Jumat, 22 Mei 2020

TEORI PSIKOLOGI PEMBELAJARAN

BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
Belajar adalah salah satu topik paling penting didalam psikologi  ini namun konsepnya sulit untuk didefinisikan. Namun kebanyakan psikolog menganggap definisi ini tidak bisa diterima sebab ada istilah yang samar didalamnya, seperti pengetahuan pemahaman, dan penguasaan sepanjang beberapa tahun belakangan ini ada kecenderungan untuk menerima definisi belajar yang merujuk pada perubahan dalam perilaku yang diamati.
Belajar diukur berdasarkan perubahan perilaku dengan kata lain, hasil dari belajar harus selalu kedalam prilaku atau tindakan yang dapat diamati. Setelah menjalani proses belajar pembelajar (learner) akan mampu melakukan sesuatu yang tidak bisa mereka lakukan sebelum mereka belajar.
Firman Allah Ta’ala :


Artinya :
Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Mujadilah:11)

B.  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut :
1.      Apa pengertian psikologi menurut para ahli?
2.      Apa definisi belajar menurut para ahli?
3.      Sebutkan macam-macam teori belajar?

C.  Tujuan
1.      Untuk meperoleh data mengenai definisi psikologi menurut para ahli.
2.      Untuk meperoleh data mengenai karakteristik belajar menurut para ahli
3.      Untuk meperoleh data tentang teori-teori belajar.





BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian psikologi
Psikologi berasal dari perkataan Yunani Psyche yang artinya jiwa dan Logos yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi, secara etimologi psikologi artinya ilmu yang mempelajari trentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya.[1]
Secara umum psikologi diartikan ilmu yang memplajari tingkah laku manusia atau ilmu yang mempelajari gejala-gejala jiwa manusia. Diantara pengertian psikologi yang dirumuskan oleh para ahli, antara lain:
1.    Menurut Dr. Singgih Dirgagunarsa Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia
2.    Plato dan Aristoteles, berpendapat bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir
3.    John Broadus Waston, memandang psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah lakunlahiriah dengna menggunakan metode observasi yang objektif terhadap stimulus dan jawaban atau respons.
4.    Wilhelm Wundt, tokoh psikologi eksperimental berpendapat bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari pengalaman pangalaman yang timbul dalam diri manusia seperti penggunaan panca indra, pikiran, perasaan (feeling) dan kehendak.
5.    Knight and Knight, psikologi adalah ilmu yang memepelajari secara sistematis tentang pengalaman dan tingkah laku manusia dan hewan, normal dan abnormal, individu atau sosial.[2]



B.  Definisi Belajar
Di kalangan ahli psikologi, terdapat keragaman dalam cara menjelaskan dan mendefinisikan makna belajar (learning). Namun, baik secara eksplisit maupun secara implicit pada akhirnya terdapat kesamaan maknanya, ialah bahwa definisi manapun konsep belajar itu selalu menunjukkan kepada suatu proses perubahan prilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktik atau pengalaman tertentu[3].
Dalam psikologi, definisi belajar yang paling sering digunakan adalah perubahan prilaku yang relatif tetap sebagai hasil adanya pengalaman. Dengan belajar dapat menyebabkan perubahan prilaku, dan karena perubahan prilaku ini bersifat relatif tetap, maka akan memungkinkan kita menunjukkan hasil belajar ini pada kesempatan lain.[4]  
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, secara etimologi belajar memiliki arti “berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu”. Definisi ini memiliki pengertian bahwa belajar adalah sebuah kegiatan untuk mencapai kepandaian atau ilmu. Di sini, usaha untuk mencapai kepandaian atau ilmu merupakan usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya mendapatkan ilmu atau kepandaian yang belum dipunyai sebelumnya. Sehingga dengan belajar itu manusia menjadi tahu, memahami, mengerti, dapat melaksanakan dan memiliki tentang sesuatu (Fudyartanto, 2002). Sedangkan menurut Hilgrad dan Bower (Fudyartanto, 2002), belajar (to learn) memiliki arti:
1.   to again knowledge, comprehension, or mastery of trough experience or study
2.    to fix in the mind or memory: memorize;
3.   to acquire trough experience;
4.    to become in forme of to find out
Adapun pendapat beberapa ahli yang mendefinisikan belajar sesuai aliran filsafat yang dianutnya, antara lain :
1.    Kimble
Belajar merupakan suatu perubahan yang relative permanen di dalam behavioral potentiality (potensi behavioral)yang terjadi sebagai akibat dari reinforced practice (praktik yang diperkuat)[5]
2.    Ernes ER. Hilgard
“learning is the process by wich an activity originates or is charged trought training procedures (whether in the laboratory or in the natural environments) as disitinguished from changes by factor not attributable to training”. Artinya, seseorang dapat dikatakan belajar apabila dapat melakukan sesuatu dengan cara latihan-latihan, sehingga yang bersangkutan berubah.
3.    Walker
Belajar adalah suatu perubahan dalam pelaksanaan tugas yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman dan tidak ada sangkut pautnya dengan kematangan rohaniah, keleahan, motivasi, perubahan dalam situasi stimulus yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan belajar.
4.     Winkel
Belajar adalah suatu aktivitas mental / psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat konstan dan berbekas.
5.    Cronbach
Belajar merupakan perubahan prilaku sebagai hasil dari pengalaman. Menurutnya, belajar yang sebaik-baiknya adalah dengan mengalami sesuatu yaitu menggunakan panca indra. Dengan kata lain bahwa belajar adalah suatu cara mengamati, membaca, meniru, mengintimasi, mencoba sesuatu, mendengar dan mengikuti arah tertentu.
6.    Gagne
Belajar merupakan kecenderungan perubahan pada diri manusia yang dapat dipertahankan selama proses pertumbuhan. Hal ini dijelaskan kembali oleh Gagne (dalam Riyanto, 2002) bahwa belajar merupaka suatu peristiwa yang terjadi di dalam kondisi-kondisi tertentu yang dapat diamati, diubah dan dikontrol.
7.    Thorndike
Belajar adalah proses interaksi antara stimulus (yang mungkin berupa pikiran, perasaan, atau gerakan) dan respons (yang juga berupa pikiran, perasaan atau gerakan)
8.    Degeng
Belajar merupakan pengaitan pengetahuan baru pada struktur kognitif yang sudah dimiliki pelajar, dengan kata lain belajar adalah suatu proses untuk mengubah performansi yang terbatas pada keterampilan, tetapi juga meliputi fungsi-fungsi sperti skill, persepsi, emosi, proses berfikir, sehingga dapat menghasilkan perbaikan performasi. [6]
Jadi, psikologi belajar adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala kejiwaan terkait dengan proses kesadaran diri untuk mengembangkan diri ke arah yang lebih baik.
C.    Macam-macam Teori Belajar
Teori adalah sekumpulan konsep, definisi dan dalil yang saling terkait, yang memungkinkan terbentuknya suatu gambaran yang sistematik tentang fenomena dengan menjelaskan dan meramalkan fenomena tersebut (Kerlinger, 1973 : 9)[7]
Belajar merupakan suatu proses dari seorang individu yang berupaya mencapai tujuan belajar atau yang biasa disebut hasil belajar, yaitu suatu bentuk perubahan perilaku yang relative menetap. Menurut Morris L. Byyge (1982: 11) ada dua kelompok teori tentang belajar, yaitu :
1.       Teori belajar sebelum  abad ke 20
a.    Teori  disiplin mental
Yaitu proses belajar terjadi jika mental anak didisiplin atau dilatih. Metode latihan dan resitasi merupakan perwujudan dari teori tersebut. Teori  disiplin mental ini terbagi menjadi dua, yaitu : a) Teori disiplin mental teistik, tokoh-tokohnya, yaitu St. Augustine, J.alfin, C.wollf, dan J.edwerd. b)Teori disiplin mental Humanistik, tokoh teori disiplin mental humanistic ialah plato dan aris toteles. Adapun tokoh-tokoh dari teori disiplin mental kontemporer ialah M.J. Adler, harry S. broundy dan R.M. hutchin.
b.    Teori aktualisasi diri
Yaitu memandang manusia sebagai makluk yang pada dasarnya baik dan mampu mengalahakn diri. Menurut teori ini manusia menjadi buruk karena pengaruh lingkungan social. Oleh karena itu guru hendaknya memberikan kebebasan pada anak dalam belajar. Menrut teori ini juga kegiatan belajar hendaknya tidak memaksa anak tapi merupakan pengalam yang menyenangkan. Tokoh teori ini adalah J. J Rousseau, F. Froebel, dan Progressivists. Adapun tokoh kontemporernya adalah P. Goodman, J. Holt, dan Abraham H.Maslow.
c.    Teori apersepsi
Teori ini bisa disebut juga teori herbartianisme, karena tokoh teori ini adalah J.F Herbert, apersepsi adalah suatu proses menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah ada dalam diri anak. Menurut teori apersepsi, proses belajar dipandang sebagai proses menghubungkan atau asosiasi pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah dikuasai anak. Ada 4 macam hokum asosiasi yaitu : hukum kedekatan atau (contiguity), hukum urutan (succession), hukum kemiripan atau similarity, hukum pertentengan atau contras. Berdasarkan hukum kedekatan (contiguity), anak akan mudah mengingat kembali dua peristiwayang disajikan secara serentak jika salah satu dari peristiwa tersebut diperlihatkan.

2.    Teori belajar abad ke 20
a.    Teori S-R Stimulus Respon (Conditioning)
v Teori S-R bond atau koneksionisme, berpandangan bahwa proses belajar pada manusia pada hakikatnya mengikuti prinsip yang sama dengan yang terjadi dengan hewan. Tokoh teori koneksipnisme ini ialah E. L. Torndike, sesangkan tokoh kontemporernya ialah A. I. Gates dan J. M. Stephen. Menurut teori ini, ada tiga hukum primer tentang proses belajar, yaitu (1) hukum kesiapan (law of readiness), (2)  hukum latihan (law of exerxice or repetition) dan (3) hukum akibat (law of effect)
v Teori conditioning tanpa ulangan penguatan (conditioning white no rain forcement) atau sering disebut juga teori classical conditioning, memandang belajar sebagai suatu proses pembentukan reflex bersyarat (a process of building conditioned reflexes) melalui penggantian rangsangan yang satu dengan yang lainnya. Tokoh dari teori ini ialah J. B. Watson, sedangkan tokoh kontemporernya ialah E. R. Guthrie.
v  Teori conditioning melalui ulangan penguatan (conditioning trough rain forcement) atau sering disebut juga teori instrumental conditioning / operant conditioning. Tokoh teori ini adalah C. L. Hull, sedangkan tokoh kontemporernya ialah B. F. Skinner, K. W. Spence, R. M. Gagne dan A. Bandura. Hull mengemukakan suatu teori belajar yang dikenal dengan teori drivestimulus reduction reinforcemen. Menurutnya, proses belajar terjadi melalui adaptasi biologis dari suatu organisme terhadap lingkungannya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.
b.    Teori Kognitif, menurut teori ini, belajar adalah proses pencapaian atau perubahan pemahaman (insight), pandangan, harapan atau pola barfikir. Tokoh-tokoh kognitif menurut Biggeialah M. Wertheimer, K. Koffka, B. H. Bode, R. H. Wheeler, K. Lewin, E. C. Tolman, J. Dewey, G. W. Allport, A. Ames dan R. May, sedangkan tokoh-tokoh kontemporernya adalah W. Kohler, E. E. Bayles, E. L. Deci, M. L. Bigge,  J. S. Bruner, M. Deutsch dan S. Koch.  Kelompok teori kognitif terdiri dari tiga macam pula, yaitu teori insight / wawasan, dan kognitif kesadaran.[8]







BAB III
PENUTUP
SIMPULAN
1.      Psikologi adalah ilmu yang memplajari tingkah laku manusia atau ilmu yang mempelajari gejala-gejala jiwa manusia
2.      Belajar adalah proses interaksi antara stimulus (yang mungkin berupa pikiran, perasaan, atau gerakan) dan respons (yang juga berupa pikiran, perasaan atau gerakan)
Jadi, psikologi belajar adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala kejiwaan terkait dengan proses kesadaran diri untuk mengembangkan diri ke arah yang lebih baik.
3.      Menurut Morris L. Byyge (1982: 11) ada dua kelompok teori tentang belajar, yaitu :
a.       Teori belajar sebelum  abad ke 20
Ø Teori  disiplin mental
Ø Teori aktualisasi diri
Ø Teori apersepsi
b.      Teori belajar abad ke 20
Ø Teori S-R Stimulus Respon (Conditioning)
Ø  Teori kognitif







DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Mulyono. 1999. Pendididkan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Fauzi, Ahmad. 2004. Psikologi Umum Cetakan Ketiga. Bandung: Pustaka Setia.
Hardy, malcom. 1988. Pengantar Ilmu Psikologi Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga.
Hergenhahn dan Matthew. 2008. Theories of Learning Cetakan Ketujuh. Jakarta: Kencana.
Junaedi, dkk. 2008. Strategi Pembelajaran. Surabaya: Lapis-PGMI.
Riyanto, Yatim. 2010. Paradigma Baru Pembelajaran Cetakan Kedua. Jakarta: Kencana.
Syamsuddin, Abid. 2007. Psikologi Kependidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.



[1]  Fauzi, Ahmad. 2004. Psikologi Umum Cetakan Ketiga. Bandung: Pustaka Setia. Hal 9
[2]   Fauzi, Ahmad. 2004. Psikologi Umum Cetakan Ketiga. Bandung: Pustaka Setia. Hal 11-12
[3] Syamsuddin, Abid. 2007. Psikologi Kependidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Hal. 157
[4] Hardy, malcom. 1988. Pengantar Ilmu Psikologi Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga. Hal 32

[5] Hergenhahn dan Matthew. 2008. Theories of Learning Cetakan Ketujuh. Jakarta: Kencana. Hal. 2

[6] Riyanto, Yatim. 2010. Paradigma Baru Pembelajaran Cetakan Kedua. Jakarta: Kencana. Hal 4-6
[7] Abdurrahman, Mulyono. 1999. Pendididkan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Hal 18
[8] Abdurrahman, Mulyono. 1999. Pendididkan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Hal 28-34

Tidak ada komentar:

RESEP OSENG KANGKUNG

Bahan-bahan: * Seikat Kangkung  * 3 cabe merah besar * Cabe rawit sesuai selera. * 1 Lengkung  * 3 Siung Bawang Merah.  * 1 Siung Bawang Put...