BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembelajaran adalah setiap perubahan perilaku yang relatif permanen, terjadi sebagai hasil dari pengalaman. Bahwasannya manusia dapat melihat perubahan terjadi tetapi tidak pembelajaran itu sendiri. Konsep tersebut adalah teoritis dan dengan demikian tidak secara langsung dapat diamati.
Tiga teori telah di tawarkan untuk menjelaskan proses dimana seseorang memperoleh pola perilaku, yaitu teori pengkondisian klasik, pengkondisian operan, dan pembelajaran sosial.
B. Rumusan Makalah
1. Bagaimana hakekat dari kompetensi ?
2. Bagaimana pentingnya desain pembelajaran ?
3. Bagaimana pengertian dari Desain pembelajaran ?
4. Apa saja Perencanaan pembelajaran itu ?
5. Bagaimana Dasar Perlu nya Desain Pembelajaran ?
6. Bagaimana Langkah-langka mendesain Pembelajaran ?
C. Tujuan Makalah
1. Untuk mengetahui hakekat dari kompetensi.
2. Untuk mengetahui pentingnya Desain Pembelajaran.
3. Untuk mengetahui Pengertian Desain Pembelajaran.
4. Untuk mengetahui Perencanaan Pembelajaran.
5. Untuk mengetahui Dasar perlu nya Desain Pembelajaran.
6. Untuk mengetahui Langkah-langkah Desain Pembelajara.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Hakikat Kopentensi
Menurut Mulyasa (2011:17) kompetensi adalah perpaduan dari keterampilan nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Adapun menurut Muhaimin dalam buku Mulyasa (2011) kompetensi adalah seperangkat tindakan intelegen penuh tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu melaksankan tugas-tugas dalam bidang pekerjaan tertentu. Sifat intelegen harus ditunjukan sebagai kemahiran, ketetapan, dan keberhasilan bertindak. Sifat tanggung jawab harus ditunjukkan sebagai kebenaran tindakan baik dipandang dari sudut ilmu pengetahuan, teknologi maupun etika.
B. Pentingnya Desain Pembelajaran
Mahasiswa sebagai calon tenaga belajar (guru), aktivotas kegiatannya tidak dapat dilepaskan dengan proses pengajaran. Sementara proses pengajaran merupakan suatu proses yang sistematis, yang tiap komponennya sangat menentukan keberhasilan belajar anak didik.
Menurut Mudhafir (1990) mengatakan bahwa sistem dapat diartikan sebagai suatu kesatuan unsur-unsur yang saling berintegrasi dan berinteraksi secara fungsional yang memproses masukan menjadi keluaran.
Adapun ciri-ciri desain pembelajaran tersebut antara lain:
1. Ada tujuan yang ingin dicapai.
2. Ada fungsi-fungsi untuk mencapai tujuan.
3. Ada komponen yang melaksanakan fungsi-fungsi tersebut.
4. Ada interaksi antar komponen.
5. Ada penggabungan yang menimbulkan jalinan keterpaduan.
6. Ada proses transfortasi.
7. Ada proses balikan untuk perbaikan.
8. Ada daerah batasan dan lingkungan.
C. Pengertian Desain Pembelajaran
Herbert Simon (Dick dan Carey, 2006), mengartikan desain sebagai proses pemecahan masalah. Tujuan sebuah desain adalah untuk mencapai solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan memanfaatkan sejumlah informasi yang tersedia.
Dalam konteks pembelajaran, desain intruksional dapat diartikan sebagai proses yang sistematis untuk memecahkan persoalan pembelajaran melalui proses perencanaan bahan-bahan pembelajaran beserta aktifitas yang harus dilakukan, perencanaan sumber-sumber pembelajaran yang dapat digunakaan serta perencanaan evaluasi keberhasilan.
Gagne (1992) menjelaskan bahwa desain pembelajaran disusun untuk membantu proses belajar siswa, di mana proses belajar itu memiliki tahapan segera dan tahapan jangka panjang. Menurut Gagne, belajar seseorang dapat dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal adalah faktor yang berkaitan dengan kondisi yang dibawa atau datang dari dalam individu siswa, seperti kemampuan dasar, gaya belajar seseorang, minat dan bakat serta kesiapan setiap individu belajar. Faktor Eksternal adalah faktor yang datang dari luar individu, yakni berkaitan dengan penyediaan kondisi atau lingkungan yang di desain agar siswa belajar.
Gentry (1994) yang berpendapaat bahwa desain pembelajaran berkenaan dengan proses menetukan tujuan pembelajaran, strategi dan teknik untu mencapai tujuan serta merancang media yang dapat digunakan untuk efektivitas pencapaian tujuan.
D. Perencanaan Pembelajaran
Pembelajaran atau pengajaran menurut degeng adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Dalam pengertian ini secara implisit dalam pembelajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, dan mengebangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan.
Dalam hal ini Uno, Hamzah(1998) dalam buku nya mengmukakan istilah pembelajaran memiliki hakikat perencanaan atau perancangan (desain)nsebagai upaya untuk membelajarkan siswa. Itulah sebabnya dalaam belajar, siswa tidak hanya berinteraksi dengan guru sebagaai salah satu sumber belajar, tetapi mungkin berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang di ingikan.
Pembelajaran yang akan direncanakan memerlukan berbagai teori untuk merancangnya agar rencana pembelajaran yang disusun benar-benar dapat memenuhi harapan dan tujuan pembelajaran. Untuk itu pembelajaran sebagaimana disebut oleh Degeng (1989), Reigeluth (1983) sebagai suatu disiplin ilmu menaruh perhatian pada perbaikan kualitas pembelajaran denngan mengnakan teori pembelajaran deskriptif, sedangkan rancangan pembelajaran mendekati tujuan yang sama dengan berpijak pada teori pembelajaran preskriptif.
E. Dasar Perlunya Perencanaan Pembelajaran
Perencenaan Pembelajaran sebagaimana di sebutkan di atas agar dapat dicapai perbaikan pembelajaran. Upaya pembelajaran ini dilakukan dengan asumsi sebagai berrikut:
1. Untuk memperbaiki kualitas pembelajaran perlu diawali dengam perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan adanya desain pembelajaran.
2. Untuk merancang suatu pembelajaran perlu menggunakan pendekatan sistem.
3. Untuk merencanakan suatu deainran diacukan pembelajaran pada siswa secara perorangan.
Perencanaan pembelajaran harus melibatkan semua variabel pembelajaran. Inti dari desain pembelajaaran yang dibuat adalah penetapan metode pembelajaran yang optimal untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.
1. Perbaikan Kualitas Pembelajaran
Perencanaan pembelajaaram dapat dijadikan titik awal dari upaya perbaikan kualitas pembelajaran. Hal ini dimungkinkan karena dalam desain pembelajaran, tahapan yang di lakukan oleh guru atau dosen dalam mengajar telah terancang dengan baik mulai dari mengadakan anilisi dari tujuan pembelajaran ampai dnegan pelaksanaan evaluasi sumatif yang tujuannya untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajran yang telah di tetapkan.
2. Pembelajaran di rancang dengan Pendekatan Sistem
Untuk mecapai kualitas pembelajaran, maka desain pembelajaran yang dilakukan haruslah di dasarkan pada pendekatan sistem. Hal ini disadari bahwa dengan pendekatan sistem akan memebrikan peluang yang lebih besar dalam mengintegrasikan semua variabel yang memengaruhi belajar, termasuk keterkaitan antarvariabel pengajaran, yakni variabel kondisi pembelajaran, variabel metode, dan variabel hasil pembelajaran.
3. Desain Pembelajaran Mengacu pada Bagaimana Seseorang Belajar
Rancangan pembelajaran biasanya dibuat berdasarkan pendekatan perencangannya. Jika bersifat bersifat intuitif, maka rancanga pembelajaran tersebut dapat diwarnai oleh kehendak perecangannya. Akan tetapi, jika dibuat berdasarkan pendekatan ilmiah, maka rancangan pembelajaran tersebut di warnai oleh berbagai teori yang di kemukakan oleh para ilmuan pembelajaran. Disamping itu pendekatan lain adalah pembuatan rancangan pembelajaran bersifat intuitif ilmiah yang merupakan paduan antara keduanya sehingga rancangan pembelajaran yang dihasilkan di sesuaikan dengaan pengalaman empiris yang perrnah ditemukan pada saat melaksanakan pembelajran.
4. Desain Pembelajaran diacukan pada Siswa Perorangan
Dalam belajar memiliki potensi yang perlu dikembangkan. Tindakan atau perilaku belajar dapat ditata atau dipengaruhi, tetapi tindakan atau perilaku belajar itu akan tetap berjalan sesuai dengan karakteristik siswa. Siswa yang lambat dalam berfikir, tidak mungkin dapat dipaksa bertindak secara cepat. Sebaliknya, siswa yang memiliki kemampuan berfikir tinggi tidak mungkin dipaksa bertindak dengan cara lambat. Dalam hal ini jika perencanaan pembelajaran tidak di acukan pada individu yang berlajar seperti ini, maka besar kemungkinan bahwsiswa yang lambat belajar akan makin tertingga, dan yang cepat berfikir makin maju pemikirannya. Hal ini yang merupakan karakteristik siswa adalah perkembangan intelektual siswa, tingkat motivasi, kemampuan berfikir, gaya kognitif, gaya belajar, kemampuan awal dan lain-lain.
