Sabtu, 30 Mei 2020

PENDEKATAN DAN MODEL PEMBELAJARAN YANG MENGAKTIFKAN SISWA

DisusununtukMemenuhiTugasIndividu
Mata Kuliah Model-Model Pembelajaran
DosenPengampu: Dr. H. Suklani, M. Pd

iaincrb









DisusunOleh:


Putri Dyah Nursani  : 14121110099



JurusanPAI-B/semester-IV
FakultasTarbiyah

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
TAHUN 2014


KATA PENGANTAR
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan hidayah, inayah dan rahmat-Nya, sehingga penyusunan karya ilmiah ini selesai dengan baik dan tepat waktu. Karena tanpa pertolongan-Nya penulis tidak akan mampu menyelesaikan karya ilmiah ini. Tidak lupa semoga tercurahkan selalu shalawat dan salam kepada manusia termulia yakni baginda Rasulullah Muhammad SAW yang berkat usaha kerja kerasnya kita dipersatukan dalam persaudaraan yang lurus lagi benar dan semoga kita selaku umatnya selalu dalam jalan-Nya dan mengikuti jalan Nabi SAW.
Dalam pembuatan makalah ini, penulis mengalami beberapa masalah dari mulai memahami judul materi sampai pembahasannya, tetapi akhirnya berkat bantuan berbagai pihak penulis mampu menyelesaikannya tepat waktu. Namun, tidak menutup kemungkinan karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna dan banyak kekurangan, baik dari penulisan, ejaan dan sebagainya. Oleh karenanya, penulis sangat mengharapkan dengan lapang dada, kritik dan saran yang bersifat membangun.
Akhirnya, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Dr. H. Suklani, M.Pd selaku dosenyang memberikan tugas dan bimbingannya, dengan harapan ini akan membantu penulis agar terbiasa dalam pembuatan karya ilmiah. Tidak lupa penulis ucapkan banyak terima kasih pula kepada seluruh pihak yang telah  memberikan bantuannya sehingga penulis mampu menyelesaikan karya ilmiah ini dengan baik.
والسلام عليكم ورحمة الله وبر كاته
Cirebon,   Mei 2014

Tim Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................     i       
DAFTAR ISI...............................................................................................    ii
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................    1
A.  Latar Belakang Masalah.................................................................    1     
B.   Rumusan masalah............................................................................    1         
C.   Tujuan Penulisan.............................................................................    2
BAB III PEMBAHASAN..........................................................................    3
A.    Pengertian Pendekatan...................................................................    3
B.  Pengertian Model Pembelajaran yang Mengaktifkan Siswa...........    3
C.  Jenis-Jenis Pendekatan Pembelajaran.............................................    5
D.  Mengaktifkan Siswa Melalui pendekatan.......................................    6
BAB IV PENUTUP....................................................................................    9
Kesimpulan.....................................................................................    9
DAFTAR PUSTAKA................................................................................    10










BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Pembelajaran yang membantu untuk dalam pendidikan yang menjadi bermutu dan bermanfaat. Ibarat menu makanan, suatu jenis makanan yang dimasak oleh koki yang berbeda , akan menghasilkan rasa yang berbeda. Demikian juga dengan pembelajaran. Satu materi pembelajaran jika diajarkan oleh guru yang berbeda akan dirasakan oleh siswa dengan rasa yang berbeda pula. Jika siswa ditanya, kenapa menyukai guru A, dapat ditebak bahwa jawabannya akan berkisar pada cara mengajarnya yang menarik.
Oleh sebab itu, guru tidak cukup hanya menguasai ilmu-ilmu yang akan diajarkan, berkepribadian mulia, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk menciptakan kondisi kegiatan belajar dan mengajar itu secara efektif dan efisien. Itu artinya seorang pendidik harus menguasai secara teoritis dan praktis tentang strategi pendekatan dan, model pembelajaran yang mengaktifkan siswa dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran.
B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, dapat diambil rumusan masalahnya sebagai berikut :
1.    Apa pengertian pendekatan ?
2.    Apa pengertian metode pembelajaran yang mengaktifkan siswa ?
3.    Apa saja jenis-jenis pendekatan pembelajaran ?
4.    Apa saja mengaktifkan siswa melalui pendekatan ?

C.      Tujuan
Adapun tujuannya adalah :
1.      Memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang, jenis-jenis pendekatan pembelajaran, mengaktifkan siswa melalui pendekatan.
2.      Mengetahui tentang arti pentingnya pendekatan, metode pembelajaran yang mengaktifkan siswa.

BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Pendekatan
Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Istilah pendekatan merujuk kepada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Roy Kellen (1998) mencatat bahwa terhadap dua pendekatan dalam pembelajaran, yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centered approaches) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centered approaches).Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction), pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori.Sedangkan, pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran inkuiri dan discoveri serta pembelajaran induktif.[1]
Pendekatan dapat diartikan sebagai titi tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Istilah pendekatan merujuk kepada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Berdasarkan kajian terhadap pendapat ini, maka pendekatan merupakan langkah awal pembentukan suatu ide dalam memandang suatu masalah atau objek kajian. Pendekatan ini akan menentukan arah pelaksanaan ide tersebut untuk menggambarkan perlakuan yang diterapkan terhadap masalah atau objek kajian yang akan ditangani.[2]



B.       Pengertian Model pembelajaran Yang Mengaktifkan Siswa
Model-model pembelajaran yang mengaktifkan Siswa biasanya disusun berdasarkan berbagai prinsip atau teori belajar. Para ahli menyusun model pembelajaran berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran, teori-teori psikologis, sosiologis, analisis sistem, atau teori-teori lain yang mendukung (Joyce & Weil, 1980). Joyce & Weil mempelajari model-model pembelajaran berdasarkan teori pembelajaran yang dikelompokan menjadi empat model pembelajaran yaitu :
1)        Model interaksi social, dalam model ini siswa dituntut untuk aktif berinteraksi dengan lingkungan belajarnya.
2)        Model pemprosesan informasi informasi, yaitu menuntut siswa  untuk aktif  dalam memilih dan mengembangkan materi yang akan dipelajarinya.
3)        Model personal, yaitu menuntut siswa untuk mampu mengeksplorasi, mengelaborasi, dan mengaktualisasikan kemampuannya dalam kegiatan pembelajarnya.
4)        Model modifikasi dalam tingkah laku, yaitu siswa harus mampu mengembangkan kemampuannya melalui tugas-tugas belajar, pembentukan perilaku aktif dan memanipulasi lingkungan untuk kepentingan belajar.
Model tersebut merupakan pola umum perilaku pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Joyce & Weil(1980) berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum atau rencana pembelajaran jangka panjang, merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pelajaran di kelas atau yang lain. Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan, artinya para guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efesien untuk mencapai tujuan pembelajarannya.[3]
Standar proses satuan pendidikan mengarahkan kepada guru untuk menerapkan pembelajaran yang mengaktifkan siswa. Pentingnya penerapan pembelajaran tersebut merupakan suatu hal yang mutlak untuk dilakukan agar pembelajaran dapat diselenggarakan secara optimal sebagai usaha sadar, usaha terencana, usaha untuk menciptakan suasana dan proses keaktifan, dan usaha untuk memberdayakan potensi siswa yang berkarakteristik-holstik. Selain, itu pembelajaran tersebut dapat menghindarkan pembelajaran yang mengarah pada apayang disebut sebagai “teaching to the test” atau mengajar yang diarahkan hanya untuk menghadapi soal-soal ujian. Untuk itulah pentingnya pembelajaran yang mengaktifkan siswa patut diterapkan sepenuhnya oleh guru dalam kegiatan pembelajaran.
Penerapan pembelajaran yang mengektifkan siswa dapat dilakukan melalui pengembangan berbagai keterampilan belajar esensial secara eklektif yang antara lain sebagai berikut : a. berkomunikasi lisan dan tertulis secara efektif, b.   berpikir logis, kritis dan kreatif, c. rasa ingin tahu, d. penguasaan teknologi dan informasi, e. pengembangan personal dan sosial, f. belajar mandiri. Lima keterampilan belajar tersebut memiliki intersepsi melalui keterkaitan antar dimensi yang berisi pengetahuan, sikap dan keterampilan yang sangat penting untuk terjadinya peristiwa pembelajaran yang sarat nilai dan mengembangkan potensi siswa melalui berbagai aktivitas belajar di sekolah.

C.      Jenis-Jenis Pendekatan Belajar
Variabel utama dalam kegiatan pembelajaran adalah guru dan siswa. Menurut Killen, Roy dalam bukunya yang berjudul Effective Teaching Strategies (1998) mengemukakan bahwa ada dua pendekatan dalam kegiatan pembelajarannya yaitu :
1)   Pendekatan Pembelajaran Berorientasi pada Guru (Teacher centered Approaches)
Pendekatan pembelajaran berorientasi pada guru yaitu pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai objek dalam belajar dan kegiatan belajar bersifat kelasik.Dalam pendekatan ini guru menempatkan diri sebagai satu-satunya sumber belajar.
Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru memiliki ciri manajemen dan pengelolaan pembelajaran ditentukan sepenuhnya oleh guru.Peran siswa sebagai pendekatan ini hanya melakukan aktivitas sesuai dengan minat dan keinginannya.
2)   Pendekatan Pembelajaran Berorientasi pada Siswa (Student Centred Approaches)
Pendekatan pembelajaran berorientasi pada siswa adalah pendekatan pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subjek belajar dan kegiatan belajar bersifat modern.Pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada siswa, manajemen, dan pengelolaannya ditentukan oleh siswa. Pada pendekatan ini siswa memiliki kesempatan yang terbuka untuk melakukan kreativitas dan pengembangan potensinya melalui aktivitas secara langsung sesuai  dengan minat dan keinginannya.[4]

D.      Mengaktifkan Siswa Melalui Pendekatan
Silberman (1996) dalam bukunya yang berjudul Active Learning mengemukakan banyak cara yang biasa membuat siswa belajar secara aktif yang disebutnya dengan perlengkapan belajar aktif. Perlengkapan belajar aktif yang dimaksud yaitu : tata letak ruangan kelas, metode mengaktifkan siswa, kemitraan belajar, melakukan analisis terhadap kebutuhan siswa, membangkitkan minat siswa, pemahaman dan melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran, membentuk kelompok belajar, pemilihan tugas dan strategi yang tepat, memfasilitasi dalam diskusi, kegiatan eksperimen, bermain peran, penghematan waktu, dan pengendalian aktivitas siswa yang berlebihan.
Cara pelaksanaan hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai metode, strategi, pendekatan, dan model pembelajaran yang dapat menjadikan siswa aktif dalam belajar. Di antaranya adalah :
a.         Strategi pembentukan tim, misalnya bertukar tempat, resume kelompok, pencarian teman sekelas, prediksi, iklan televisi, teman yang kita miliki, saling mengenal, benteng pertahanan, mengakrabkan kembali, hembusan angin kencang, menyusun aturan dasar kelas.
b.         Starategi penilaian sederhana, yaitu pertanyaan penilaian, pertanyaan yang dimiliki siswa, penilaian instan, sampel perwakilan, persoalan pelajaran, dan pertanyaan kuis.
c.         Strategi pelibatan belajar langsung, yaitu berbagai pengetahuan secara aktif, merotasi pertukaran kelompok, tiga orang, kembali ke tempat semula, menyemarakkan suasana belajar, bertukar pendapat, benar atau salah, bertanggung jawab terhadap mata pelajaran, membantu siswa secara aktif.
d.        Belajar dalam satu kelas penuh, yaitu member pertanyaan, pembentukan tim, membuat catatan ikhtisar, pengajaran sinergis, pengajaran terarah, menemui pembicara tamu, mempraktikkan materi yang diajarkan, membagi kelompok, memerankan pahlawan.
e.         Menstimulasi diskusi kelas, yaitu dabat aktif, rapat dewan, keputusan terbuka tiga tahap, memperbanyak anggota diskusi panel, argument dan argument tandingan, membaca keras-keras, pengadilan oleh majelis hakim.
f.          Pengajuan pertanyaan yaitu belajar berawal dari pertanyaan, pertanyaan yang disiapkan, pertanyaan pembalikan peran.
g.         Belajar bersama, yaitu pencarian informasi, kelompok belajar, pemilihan kartu, turnamen belajar, kekuatan dua orang, kuis tim.
h.         Pengajaran sesame siswa, yaitu pertukaran kelompok dengan kelompok, belajar ala permainan jigsaw, siswa berperan menjadi guru, pemberian pelajaran antar siswa, studi kasus buatan siswa, pemberitaan poster.[5]
i.           Belajar secara mandiri, yaitu imajinasi, menulis disini dan saat ini, peta pikiran, belajar sekaligus bertindak, jurnal belajar, kontrak belajar, belajar modul, belajar paket.
j.           Belajar yang efektif, yaitu mengetahui yang sebenarnya, pemeringkatan pada papan pengumuman, apa ?lantas apa ? dan sekarang bagaimana ?
k.         Pengembangan keterampilan, yaitu formasi regu tembak, pengamatan dan pemberian masukan secara aktif, pemeranan lakon yang tidak membuat gerogi siswa, pemeranan lakon oleh tiga orang siswa, menggilir peran, memperagakan caranya, pemeragaan tanpa bicara, pasangan dalam praktik pengulangan, pemberian peran, lempar bola, kelompok penasihat.
l.           Penerapan model pembelajaran kooperatif (STAD, Jigsaw, invesigasi kelompok, membuat pasangan, TGT, dan model struktural).
m.       Penerapan pembelajaran berbasis masalah, melalui orientasi siswa pada masalah, mengorganisasikan siswa untuk belajar, mengembagkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
n.         Penerapan pembelajaran kontekstual, yaitu melalui mengembangkan pemikiran siswa untuk melakukan kegiatan belajar bermakna, kegiatan inkuiri, mengembangkan sikap ingin tahu, menciptakan masyarakat belajar, menghadirkan model sebagai contoh pembelajaran, membiasakan anak melakukan refleksi dari sebuah kegiatan pembelajaran, dan melakukan penilaian secara objektif.
o.         Penerapan pembelajaran berbasis komputer, meliputi penggunaan model drills and practice untuk latihan soal, tutorial, simulasi dan games instruction.
p.         Penerapan pembelajaran PAIKEM, PAIKEM yaitu pembelajaran yang menuntut partisipasi siswa, aktivitas siswa, inovatif siswa, kreativitas siswa, evektivitas siswa, dan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan multimedia, multisumber, multistrategi, multimetode, dan multimodel sehingga dapat menyentuh interest siswa baik yang auditif, visual maupun kinestetik.
q.         Penerapan model pembelajaran kolaboratif merupakan salah satu model student-centered learning. Pada model ini peserta belajar, dituntut untuk berperan secara aktif dalam bentuk belajar bersama atau berkelompok. Pada esensinya model pembelajaran kolaboratif dapat diterapkan dalam berbagai mata pelajaran yang bertujuan membentuk kemampuan interpersonal siswa untuk belajar secara berkelompok atau sesi pembelajaran  yang membutuhkan belajar bersama atau berkelompok yang tidak dapat diselesaikan secara individual.[6]




BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Istilah pendekatan merujuk kepada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum.Model-model pembelajaran yang mengaktifkan Siswa biasanya disusun berdasarkan berbagai prinsip atau teori belajar.Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan, artinya para guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efesien untuk mencapai tujuan pembelajarannya.Pendekatan pembelajaran berorientasi pada guru yaitu pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai objek dalam belajar dan kegiatan belajar bersifat kelasik.Dalam pendekatan ini guru menempatkan diri sebagai satu-satunya sumber belajar.
Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru memiliki ciri manajemen dan pengelolaan pembelajaran ditentukan sepenuhnya oleh guru.Peran siswa sebagai pendekatan ini hanya melakukan aktivitas sesuai dengan minat dan keinginannya.











DAFTAR PUSTAKA

Rusman. 2012. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru edisi 2. Cet. 5.Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Wina Sanjaya. 2008. Strategi pembelajaran : Berorientasi Standar Proses
Pendidikan.Jakarta : Kencana Prenada Media Group, hal. 127.




[1]Rusman, 2012, Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru edisi 2, Cet.
  5, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, hal. 380.
[2] Wina Sanjaya, 2008, Strategi pembelajaran : Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta : 
  Kencana Prenada Media Group, hal. 127.
[3] Rusman, 2012, Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru edisi 2, Cet.
  5, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, hal. 380-381.
[4]Rusman, Op Cit, hal. 381-382.
[5]Rusman, Op Cit, hal. 399-400.
[6]Rusman, Op Cit, hal. 400- 401.

Tidak ada komentar:

RESEP OSENG KANGKUNG

Bahan-bahan: * Seikat Kangkung  * 3 cabe merah besar * Cabe rawit sesuai selera. * 1 Lengkung  * 3 Siung Bawang Merah.  * 1 Siung Bawang Put...