai reaksi tekanan  perasaan”
3.      Cinta
Apakah cinta ? sesungguhnya betapa sulitnya kita menjelaskan kata yang satu ini. Sama halnya ketika kita harus mendefisikan ihwal kebahagiaan. Penyair Mesir, Syauqi Bey, melukiskan “cinta” dalam sebuah sajaknya :
Apakah cinta ?
     Mulanya berpandangan mata,
            Lantas saling senyum,
                   Kata berbalas kata,
                        Dan memadu janji,
                   Akhirnya bertemu.
     Namun yang digambarkan Syauqi Bey di atas adalah cinta romantis, yaitu cinta waktu pacaran yang kadang-kadang berakhir putus setelah puas bertemu dalam memadu cinta, tidak sampai meningkat ke jenjang pernikahan.
     Dalam bukunya The Art of Loving (Seni Mencinta), Erich Fromm sedemikian jauh telah berbicara tentang cinta sebagai alat mengatasi keterpisahaan manusia, sebagai pemenuh kerinduan akan kesatuan. Akan tetapi, di atas kebutuhan eksitensi dan menyeluruh itu, timbul suatu kebutuhan biologis, yang lebih spesifik yaitu keinginan untuk menyatu antara kutub-kutub jantan dan betina. Ide mengutubkan ini diungkapkan dengan paling mencocok dalam mitos bahwa pada mulanya laki-laki dan wanita adalah satu, kemudian mereka dipisahkan menjadi setengah-setengah dan sejak itu sampai seterusnya setiap lelaki terus belahan wanita yang hilang dari dirinya untuk bersatu kembali dengannya.

C.    Unsur-unsur Emosi
       Unsur-unsur pada reaksi emosi itu antara lain dapat dikemukakan dalam bentuk keadaan-keadaan sebagai berikut :
1.      Berubahnya sebagian dari fungsi-fungsi fisis
Pada suatu terjadinya emosi berlangsung, kadang-kadang sebagian dari fungsi fisis individu itu mengalami suatu perubahan-perubahan tertentu. Dan perubahan itu terjadi pada aspek-aspek fisis seperti antara lain:
a.       Perubahan pada denyut jantung
Dalam suatu peristiwa emosi berlangsung kadang-kadang denyut jantung menjadi bertambah cepat, seperti misalnya terjadi pada anak yang sangat ketakutan ataupun marah yang sangat.
b.      Perubahan pada tekanan darah
Keadaan tekanan darahpun sering-sering mengalami perubahan-perubahan mendadak yang mungkin menjadi tinggi ataupun mungkin pula menjadi rendah.
c.       Perubahan pada frekuensi pernapasan
Ketika emosi berlangsung, frekuensi pernapasan juga mengalami beberapa perubahan dan yang pada umumnya akan bertambah cepat.
2.      Perubahan fisis dalam bentuk ekspresi
       Perubahan fisis dalam bentuk ekspresi ini ketika mengalami suatu emosi itu dapat terjadi pada aspek-aspek seperti:
a.       Perubahan dalam bentuk mimik; seperti tampak pada perubahan muka individu yang bersangkutan.
b.      Perubahan dalam bentuk anggota badan lainnya, seperti tampak pada perubahan badan yang setengah gemetar, tangan, kepala atau kadang-kadang kakipun turut bergerak.
c.       Perubahan dalam bentuk suara
Perubahan dalam bentuk suara ini kadang-kadang menunjukan nada suara yang tinggi, kadang-kadang pula rendah dan kadang-kadang pula menunjukkan tekanan suara yang kuat dan merendah.  
3.      Unsur perubahan bagian-bagian fungsi psikis lain
Dalam suatu peristiwa emosi, seseorang kadang-kadang menunjukkan ketidak mampuan mempergunakan aspek-aspek psikis yang lainnya seperti misalnya orang yang sedang dalam situasi ketakutan ia tidak mampu mempergunakan daya fikirnya. Dan juga dalam peristiwa suatu emosi marah, maka daya fikirnya itu pada umumnya terhenti dan tiada berfungsi.  
4.      Unsur-unsur motif tertentu
Dan keadaan yang demikian akan tampak bentuk-bentuk emosi sebagai berikut:
a.       Emosi itu mengarah kepada suatu obyek tertentu dan ini berarti menuju kepada sasaran yang dituju oleh individu yang bersangkutan.
b.      Emosi itu kadang-kadang menghindari sesuatu obyek tertentu dan dengan demikian sasarannya tertuju kepada suatu situasi di luar obyek tertentu.
5.      Unsur-unsur pengalaman individu
       Emosi yang tumbuh karena pengalaman individuil ini pada pokoknya dilatar belakangi oleh pengalaman-pengalaman emosi sebagai berikut:
a.       Karena suatu pengalaman emosi pribadi yang menyenangkan dirinya.
b.      Karena suatu pengalaman emosi pribadi yang tidak menyenangkan dirinya.
c.       Karena suatu pengalaman emosi pribadi yang tidak disadari, artinya bahwa emosinya berdasarkan motif  yang tidak disadari.
d.      Karena suatu pengalaman emosi pribadi yang memperoleh perhatian serius dari orang lain.


D.    Perkembangan Emosi
      Mengenai proses spesialisasi dan diferensiasi perkembangan emosi ini dapat diperhatikan pada perkembangan emosi seperti yang dikemukakan oleh hasil penelitian K.M. Bridges sebagai di bawah ini.
     Dari lukisan perkembangan emosi seperti yang terdapat pada halaman berikut ini, dapat kita ketahui, yaitu:
1.    Bahwa pada saat baru saja lahir sang bayi sudah merasakan suatu kesenangan terhadap benda-benda sekitarnya, termasuk pula individu-individu lain seperti ibunya sanak Keluarganya, walaupun dalam batas pengamatannya yang kabur-kabur.
2.    Pada bulan ketiga, dari emosi kesenangan terhadap lingkungannya itu berkembang menjadi timbul emosi nyaman terhadap suatu keadaan dan kadang-kadang timbul pula suatu keadaan yang mencemaskan dirinya, sedangkan emosi menyenangkan tetap terjadi pula.
3.    Pada bulan keenam, dari emosi cemas berkembang pula mengadakan differensiasi menjadi emosi takut, marah dan jijik.
4.    Pada bulan yang kedua belas, atau tepatnya usia anak satu tahun, dari emosi nyaman ini berkembang pula menjadi emosi bangga dan sayang.
5.    Pada bulan yang kedelapan belas, dari emosi sayang berkembang menjadi emosi sayang pada orang dewasa dan sayang pada anak-anak lain. Dan dari emosi cemas berdiferensiasi menjadi emosi iri hati.
6.    Pada bulan yang kedua puluh empat atau anak-anak sudah berusia dua tahun, dari emosi nyaman berdiferensiasi lagi menjadi emosi riang.

           


    BAB III
  PENUTUP
1.      Kesimpulan

a.       Pengertian Emosi
Menurut English and English, emosi adalah “A comlex feeling state accomopained by characteristic motor and glandular activies “ (suatu keadaan yang kompleks yang disertai karakteristik kegiatan kelenjar dan motoris). Sedangkan Sarlito Wirawan Sarwono berpendapat bahwa emosi merupakan “setiap keadaan pada diri seseorang yang disertai warna afektif baik pada tingkatan lemah (dangkal) maupun pada tingkatan yang luas (mendalam).
b.      Macam-macam Emosi
Atas dasar arah aktivitasnya, tingkah laku emosional dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu (1) marah, (2) takut, (3) cinta, (4) depresi.
c.       Unsur-unsur Emosi
       Unsur-unsur pada reaksi emosi itu antara lain dapat dikemukakan dalam bentuk keadaan-keadaan sebagai berikut :
1.      Berubahnya sebagian dari fungsi-fungsi fisis
2.      Perubahan fisis dalam bentuk ekspresi
3.      Unsur perubahan bagian-bagian fungsi psikis lain
4.      Unsur-unsur motif tertentu
5.      Unsur-unsur pengalaman individu
2.      Saran
            Semoga dengan adanya makalah ini pembaca bisa menemukan ide dan juga manfaat yang tinggi. Mohon kalau ada kekurangan dan kesalahan mohon di maklumi.



DAFTAR PUSTAKA
Effendi Usman, dan Praja Juhaya S. 1989. Pengantar psikologi. Bandung: Angkasa.
Sobur Alex. 2003. Psikologi UmumBandung: Pustaka Setia.
Suriadinata Soependri. 1990. Psikologi Umum dan Sosial. Cirebon.
Yusuf Syamsu. 2006. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT.Remaja Rosda Karya.

Tidak ada komentar:

RESEP OSENG KANGKUNG

Bahan-bahan: * Seikat Kangkung  * 3 cabe merah besar * Cabe rawit sesuai selera. * 1 Lengkung  * 3 Siung Bawang Merah.  * 1 Siung Bawang Put...