5. Desain Pembelajaran harus diacukan pada Tujuan
Hasil pembelajaran mencakup hasil langsung dan hasil tidak langsung (pengiring). Perancangan pembelajaran perlu memilah hasil pembelajaran yang langsung dapat di ukur setelah selesai pelaksanaan pembelajaran, dan hasil pembelajaran yang dapat terukur setelah melalui kesuluruhan proses pembelajaran, atau hasil pengiring.
6. Desain pembelajaran di arahkan pada kemudahan belajar.
Pembelajaran adalah upaya membelajarkan siswa dan perancangan pembelajaran merupakan penataan upaya tersebut agar muncul perilaku belajar dengan desain pembelajarn, setiap kegiatan di lakukan guru telah terencana, dan guru dapat dengan mudah melakukan kegiatan pembelajaran. Jika hal ini di lakukan dengan baik, maka sudah tentu sasaran akhir dari pembelajaran, yaitu terjadinya kemudahan belajar siswa dapat di capai.
7. Desain pembelajaran melibatkan variabel pembelajaran.
Desain pembelajaran di upayakan mencakup semua variabel pengajaran yang di rasa turut memengaruhi belajar. Ada 3 variabel pembelajaran yg perlu di pertimbangkan dalam merancang pembelajaran. Ke 3 variabel tersebut adalah kondisi, metode, dan hasil pembelajaran. Kondisi pembelajaran mencakup semua variable yang tidak dapat dimanipulasi oleh perencanaan pembelajaran, dan harus diterima apa adanya. Adapun yang termasuk dalam variable ini adalah tujuan pembelajaran, karakteristik bidang studi, dan karateristik siswa. Sedangkan variable metode pembelajran dalam kondisi tertentu.
8. Desain pembelajaran Penetapan \metode untuk Mencapai Tujuan
Inti dari desain pembelajaran adalah menetapkan metode pembelajaran yang optimal untuk mencapai hasil pembelajaran adalah pada pemilihan. Fokus utama dalam perancangan pembelajaran adalah pada pemilihan, pnetapan, dan pengembangan variable metode pembelajaran. Pemilihan metode pembelajaran harus didasarkan pada analisis kondisi dan hasil pembelajaran. Analisis akan menunjukan bagaimana kondisi pembelajarannya, dan apa hasil pembelajaran yang diharapkan.
Ada tiga prinsip yang perlu dipertimbangkan dalam upaya menetapkan metode pembelajaran. Ketiga prinsip tersebut adalah:
a. Tidak ada satu metode pembelajaran yang unggul untuk semua tujuan dalam semua kondisi.
b. Metode (strategi) pembelajaran yang berbeda memiliki pengaruh yang berbeda, dan konsisten pada hasil pembelajaran.
c. Kondisi pembelajaran yang berbeda bias memiliki pengaruh yang konsisten pada hasil pengajaran.
F. Langkah-langkah Mendesain Pembelajaran
Berbagai macam model dapat dikembangkan dalam mengorganisasi pengajaran salah satu di antara nya adalah model Dick dan Carey (1985) dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi tujuan umum pengajaran.
2. Melaksanakan analisis pengajaran.
3. Mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik.
4. Merumuskan tujuan performansi.
5. Mengembangkan butir-butir tes acuan patokan.
6. Mengembangkan strategi pengajaran.
7. Mengembangkan dan memilih material pengajaran.
8. Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif.
9. Merevisi bahan pembelajaran, dan
10. Mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kompetensi adalah perpaduan dari keterampilan nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak.
Mahasiswa sebagai calon tenaga belajar (guru), aktivotas kegiatannya tidak dapat dilepaskan dengan proses pengajaran. Sementara proses pengajaran merupakan suatu proses yang sistematis, yang tiap komponennya sangat menentukan keberhasilan belajar anak didik.
Dalam konteks pembelajaran, desain intruksional dapat diartikan sebagai proses yang sistematis untuk memecahkan persoalan pembelajaran melalui proses perencanaan bahan-bahan pembelajaran beserta aktifitas yang harus dilakukan, perencanaan sumber-sumber pembelajaran yang dapat digunakaan serta perencanaan evaluasi keberhasilan.
Perencanaan pembelajaran harus melibatkan semua variabel pembelajaran. Inti dari desain pembelajaaran yang dibuat adalah penetapan metode pembelajaran yang optimal untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Perencenaan Pembelajaran sebagaimana di sebutkan di atas agar dapat dicapai perbaikan pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Mulyasa, 2011. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya
Sanjaya, wna, 2009. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Bandung: Kencana Prenada Media
Uno, Hamzah, 2008. Orientasi Baru Dalam Psikologi Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar