Nabi Yunus bin Matta termasuk Orang yang shalih, sejak Ia belum diangkat menjadi Nabi Beliau memang seorang Ahli ibadah yang tekun. Ia termasuk Orang yang lulus hatinya, malun Ada kelemahannya yaitu mudah Putus harapan.
Nabi Yunus bin Matta diutus Oleh Allah SWT. Until berdakwah kepda Penduduk "Ninawa" di Wilayah Maushil, Iran. Mereka berpaling dari jalan Allah SWT., dan menyemangtin berhala. Allah SWT., memberikan petunjuk kepada kaum "Ninawa" dan mengembalikan kejalan yang lurus.
Allah SWT., mengutus Nabi Yunus a.s. untuk mengajak mereka beriman dan meninggalkan sesembahan selain Allah SWT. Seruan Nabi Yunus a.s. pun ditolak Penduduk "Ninawa". Mereka tetap memilih menyembah berhala, kekafiran, dan kesesatan dari pada keimanan. Mereka mendustakan Nabi Yunus a.s. mengolok-ngolok dan menghinanya.
Setelah lama menghadapi Mereka, Nabi Yunus a.s. pun marah kepada kaumnya dan tidak berharap lagi keimanan Mereka. Allah SWT., mewahyukan kepada Nabi Yunus a.s untuk membimbing kaumnya. Allah SWT., memberitahu bahwa akan mengazab umat Nabi Yunus a.s., setelah berlalu 3 hari. Nabi Yunus a.s. menyampaikan perihal azab itu kepada kaumnya.
Kemudian Nabi Yunus a.s pergi meninggalkan kaum penduduk "Ninawa". Mereka melihat Nabi Yunus a.s meninggalkan mereka. Mereka yakin azab akan turun, datanglah azab tersebut, kekeringan dimana-mana, kelaparan pun menghantuhi penduduk "Ninawa".
Maka penduduk "Ninawa", segera bertaubat kepada Allah SWT. dan menyesali sikap Mereka selama ini. Mereka berdo'a memohon ampun kepada Allah SWT., agar azab itu diangkat dari Mereka. Allah SWT., mengabulkan do'a Penduduk "Ninawa".
Allah SWT., menjauhi azab itu Dari Mereka Karena kesungguhan do'anya. Allah SWT., berfirman didalam Al-Qur'an Surah Yunus ayat : 98.
Nabi Yunus a.s. pergi ke tepi Laut dan menaiki kapal. Pada saat Nabi Yunus a.s. menaiki kapal, maka ombak laut tiba-tiba menjadi dahsyat, angin menjadi kencang dan membuat kapal menjadi oleng hingga hampir saja tenggelam.
Nahkoda kapal meminta barang-barang yang berat dilemparkan ke laut, untuk meringankan beban. Pada akhirnya barang-barang dibuang ke laut, kapal tetap oleng dan hampir tenggelam.
Maka, Nahkoda dan penumpang kapal bermusyawarah untuk meringankan beban kapal dengan melemparkan seseorang ke laut. Mereka melakukan pengundian dan ternyata udian tersebut, jatuh kepada Nabi Yunus a.s.. Kemudian undian pun, diulang sampai 3X dan hasilnya tetap sama.
Nabi Yunus a.s. bangkit melepas bajunya, kemudian melompat dari kapal ke Laut. Allah SWT., telah mngirimkan Ikan Nun yang besar yang langsung menelan Nabi Yunus a.s.. Nabi Yunus a.s. tinggal didalam perut Ikan Nun itu dalam beberpa waktu dan dibawa mengarungi Lautan oleh ikan tersebut.
Dikisahkan bahwa Nabi Yunus a.s. berada di dalam 3 kegelapan yaitu, kegelapan di dalam perut ikan, kegelapan Lautan, dan kegelapan malam. Nabi Yunus a.s. tetap ingat kepada Allah SWT..
Nabi Yunus a.s. selalu memanjatkan do'a kepada-Nya. Karena do'a yang dipanjatkan serta rahmat Allah SWT., maka Nabi Yunus a.s. dimuntahkan dari perut Ikan Nun ditepi pantai dalam keadaan sakit dan lemah.
Setelah Allah SWT., mengembalikan kesehatannya. Maka, Ia segera kembali kepada kaumnya. Seketika itu, Nabi Yunus a.s. disambut gembira oleh Penduduk "Ninawa" yang telah kembali ke jalan Allah SWT.
Buku bersumber dari:
LKS Medali "Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas 6", Penerbit Indonesia Jaya: Mojosongo - Solo.
Ali Nurfadillah. Seri Cerita Teladan Sedarah Kisah-Kisah 25 Nabi dan Rasul. Jakarta: Pustaka Sandro Jaya.
Untuk lebih jelasnya disini ada video Kisah Nabi Yunus a.s., dibawakan Siswi yang mengikuti Lomba Mapsi tingkat Kecamatan.
Allah SWT., mengutus Nabi Yunus a.s. untuk mengajak mereka beriman dan meninggalkan sesembahan selain Allah SWT. Seruan Nabi Yunus a.s. pun ditolak Penduduk "Ninawa". Mereka tetap memilih menyembah berhala, kekafiran, dan kesesatan dari pada keimanan. Mereka mendustakan Nabi Yunus a.s. mengolok-ngolok dan menghinanya.
Setelah lama menghadapi Mereka, Nabi Yunus a.s. pun marah kepada kaumnya dan tidak berharap lagi keimanan Mereka. Allah SWT., mewahyukan kepada Nabi Yunus a.s untuk membimbing kaumnya. Allah SWT., memberitahu bahwa akan mengazab umat Nabi Yunus a.s., setelah berlalu 3 hari. Nabi Yunus a.s. menyampaikan perihal azab itu kepada kaumnya.
Kemudian Nabi Yunus a.s pergi meninggalkan kaum penduduk "Ninawa". Mereka melihat Nabi Yunus a.s meninggalkan mereka. Mereka yakin azab akan turun, datanglah azab tersebut, kekeringan dimana-mana, kelaparan pun menghantuhi penduduk "Ninawa".
Maka penduduk "Ninawa", segera bertaubat kepada Allah SWT. dan menyesali sikap Mereka selama ini. Mereka berdo'a memohon ampun kepada Allah SWT., agar azab itu diangkat dari Mereka. Allah SWT., mengabulkan do'a Penduduk "Ninawa".
Allah SWT., menjauhi azab itu Dari Mereka Karena kesungguhan do'anya. Allah SWT., berfirman didalam Al-Qur'an Surah Yunus ayat : 98.
فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ آَمَنَتْ فَنَفَعَهَا إِيمَانُهَا إِلَّا قَوْمَ يُونُسَ لَمَّا آَمَنُوا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِينٍ(98
Artinya:
Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu. (10: 98)
Nabi Yunus a.s. pergi ke tepi Laut dan menaiki kapal. Pada saat Nabi Yunus a.s. menaiki kapal, maka ombak laut tiba-tiba menjadi dahsyat, angin menjadi kencang dan membuat kapal menjadi oleng hingga hampir saja tenggelam.
Nahkoda kapal meminta barang-barang yang berat dilemparkan ke laut, untuk meringankan beban. Pada akhirnya barang-barang dibuang ke laut, kapal tetap oleng dan hampir tenggelam.
Maka, Nahkoda dan penumpang kapal bermusyawarah untuk meringankan beban kapal dengan melemparkan seseorang ke laut. Mereka melakukan pengundian dan ternyata udian tersebut, jatuh kepada Nabi Yunus a.s.. Kemudian undian pun, diulang sampai 3X dan hasilnya tetap sama.
Nabi Yunus a.s. bangkit melepas bajunya, kemudian melompat dari kapal ke Laut. Allah SWT., telah mngirimkan Ikan Nun yang besar yang langsung menelan Nabi Yunus a.s.. Nabi Yunus a.s. tinggal didalam perut Ikan Nun itu dalam beberpa waktu dan dibawa mengarungi Lautan oleh ikan tersebut.
Dikisahkan bahwa Nabi Yunus a.s. berada di dalam 3 kegelapan yaitu, kegelapan di dalam perut ikan, kegelapan Lautan, dan kegelapan malam. Nabi Yunus a.s. tetap ingat kepada Allah SWT..
Nabi Yunus a.s. selalu memanjatkan do'a kepada-Nya. Karena do'a yang dipanjatkan serta rahmat Allah SWT., maka Nabi Yunus a.s. dimuntahkan dari perut Ikan Nun ditepi pantai dalam keadaan sakit dan lemah.
Setelah Allah SWT., mengembalikan kesehatannya. Maka, Ia segera kembali kepada kaumnya. Seketika itu, Nabi Yunus a.s. disambut gembira oleh Penduduk "Ninawa" yang telah kembali ke jalan Allah SWT.
Buku bersumber dari:
LKS Medali "Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas 6", Penerbit Indonesia Jaya: Mojosongo - Solo.
Ali Nurfadillah. Seri Cerita Teladan Sedarah Kisah-Kisah 25 Nabi dan Rasul. Jakarta: Pustaka Sandro Jaya.
Untuk lebih jelasnya disini ada video Kisah Nabi Yunus a.s., dibawakan Siswi yang mengikuti Lomba Mapsi tingkat Kecamatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar