PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejarah umat manusia akan selalu menjadi pelajaran bagi generasi manusia selanjutnya. Hal itu disebabkan karena sejarah memiliki nilai penting dalam membangun masa depan. Begitupun dengan Sejarah Peradaban Islam, yang memberikan pelajaran penting bagi umat Islam sekarang dan masa depan tentang keberadaan Islam pada masa sebelum generasi mereka.
Mempelajari peradaban bukan hanya mempelajari peninggalan-peninggalannya saja, melainkan juga bagaimana mempelajari segala aspek kehidupan yang terjadi dan yang dialami oleh umat manusia pada masa lalu. Dengan Sejarah Peradaban Islam, umat Islam dituntun agar mengetahui dan mempelajari bagaimana kehidupan Islam dimasa lalu. Baik itu ketika masa berjayanya ataupun ketika masa kemundurannya.Sejarah menjelaskan, Islam merupakan sebuah ideologi yang pada jalan perkembangannya memilki berbagai perkembangan yang signifikan, baik dalam masa kemajuan maupun masa kemunduran. Islam mengalami masa kemunduran merupakan sebuah pelajaran bagi kehidupan umat islam untuk bisa mengembalikan masa kejayaan islam yang pernah diraih ketika zaman periode klasik.
Akan tetapi, roda kehidupan selalu berputar, begitupun dengan kekuasaan Islam.Oleh sebab itu, kekuasaan Islam pada masa ini juga mengalami kemunduran yang disebabkan karena banyak faktor yang membuat kekuasaan lenyap dan beralih. Sehingga perlu sekiranya dilakukan pembahasan yang lebih banyak mengenai perkembangan islam pada masa kemunduran agar menjadi motivasi bagi kita.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka dapat diambil rumusan masalahnya, sebagai berikut:
a. Bagaimana Perkembangan Islam pada Abad Pertengahan ?
b. Apa Sebab Kemunduran Islam pada Abad Pertengahan ?
c. Apa Ibrah dari perkembangan Islam pada Abad Pertengahan ?
C. Tujuan
Adapun tujuannya, yakni:
a. Untuk mengetahui perkembangan Islam pada Abad Pertengahan,
b. Untuk mengetahui sebab kemunduran Islam pada Abad Pertengahan, dan
c. Untuk mengetahui ibrah dari peristiwa perkembangan Islam pada Abad Pertengahan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Perkembangan Islam Pada Abad Pertengahan
1. Perkembangan Ajaran Islam
Abad pertengahan dalam sejarah Islam, ialah periode waktu yang berkisar antara tahun 1250-1800 M /648-1198 H. Sepanjang periode ini,umat Islam mengalami pasang surut perkembangan, kemajuan dan kemunduran dalam berbagai kehidupan, baik kehidupan keagamaan,perekonomian,politik,seni budaya, maupun peradaban.
Namun demikian, pada abad ini telah berdiri tiga kerajaan islam besar yang patut di catat dalam sejarah perjuangan umat islam. Tiga kerajaan itu yakni :[1]
a) Kerajaan Turki Utsmani (1680-1342 H /1282 – 1924 M)
Berpusat di Turki.
b) Kerajaan Syafawi (1252 - 1736 M)
Berpusat di Persia (Iran).
c) Kerajaan Mughal (932-1274 H /1526- 1858 M)
Berpusat di India.
Pada masa tiga kerajaan itu,Islam mengalami perkembangan yang cukup berarti,terutama di bidang militer, ekonomi, ilmu pengetahuan, seni budaya, dan agama.
Para ulama abad itu,tidak tertarik untuk melahirkan karya-karya dibidang ilmu-ilmu Islam sebagaimana para pendahuluan mereka, melainkan lebih menitik beratkan pada penghayatan dan pengalaman spiritual melalui ajaran tasawuf dan tarekat.[2]
Di kerajaan Turki Utsmani misalnya, terdapat dua aliran tarekat besar yang berpengaruh di wilayah ini,yakni Tarekat Bekhtasyi dan Tarekat Maulavi.Kedua taerekat inibanyak dimintai masyarakat, baik dari kalangan sipil maupun militer.
Begitu pula di Kerajaan Syafawi, bahkan pendiri kerajaan itu sendiri adalah tokoh Tarekat Syafawiyah.Meskipun di kerajaan initradisi ilmu pengetahuan dan seni budaya merupakan warisan dari leluhur mereka pada masa Persia Kuno,namun pengaruh ajaran tasawuf dan tarekat pada masa itu sangat menonjol.
Perkembangan ajaran Islam di wilayah Kerajaan Mughal juga tidak jauh berbeda dengan wilayah lainnya.Apalagi wilayah ini sebelum datangnya Islam, dikenal sebagai basis kerajaan Hindu.Pengalaman ajaran Islam di wilayah ini,khususnya di India mengalami kontaminasi dengan ajaran Hindu yang sebelumnya telah mengakar dimasyarakat.Ajaran Islam bercampur dengan paham singkretis dan klenis.Namun demikian,dari sisi dakwah ajaran Islam pada abad pertengahan mengalami kemajuan yang cukup berarti.Sebab dakwah Islam telah menyebar ke hampir separuh penjuru dunia, dari Barat umat Islam telah dapat menaklukkan Konstantinopel sebagaibenteng pertengahan Kerajaan Kristen Byzantium, dan mulailah ajaran Islam disebarkan disana dengan metode dakwah yang bijak. Dari Timur, umat Islam telah dapat menakhlukkan wilayah Asia Selatan,Timur jauh,bahkan telah sampai ke wilayah Asia Tenggara,termasuk Indonesia yang pada waktu itu masih berbentuk kepulauan Nusantara.
Dengan demikian, ajaran Islam pada abad ini dari segi dakwah telah mengalami perkembangan cukup berarti, sekaligus merupakan kelanjutan dari perkembangan dakwah Islam pada masa-masa sebelumnya.Akibatnya, Islam dapat tumbuh dan berkembang diberbagai penjuru dunia,sampai saat ini.
2. Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Pada abad pertengahan, ilmu pengetahuan mengalami perkembangan dan kemajuan,meskipun tidak optimal seperti masa-masa klasik. Ilmu pengetahuan yang banyak berkembang pada masa itu,antara lain ilmu kemiliteran,ilmu sastra,filsafat,ilmu ekonomi, sejarah, politik, industri, tekstil dan sebagainya.
Ilmu pengetahuan bidang kemiliteran mendapatkan perhatian yang sangat bararti dari para penguasa pada waktu itu.Sebab, bidang ini sangat dibutuhkan untuk ekspansi (perluasan) wilayah kekuasaan, sehingga bidang kemiliteran ini mengalami kemajuan sampai mencapai puncaknya. Sekolah-sekolah militer dibuka disetiap kota, mulai dari sekolah tingkat tamtama dan bintara sampai sekolah tinggi militer untuk mencetak para calon perwira. Para raja dan sultan Islam pada waktu itu sangat menggemari ekspansi wilayah, maka jalan yang terbaik untuk itu harus memperkuat pasukan militernya.
Pada masa itu sistem kemiliteran telah menggunakan sistem yang canggih pada masanya.Pasukan perang dibagi menjadi beberapa angkatan dan kesatuan, misalnya, dibentuknya pasukan infantry, zeni tempur, kavaleri, angkatan darat, angkatan laut, dan mahkamah militer.Pada masa sebelumnya pembagian tugas militer itu belum pernah terjadi.Kerajaan Turki Utsmani bahkan mendatangkan pelatih-pelatih militer dari Barat untuk mendidik dan melatih pasukan perangnya, seperti Comte De Bonneval dari Prancis, Macaharty dari Irlandia,dan Ramassay dari Skotlandia.
Bidang ilmu pengetahuan lain yang juga berkembang pada masa itu antara lain filasat,sastra, dan sejarah.Dibidang-bidang ini kita dapat mengenal beberapa nama tokoh ilmuwannya,seperti Bahauddin As-Syirazi seorang generalis ilmu pengetahuan Syadarudin As-Syirazi seorang sastrawan dan filsum muslim,Muhamad Baker Bin Muhamad Damad seorang ahli sejarah dan pakar biologi, serta Ibrahim Mutafarika seorang ahli filsafat, pakar bahasa,dan sejarah.
Selain itu, ilmu pertanian juga mengalami perkembangan meskipun tidak optimal.Sistem irigasi dibangun menggunakan teori ilmu bumi dan agrarian,pajak tani juga dipungut dengan menggunakan jalur administrasi pertanahan.
Industri tekstil dan percetakan juga mengalami perkembangan meskipun kurang berarti.Di Kerajaan Turki Utsmani misalnya, banyak buku-buku ilmiah dan keagamaan dicetak dalam berbagai bahasa.Kitab-kitab Klasik ilmu fikih, hadits,tafsir, tauhid, dan akhlak mengalami cetak ulang, baik yang masih tetap dengan bahasa aslinya (Arab) maupun yang sudah diterjemahkan dalam bahasa lain. Begitu pula buku-buku ilmu pengetahuan lainnya, seperti ilmu kedokteran, biologi, filsafat, geometri, matematika dasar, kimia, fisika, dan sebagainya.
3.Perkembangan Peradaban dan Kebudayaan[3]
Seiring dengan perkembangan, ilmu pengetahuan,bidang seni budaya juga mengalami perkembangan meskipun tidak optimal. Seni Budaya yang paling menonjol dalam perkembangannya adalah seni arsitektur, seni sastra dan seni rupa.Hampir diseluruh wilayah Kerajaan Islam pada waktu itu seni budaya mengalami perkembangan yang menarik, khususnya seni arsitektur.Di Persia dapat ditemukan seni arsitektur bekas peninggalan Kerajaan Syafawi, seperti yang terdapat pada masjid-masjid gedung-gedung perguruan tinggi, hotel-hotel dan area tempat rekreasi yang mengandung nilai seni tinggi. Di wilayah itu terdapat 162 masjid, 48 akademi tinggi, 182 hotel, 27 area tempat rekreasi yang mengandung nilai seni tinggi.Begitu pula di India,seni budaya mengalami perkembangan cukup menarik.Diantara seni budaya yang cukup menonjol perkembangannya adalah seni sastra dan seni arsitektur.Seni arsitektur sempat mengalami puncaknya, pada masa Kerajaan Islam Mughal di bawah pemerintahan Raja Akbar I dan Raja Syah Jihan.Raja Akbar telah membangun istana Fatfur Sikri di kota Sikri India. Istana itu dibuat dari bahan marmer dan batu pualam. Terdapat pula beberapa masjid di kota Delhi yang cukup megah dan indah. Begitu pula Syah Jihan telah membangun masjid Agung Delhi dan istana Lahor yang mengandung nilai seni tinggi. Prestasi puncak Syah Jihan di bidang seni, dapat di temukan pada bagunan Taj Mahal di Kota Agra,India.
Seni ukir dan seni rupa juga turut berkembang seadanya, misalnya seni ukir yang terbuat dari keramik, tembikar, karpet, dan sebagainya.Nmun perkembangannya cukup membuktikan bahwa pada masa itu,seni budaya juga turut berkembang meskipun tidak mencapai puncak kejayaannya.Misalnya kita masih mengenal seni karpet dari Persia, seni tembikar dari India, dan sebagainya.
Demikianlah perkembangan Islam pada masa pertegahan, yang termasuk pada masa kemunduran umat Islam.Sebab pada masa-masa itu, umat Islam secara keseluruhan tidak menunjukan prestasi yang gemilang seperti yang telah dicapai pada masa pertengahan ini sangat menurun dibanding masa klasik.Oleh sebab itu, masa-masa ini disebut masa kemunduran.
B. Sebab Kemunduran Islam Pada Abad Pertengahan
Ada dua faktor yang membuat umat Islam mengalami kemunduran dan kevakuman dari berbagai bidang kehidupan. Kedua faktor itu ialah faktor eksternal dan internal.
a. Faktor Eksternal
Secara eksternal, kemunduran umat islam disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya sebagaiberikut :[4]
1) Munculnya Kebangkitan Ilmu Pengetahuan di Barat
Setelah terjadi renainsans (kebangkitan ilmu pengetahuan) di Barat, yang sebenarnya mereka terinspirasi oleh pemikiran-pemikiran Ibnu Rusyd dan Ibnu Sina serta para ulama Andalusia lainnya, sehingga negara-negara dikawasan itu mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat, baik di bidang ilmu pengetahuan maupun industri.
2) Munculnya Fanatisme Keagamaan dari Pihak Lain
Fanatisme keagamaan terutama kaum Nasrani di Eropa dan Asia sengaja dikobarkan oleh para penguasa Barat pada waktu itu.Oleh sebab itu, sentimen keagamaan ini selalu dijadikan senjata oleh mereka untuk menanamkan kebencian pada umat islam. Hal itu pulalah, yang memicu terjadi perang salib.
3) Meningkatnya Taraf Ekonomi Masyarakat Di Luar Islam
Revolusi industri di Prancis dan Jerman, revolusi sosial dan budaya di Rusia, dan pesatnya teknologi industri di Inggris membuat bangsa-bangsa Barat semakin berdaya dan berjaya dalam segala bidang.Akibatnya yang terjadi adalah penjajahan dan penindasan terhadap bangsa yang lemah, termasuk bangsa dan negara-negara islam.
b. Faktor Internal
Secara internal, kemunduran umat islam pada masa pertengahan ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut:[5]
1) Umat Islam Meninggalkan Ajaran Agamanya
Banyak para penguasa muslim yang gemar berfoya-foya, hura-hura dengan menggunakan uang negara, sedangkan rakyat nya dilanda kelaparan, kemiskinan, dan kebodohan.
2) Umat Islam Lebih Mencintai Asketisme Dibanding Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Pada masa itu, umat islam sama sekali tidak tertarik mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi, apalagi mengkaji dan menelitinya. Mereka lebih suka hidup sederhana dengan aktivitas ritual yang rutin dan intens, yaitu aktivitas asketisme atau sufi.
3) Umat Islam Terpecah Belah
Sejak hancurnya kota Bagdad sebagai pusat pemerintah dinasti Abbasiyah, oleh pasukan Hulaghu Khan pada tahun 656 H/1258 M dan terbunuhnya khalifah Al-Mu’tashim sebagai khalifah terakhir dinasti itu pada tanggal 20 Muharam 656H/27 Januari 1258 M maka nasib umat islam menjadi tidak menetu. Dalam kondisi yang tidak menentu itulah, umat islam menjadi terpecah belah diberbagai wilayah. Daerah yang semula menjadi bagian otonom dari pemeritahan Dinasti Abbasiyah, kini menjadi bebas menyatakan diri merdeka dari kekuasaan dinasti islam itu
4) Banyak Terjadi Perang Saudara
Sepeninggal dinasti Abbasiyah, umat islam terpecah belah menjadi kerajaan-kerajaan kecil. Banyak dinasti-dinasti kecil yang berdiri dan berdaulat memimpin pemerintahan.Sepanjang sejarah islam pada abad pertengahan ini, ada berpuluh-puluh dinasti, bahkan mungkin mencapai ratusan dinasti islam muncul dan timbul tenggelam akibat perang saudara. Hanya ada beberapa dinasti yang dapat bertahan cukup lama, yaitu Dinasti Syafawi di Persia (Iran), Dinasti Turki usmani di Turki, dan Dinasti Mughal di India.
Adapun sebab kemunduran tersebut juga dalam abad pertengahan bisa juga dikarenakan oleh kemunduran dari tiga kerajaan besar Islam yang telah dijelaskan, yakni dari kerjaan Usmani diantaranya dikarenakan faktor heterogenitas penduduk, para penguasa lemah, ekonomi merosot, pemberontakan tentara Jenissari, dan stagnasi dalam bidang ilmu dan teknologi. Sementara dari kerajaan Syafawi sebab kemundurannya, yakni dekadensi moral, konflik berkepanjangan dengan kerajaan Utsmani, dan semangat juang yang menurun. Begitu juga dengan kerajaan Mughal yang mengalami kemunduran karena stagnasi dalam pembinaan kekuatan militer, kemerosotan moral, kehidupan yang asketis, dan pewaris pemimpin yang lemah.[6]
Ada beberapa alasan mengapa kemajuan yang dicapai pada masa ini tidak setingkat dengan kemajuan yang dicapai pada masa klasik, yakni:[7]
1) Metode berpikir dalam bidang teologi yang berkembang pada masa ini adalah metode berpikir tradisional.
2) Menurunnya kreatifitas intelektual Islam.
3) Asketisme yang melekat dalam kehidupan masyarakat.
4) Sarana pengembangan ilmu pengetahuan tidak memadai, bahkan lenyap setelah serangan dari bangsa Mongol.
C. Ibrah Dari Peristiwa Perkembangan Islam Pada Periode Pertengahan
Sebagai muslim, kita harus mempelajari sejarah perkembangan islam pada abad pertengahan, dan mengambil hikmah atas apa yang telah terjadi pada masa itu. Diantara ibrah yang dapat kita petik dari mempelajari sejarah islam pada abad pertengahan ialah sebagai berikut:[8]
a) Hendaknya Umat Islam Memiliki Semangat Juang Yang Tinggi
Agama islam sampai kepada kita sekarang ini, berkat kerja keras dan kegigihan para mujahid muslim pada masa lalu, baik pada masa kenabian maupun pada abad pertengahan.
b) Hendaknya Umat Islam Mencintai Ilmu Pengetahuan dan Menguasainya
Semangat mencintai ilmu telah dimiliki kaum oleh muslim abad pertengahan sejak mereka masih kecil sehingga ketika dewasa mereka mampu menguasai berbagai ilmu pengetahuan, baik ilmu-ilmu agama maupun ilmu-ilmu alam. Dengan demikian, semestinya kita dapat menjadikan kaum muslimin terdahulu sebagai suri tauladan dalam mencari ilmu.
c) Hendaknya Umat Islam Menjalin Persatuan dan Kesatuan
Kaum muslimin pada abad pertengahan, mereka selalu menjaga kebersamaan dan tali persaudaraan, baik antara sesama warga bangsa, sehingga mereka dapat membangun dan menggaliberbagai ilmu pengetahuan untuk kepentingan kemajuan bangsa. Semangat persatuan ini, juga harus dimiliki dalam kehidupan kita sekarang, agar bangsa kita menjadi utuh dan aman, yang pada gilirannya dapat melakukan berbagai aktivitas yang baik demi kemajuan bangsa dan negara.
d) Hendaknya Umat Islam Menjunjung Tinggi Etika dan Moralitas
Kaum muslimin pada abad pertengahan memiliki etika dan moralitas yang tinggi.Bagi mereka harga diri seseorang itu sangat tergantung pada seberapa mulia etika dan moralnya. Oleh sebab itu, hendaknya kita dapat meneladani perilaku menjunjung tinggi etika dan moral yang mereka lakukan.
e) Hendaknya Umat Islam Memiliki Kekuatan Politik, Ekonomi, Sosial Budaya dan Lainnya
Dakwah islam akan menjadi cepat dan kuat manakala umat islam memiliki kekuatan, baik kekuatan ekonomi, politik, budaya, maupun kekuatan lainnya. Oleh sebab itu, kaum muslimin harus senantiasa meningkatkan kemampuannya, mengasah otak dan pikirannya, mau bekerja keras dan mempunyai semangat juang yang tinggi, agar dapat meningkatkan kemampuan diri.
f) Pentingnya Umat Islam Membangun Budaya dan Peradabannya Sendiri
Hendaknya semangat membangun budaya dan peradaban islami tertanam dilubuk hati kita, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita dapat hidup sejajar dengan bangsa-bangsa lain tanpa kehilangan jati dirinya sebagai muslim dan sebagai bangsa Indonesia yang beradab dan berbudaya.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Abad pertengahan dalam sejarah Islam, ialah periode waktu yang berkisar antara tahun 1250 - 1800 M / 648 - 1198 H. Sepanjang periode ini, umat Islam mengalami pasang surut perkembangan, kemajuan dan kemunduran dalam berbagai kehidupan, baik kehidupan keagamaan, perekonomian, politik, seni budaya, maupun peradaban.
Namun demikian, pada abad ini telah berdiri tiga kerajaan islam besar yang patut di catat dalam sejarah perjuangan umat islam. Tiga kerajaan itu yakni :
a) Kerajaan Turki Utsmani (1680 - 1342 H / 1282 – 1924 M)
Berpusat di Turki,
b) Kerajaan Syafawi (1252 - 1736 M)
Berpusat di Persia (Iran)
c) Kerajaan Mughal (932 - 1274 H / 1526 - 1858 M)
Berpusat di India.
Pada masa tiga kerajaan itu, Islam mengalami perkembangan yang cukup berarti, terutama di bidang militer, ekonomi, ilmu pengetahuan, seni budaya, dan agama.Ada dua faktor yang membuat umat Islam mengalami kemunduran dan kevakuman dari berbagai bidang kehidupan. Kedua faktor itu ialah faktor eksternal dan internal.
DAFTAR PUSTAKA
Supriyadi, Dedi. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: CV Pustaka Setia.
Wahid, Ahmad. 2009. Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Aliyah.Bandung: CV Amico.
Yatim, Badri. 1993. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar