Bulan Ramadhan merupakan bulan suci bagi Umat Islam, dan bulan yang penuh berkah. Allah SWT., menjanjikan pahala yang berlipat ganda. Oleh karena itu, dianjurkan untuk melakukan berbagai ibadah dan kebaikan pada bulan Ramadhan. Ibadah wajib pada bulan Ramadhan adalah berpuasa. Untuk menyempurnakan pahala puasa, Allah SWT. menganjurkan Umatnya melakukan ibadah Shalat Tarawih dan Tadarus Al-Qur’an.
Penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19) yang semakin luas diberbagai negara dan menyeluruh. Mewajibkan seluruh Umat Islam untuk shalat di rumah saja, dan menghindari pergi-pergi yang tidak penting. Apabila berhubungan dengan sanak saudara ataupun orang lain, diusahakan memakai masker, jaga jarak. Setelah berpergian diharuskan untuk cuci tangan sampai bersih. Menghindari kontak langsung dengan hewan.
Perihal shalat Tarawih di rumah, bisa dikerjakan secara berjama’ah dan juga munfarid (sendirian). Shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang dilakukan khusus hanya pada bulan Ramadhan. Tarawih dalam bahasa Arab adalah bentuk Jama’ dari تَرْوِيْحَةٌ diartikan sebagai “waktu sesaat untuk istirahat.” Waktu pelaksanaannya selepas shalat Isya biasanya berjama’ah di Masjid.
Fakta menarik tentang shalat Tarawih ialah Rasulullah SAW. hanya pernah melakukannya secara berjama’ah dalam 3X kesempatan. Disebutkan bahwa Rasulullah SAW. kemudian tidak melanjutkan pada malam-malam berikutnya karena, takut hal itu akan menjadi diwajibkan kepada Umat Muslim.
Pada pagi harinya Rasulullah SAW. berkata kepada Para Sahabat: “Saya mengetahui apa yang kamu kerjakan pada malam tadi, saya tidak mempunyai halangan apapun untuk pergi ke Masjid guna shalat berjama’ah bersamamu, hanya saja saya khawatir shalat tersebut menjadi wajib untuk kamu semua.”
Jumlah Raka’at Shalat Tarawih
Jumlah raka’at shalat Tarawih tidak ditentukan secara pasti. Jumlah raka’at shalat Tarawih bermacam-macam, ada yang 11 raka’at, dan juga 23 raka’at. Kedua-duanya memiliki dasar hukum yang kuat. Shalat Tarawih 11 raka’at didasarkan pada H.R. Bukhari, yang berbunyi:
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَاقَالَتْ مَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيْدُ فِى رَمَضَانَ وَلاَفِى غَيْرِهِ عَلى اِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً
Artinya: “Dari Aisyah r.a. berkata: “Yang dikerjakan oleh Nabi SAW. baik dalam bulan Ramadhan ataupun lainnya, tidak lebih penting 11 raka’at.” (H.R. Bukhari dan lainnya)
Berdasarkan hadist diatas, Nabi Muhammad SAW. mengerjakan shalat Tarawih sebanyak 11 raka’at yaitu 8 raka’at ditambah witir 3 raka’at. Shalat Tarawih 23 raka’at didasarkan pada Hadist Riwayat Imam Malik yang berbunyi:
عَنْ يَزِيْدُابْنُ رُمَّانَ قَالَ كَانَ النَّاسُ فِى زَمَنِ عُمَرٍ يَقُوْمُوْنَ بِثَلاَثِ وَ عِشْرِيْنَ رَكَعَةً
Artinya: “Dari Yazid bin Ruman ia berkata: ‘Umat Islam pada zaman khalifah Umar mendirikan shalat (pada bulan Ramadhan) sebanyak 23 raka’at’”. (H.R. Imam Malik)
Berdasarkan hadist tersebut pada zaman khalifah Umar, shalat Tarawih dikerjakan sebanyak 23 raka’at yaitu 20 raka’at ditambah Witir 3 raka’at.
Niat Shalat Tarawih
Pada saat sendirian (munfarid), dikerjakan di rumah karena ada halangan. Niat shalat Tarawih 2 ra’kaat sebagai berikut.
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى
Usholli Sunnatat Taraawihi Rok’ataini Mustaqbilal qiblati Lillahi Ta’alaa.
Artinya: “Saya niat shalat Sunnah Tarawih 2 raka’at Menghadap Kiblat karena Allah Ta’alaa.”
Niat Shalat Witir 3 raka’at sendirian (munfarid), sebagai berikut.
اُصَلِّى سُنَّةَ مِنَ الوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى
Usholli Sunnatal Witri Tsalaasa Roka’aatin Mustaqbilal qiblati Lillahi Ta’alaa.
Artinya: “Saya niat shalat Sunnah Witir 3 raka’at Menghadap Kiblat karena Allah Ta’alaa.”
Namun ada beberapa cara dalam mengerjakan shalat Tarawih. Selain formasi setiap 2 raka’at salam, ada juga formasi 4 raka’at. Oleh karena itu niat shalat Tarawihnya disesuaikan menjadi.
Shalat Sunnah Tarawih 4 raka’at Munfarid (sendirian)
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى
Usholli Sunnatat Taraawihi arba’a Rak’aatin Mustaqbilal qiblati Lillahi Ta’alaa.
Artinya: “Saya niat shalat Sunnah Tarawih 4 raka’at Menghadap Kiblat karena Allah Ta’alaa.”
Niat Shalat Witir 3 raka’at sendirian (munfarid), sebagai berikut.
اُصَلِّى سُنَّةَ مِنَ الوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى
Usholli Sunnatal Witri Tsalaasa Roka’aatin Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’alaa.
Artinya: “Saya niat shalat Sunnah Witir 3 raka’at Menghadap Kiblat karena Allah Ta’alaa.”
Khusus menjadi Imam didalam shalat tarawih 2 raka’at sebagai berikut.
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
Usholli Sunnatat Taraawihi Rok’atain Mustaqbilal Qiblati Imaman Lillahi Ta’alaa.
Artinya: “Saya niat shalat sunnah Tarawih 2 raka’at menghadap kiblat sebagai Imam karena Allah Ta’alaa.”
Niat Shalat Sunnah Witri 3 raka’at sebagai Imam.
اُصَلِّى سُنَّةَ مِنَ الوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
Usholli Sunnatal Witri Tsalaasa Roka’aatin Mustaqbilal qiblati Imaman Lillahi Ta’alaa.
Artinya: “Saya niat shalat Sunnah Witir 3 Raka’at Menghadap Kiblat Sebagai Imam karena Allah Ta’alaa.”
Menjadi Makmum didalam shalat tarawih 2 raka’at sebagai berikut.
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمًوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Usholli Sunnatat Taraawihi Rok’atain Mustaqbilal Qiblati Adaa’an Mamumman Lillahi Ta’alaa.
Artinya: “Saya niat shalat sunnah Tarawih 2 raka’at menghadap kiblat sebagai Mamum karena Allah Ta’alaa.”
Niat Shalat Witir khusus menjadi 3 raka’at sebagai berikut.
اُصَلِّى سُنَّةَ مِنَ الوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمًوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Usholli Sunnatal Witri Tsalaasa Roka’aatin Mustaqbilal qiblati Adaa’an Mamumman Lillahi Ta’alaa.
Artinya: “Saya niat shalat Sunnah Witir 3 raka’at menghadap kiblat Sebagai Makmum karena Allah Ta’alaa.”
Khusus menjadi Imam didalam shalat tarawih 4 raka’at sebagai berikut.
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
Usholli Sunnatat Taraawihi Arbaa’a Roka’aatin Mustaqbilal Qiblati Imaman Lillahi Ta’alaa.
Artinya: “Saya niat shalat Sunnah Tarawih 4 raka’at menghadap kiblat sebagai Imam karena Allah Ta’alaa.
Shalat Witri 3 raka’at sebagai Imam
اُصَلِّى سُنَّةَ مِنَ الوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
Usholli Sunnatal Witri Tsalaasa Roka’aatin Mustaqbilal qiblati Adaa’an Mamumman Lillahi Ta’alaa.
Artinya: “Saya niat shalat Sunnah Witir 3 raka’at menghadap kiblat Sebagai Imam karena Allah Ta’alaa.”
Menjadi makmum didalam shalat tarawih 4 raka’at sebagai berikut.
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمًوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Usholli Sunnatat Taraawihi Arbaa’a Roka’aatin Mustaqbilal Qiblati adaa’an Mamumman Lillahi Ta’alaa.
Artinya: “Saya niat shalat sunnah Tarawih 4 raka’at Menghadap Kiblat sebagai Mamumman karena Allah Ta’alaa.”
Niat Shalat Witir Makmum menjadi 3 raka’at sebagai berikut.
اُصَلِّى سُنَّةَ مِنَ الوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمًوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Usholli Sunnatal Witri Tsalaasa Roka’aatin Mustaqbilal qiblati Adaa’an Mamumman Lillahi Ta’alaa.
Artinya: “Saya niat shalat Sunnah Witir 3 raka’at menghadap kiblat Sebagai Makmum karena Allah Ta’alaa.”
Bagaimana Cara Mengerjakannya ?
· Shalat Tarawih 11 raka’at dilakukan dengan cara 2 raka’at sekali salam, hingga 8 raka’at. Lalu ditutup dengan 3 raka’at shalat witir. Bisa juga dilakukan dengan 4 raka’at sekali salam, tidak ada tahiyat awal hingga 8 ra’kaat. Lalu ditutup dengan 3 raka’at shalat witir.
· Shalat Tarawih 23 raka’at dilakukan dengan cara 2 raka’at sekali salam, hingga 20 raka’at. Lalu ditutup dengan 3 raka’at shalat witir. Syarat, rukun, bacaan dan cara melakukan shalat tarawih sama dengan shalat biasa. Bedanya ada yang dilakukan dengan 4 raka’at sekali salam, tidak ada tahiyat awal hingga 20 raka’at. Lalu ditutup dengan shalat witir 3 raka’at. Pada setiap raka’at, sesudah membaca surah Al-Fatihah selalu membaca surah Al-Qur’an. Bisa surah pendek ataupun panjang, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar