Sabtu, 30 Mei 2020

MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO DAN VIDEO


BAB I
PENDAHULUAN
    A.   Latar Belakang
Peran media dalam bentuk komunikasi pembelajaran memang sangat penting dan dibutuhkan. Hal ini disebabkan karena dengan media dalam pembelajaran dapat meningkatkan tingkat kefektifan pencapaian tujuan/kompetensi. Bukan hanya itu penggunaan media pembelajaran akan memberikan rangsangan dalam gairah belajar. Melalui media tersebut komunikasi antara penerima dengan sumber pesan tersebut akan terjadi. Baik buruknya sebuah komunikasi ditunjang oleh penggunaan media dalam komunikasi tersebut.
Media pembelajaran merupakan suatu wadah yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau materi dalam proses pembelajaran. Pada awal sejarah pembelajaran, media hanyalah merupakan alat bantu yang dipergunakan oleh seorang guru untuk menerangkan pelajaran. Alat bantu yang mula-mula dipergunakan adalah alat bantu visual. Kemudian dengan berkembangnya teknologi media yang dipergunakanpun semakin mengalami kemajuan. Sehingga ketersediaan informasi pun semakin banyak dan bervariasi.
Dalam klasifikasi media pembelajaran, terdapat macam-macam media yang dapat dipergunakan dalam pembelajaran. Contoh dari kelompok media pembelajaran tersebut yaitu media dengan bahan cetak, grafis atau gambar, media proyeksi diam, media audio, media video, dan sebagainya. Namun, pada kesempatan ini penulis akan memaparkan hanya sebagian dari klasifikasi media pembelajaran, yaitu mengenai media audio dan media video. Dengan adanya pembahasan ini, diharapkan kita akan mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai klasifikasi media pembelajaran.



B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, penulis merumuskan permasalahan yang akan di bahas yaitu:
1.      Seperti apa media pembelajaran audio?
2.      Seperti apa media pembelajaran video?

C.    Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan karya ilmiah ini yaitu:
1.      Untuk mengetahui klasifikasi media pembelajaran mengenai media audio, dan
2.      Untuk mengetahui klasifikasi media pembelajaran mengenai media video.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Media Audio
Media audio adalah media yang penyampaian pesannya hanya dapat diterima oleh indera pendengaran. Pesan atau informasi yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif yang berupa kata-kata, music, dan sound effect.[1]
Media audio merupakan media yang sangat fleksibel, relative murah, praktis dan ringkas serta mudah dibawah atau (portable). Media audio sangat efektif digunakan dalam beberapa bidang studi, seperti bahasa, drama, dan seni musik. Penggunaan media audio menurut Hackbarth untuk pelajaran bahasa uumnya di fokuskan pada dua bahasan utama yaitu pengucapan (pronounciation) dan structure drill.
Pemanfaatan lain media ini adalah pada bidang stu dikomunikasi dan jurnalistik. Pengajar pada bidang stu ditersebut dapat menggunakan media audio untuk memberikan contoh mengenai bagaimana memberikan reporta seatau pidato yang baik dan materi-materi lain yang sesuai dan tepat untuk direkam dan dipresentasikan melalui kaset audio.
Menurut Rowntree (1994) format penyajian audio kaset, secara garis besar dibedakan dalam tiga bentuk penyajian :
1)      Hanyamendengar,
2)      Mendengardanmelihat,
3)      Mendengar, melihat, danmelakukan.[2]

Jenis media audio ini diantaranya:
1.      Media Radio
Radio adalah media audio yang penyampaian pesannya dilakukan melalui pancaran gelombang elektromagnetik dari suatu pemancar. Pemberi pesan (penyiar) secara langsung dapat mengkomunikasikan pesan atau informasi melalui suatu alat (microfon) yang kemudian diolah dan dipancarkan ke segenap penjuru melalui gelombang elektromagnetik dan penerima pesan (pendengar) menerima pesan atau informasi tersebutdari pesawat radio.
Kelebihan dari media radio ini adalah :
a.       Memiliki variasi program yang cukup banyak
b.      Baik untuk mengembangkan imajinasi siswa
c.       Cocok digunakan untuk pengajaran bahasa
d.      Jangkauannya luas, sehingga dapat didengarkan oleh massa yang banyak
e.       Harga relatif murah.

Adapun kelemahan dari media radio yaitu:
a.       Sifat komunkasinya hanya satu arah.
b.      Jika siarannya monoton akan lebih cepat membosankan siswa untuk mendengarkannya.
c.       Program siarannya selintas, sehingga tidak bisa diulang-ulang dan disesuaikan dengan kemampuan belajar  siswa secara individual.

2.      Media Alat Perekam Pita Magnetik
Alat perekam pita magnetik atau kaset tape recorder adalah media yang menyajikan pesannya melalui proses perekaman kaset audio.
Kelebihan dari media ini adalah :
a.       Pita rekaman dapat diputar berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan siswa.
b.      Rekaman dapat dihapus dan digunakan kembali.
c.       Mengembangkan daya imajinasi siswa.
d.      Sangat efektif untuk pembelajaran bahasa.
e.       Penggandaan programnya sangat mudah.




Kelemahan dari media alat perekam pita magnetik yaitu:
a.       Daya jangkauannya terbatas
b.      Biaya penggandaan alatnya relatif mahal dibanding radio.[3]

3.      Rekaman Audio Tipe
Rekamancara ekonomis untuk menyiapkan isis pelajaran atau jenis informasi tertentu. Rekaman dapat disiapkan untuk sekelompok siswa, dan sekarang ini sudah bias rekaman disiapkan untuk penggunaan perorangan.
Keuntungan menggunakan media rekam audio tape dalam pembelajaran adalah sebagai berikut.
a.       Radio tape telah menjadi peralatan yang sangat lumrah dalam rumah tangga, sekolah, mobil, bahkan kantongan (walkman). Radio tape harganya cenderung terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat sehingga ketersediaannya dapat diandalkan.
b.      Rekaman dapat digandakan untuk keperluan perorangan sehingga pesan dan isi pelajaran dapat berada di beberapa tempat pada waktu yang bersamaan.
c.       Merekan peristiwa atau isi pelajaran untuk digunakan kemudian atau merekam pekerjaan siswa sendiri dapat dilakukan dengan medio audio.
d.      Rekaman memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendengarkan diri sendiri sebagai alat diagnosis, guna membantu meningkatkan keterampilan mengucapkan, membaca, mengkaji atau berpidato.
e.       Pengoperasian radio tape/tape recorder relative murah.



Sedangkan keterbatasan dalam menggunakan media rekaman audio tape dalam pembelajaran adalah sebagai berikut.
a.       Dalam suatu rekaman, sulit menentukan lokasi suatu pesan atau informai. Jika pesan atau informasi itu berada ditengah-tengah kita, aka akan memakan waktu lama ntuk menentukannya, apalagi radio tape tidak memiliki angka-angka penuntun putaran pitanya
b.      Kecepatan rekaman dan penganturan track yang bermacammacam, dapat menimbulkan kesulitan untuk memainkan kembali rekaman yang direkam pada suatu mesin perekam yang berbeda dengannya.

4.      Laboratorium Bahasa
Laboratoriumbahasaadalah alat untuk melatih siswa mendengar dan berbicara dalam bahasa asing dengan cara menyajikan materi pelajaran. Dalam laboraturium bahasa, setiap siswa duduk sendiri-sediri (indifidual) didalam kotak bilik akustik.[4]

B.     Media Video
Media video yaitu media yang menyajikan informasi dalam bentuk suara dan visual.Pemanfaatan media video dalam proses pembelajaran di ruang kelas sudah merupakanhal yang biasa. Sebagai media audiovisual dengan memiliki unsure gerakan dan suara, video dapat digunakan sebagai alat bantu mengajar pada berbagai bidang studi.
Sebagai contoh penggunaan media video yaitu dalam studi yang mempelajari keterampilan motoric. Media video membantu pengajar untuk menjelaskan gerakan atau prosedur tertentu dengan lebih rinci. Hal ini disebabkan karena media video dilengkapi dengan kemampuan untuk menyajikan gerakan lambat (slow motion). Selain itu kemampuan video untuk mengabadikan kejadian-kejadian factual dalam bentuk program documenter bermanfaat untuk membantu pengajar dalam mengetengahka fakta.

Salah satubentuk media video yaitufilm atau gambar yang merupakan kumpulan gambar-gambar dalam frame. Dalam media ini, setiap frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar itu hidup. Film bergerak dengan cepat dan bergantian sehingga memberikan visualisasi yang kontinu. Sama halnya dengan film, video dapat menggambarkan suatu objek yang bergerak bersama-sama dengan suara alamiah atau suara yang sesuai. Film dan video dapat menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit, mengajarkan keterampilan, menyingkat atau memperpanjang waktu, dan mempengaruhi sikap.
Keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan media film dan video sebagai media belajar adalah sebagai berikut.
1.      Film dan video dapat melengkapi pengalaman-pengalaman dasar dari siswa ketika membaca, berdiskusi, praktik, dan lain-lain. Film merupakan pengganti alam sekitar, dan bahkan dapat menunjukan objek secara normal yang tidak dapat dilihat, seperti cara kerja jantung ketika berdenyut.
2.      Film dan video dapat menggambarkan suatu proses secara tepat dan dapat disaksikan secara berulang jika diperlukan. Misalnya, langkah-langkah dan cara yang benar dalam berenang.
3.      Disamping mendorong dan meningkatkan motivasi, film dan video menanamkan sikap dan segi-segi afektif lainnya. Misalnya, film kesehatan yang menyajikan proses berjangkitnya penyakit diare atau eltor, dapat membuat siswa sadar terhadap pentingnya keberhasilan makanan dan lingkungan.
4.      Film dan video yang mengandung nilai-nilai positif dapat mengundang pemikiran dan pembahas kelompok siswa. Bahkan, film dan video, seperti slogan yang sering didengar, dapat membawa dunia kedalam kelas.
5.      Film dan video dapat menyajikan peristiwa kepada kelompok besar atau kelompok kecil, kelompok yang heterogen maupun perorangan.
6.      Dengan kemampuan dan teknik pengambilan gambar frame demi frame. Film yang dlam kecepatan normal memakan waktu satu minggu dapat ditampilkan dalam satu atau dua menit. Misalnya, bagaimana kejadian mekarnya kembang, mulai dari lahirnya kuncup bunga hingga kuncup itu mekar.
Sedangkan keterbatasan dalam menggunakan media film dan video sebagai media belajar adalah sebagai berikut.
1.      Pengadaan film dan video umumnya memerlukan biaya mahal dan waktu yang banyak
2.      Pada saat film ditunjukan, gambar-gambar bergerak terus sehingga tidak semua siswa mampu mengikuti informasi yang ingin disampaikan melalui film tersebut
3.      Film dan video yang tersedia tidak selalu sesuai dengan kebutuhan dan tujuan beajar yang diinginkan, kecuali film dan video itu dirancang dan diproduksi khusus untuk kebutuhan sendiri. [5]
Film merupakan media yang amat besar kemmpuannya dalam membantu proses belajar mengajar.
Film gelang adalah jenis media yang terdiri atas film berukuran 8 mm yang ujungnya saling bersambungan sehingga film ini akan terus menerus mengulang jika tidak dihentikan.
Televisia dalah system elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel atau ruang. Sistem ini menggunakan peralatan yang mengubah cahaya dan suara kedalam gelombang elektrikaan mengkonversinya kembali ke dalam cahaya yang dapat dilihat dan suara yang dapat didengar.
Televisi pendidikan adalah penggunaan program video yang direncanakan untuk mencapai tujuan pembelajran tertentu tanpa melihat siapa yang menyiarkannya. Televisi pendidikan tidak sekedar menghibur, tetapi juga yang lebih penting adalah mendidik. Oleh karena itu, televise memiliki ciri-ciri teren diri, antara lain:
a.       Dituntun oleh guru – seorang guru atau guru menuntun siswa melalui pangalaman-pengalaman visual,
b.      Sistematis – siaran berkaitan dengan matapelajaran silabus dengan tujuan dan pengalaman belajar yang terencana,
c.       Teratur dan berurutan – siaran dilakukan dengan selang waktu yang berurutan dimana siaran dibangun atau mendasari siaran lainnya,
d.      Terpadu – siaran berkaitan dengan pengalaman belajar lainnya seperti latihan membaca, diskusi, laboratorium, percobaan, menulis dan pemecahan masalah.
Meskipun televise memiliki berbagai kelebihan dalam menyampaikan pesan dan materi pelajaran televise juga mempunyai keuntungan dan keemahan seperti berikut.

Keuntungan :
a)      Televisi dapat memancarkan berbagai jenis bahan audio visual,termasuk gambar diam, film, objek, spesimen, dan drama.
b)      Televisi bias menyajikan model dan contoh-contoh yang baik bagi siswa.
c)      Televisi dapat membawdunia nyata kerumah dan kekelas-kelas, seperti orang, tempat-tempat, dan peristiwa-peristiwa, melalui penyiaran langsug atau rekaman.
d)     Televisi dapat memberikan kepada siswa peluang untuk melihat dan mendengar diri sendiri.
e)      Televisi dapat menyajikan program-program yang dapatdifahamiolehsiswa dengan usia dan tingkatpendidikan yang berbeda-beda.
f)       Televisidapatmenyajikan visual dansuara yang amatsulitdiperolehpadadunianyata, isalnyaekspreiwajah, dental operation, dan lain-lain.
g)      Televisidapatmenghematwaku guru dansiswa.

Kelemahan :
a)      Televisihanyamampumenyajikankomunikasisearah.
b)      Televisi saat disiarkan akan berjalan terus dan tidak ada kesempatan untuk memahami pesan-pesannya sesuai dengan kemampuan individual siswa.
c)      Guru tidak memiliki kesempatan untuk merevisi film sebelum disiarkan.
d)     Layar pesawat televise tidak mampu menjangkau kelas besar sehingga sulit bagi semua siswa untuk melihat secara rinci gambar yang disiarkan.
e)      Kekhawatiran muncul bahwa siswa tidak memiliki hubungan pribadi dengan  guru dan siswa bias jadi bersikap pasif selama penayangan.[6]



BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
Media audio adalah media yang penyampaian pesannya hanya dapat diterima oleh indera pendengaran. Pesan atau informasi yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif yang berupa kata-kata, music, dan sound effect. Contohdari media audio yaitu radio, alatperekam pita magnetic, rekaman audio tape, danlaboratoriumbahasa. Media audio merupakan media yang sangatfleksibel, relative murah, praktis dan ringkas serta mudah dibawah atau (portable). Media audio sangat efektif digunakan dalam beberapa bidang studi, seperti bahasa, drama, dansenimusik. Penggunaan media audio menurut Hackbarthuntuk  pelajaran bahasa umumnya di fokuskan pada dua bahasan utamayaitu pengucapan (pronounciation) dan structure drill.
Media video yaitu media yang menyajikan informasi dalam bentuk suara dan visual. Unsur suara yang ditampilkan berupa narasi, dialog, sound effect, dan music. Sedangkan unsur visual yaitu berupa gambar/ fotodia, gambar bergerak, anai dan teks. Contohpenggunaan media video yaitu dalam studi yang mempelajari keterampilan motoric. Media video membantu pengajar untuk menjelaskan gerakan atau prosedur tertentu dengan lebih rinci. Hal ini disebabkan karena media video dilengkapi dengan kemampuan untuk menyajikan gerakan lambat (slow motion). Selain itu kemampuan video untuk mengabadikan kejadian-kejadian factual dalam bentuk program documenter bermanfaat untuk membantu pengajar dalam mengetengahkafakta.

B.     Saran
Dalam pembuatan makalah ini kami selaku penyusun menyadari masih banyak kekurangan bahkan kekeliruan dalam menuangkan ide, gagasan atau fakta. Oleh karena itu kami mohon kritik dan sarannya dari para pembaca demi tercapainya tujuan yang diharapakan.


[1]Rudi SusilanadanCepiRiyana, 2009, Media Pembelajaran, (Bandung: Wacana Prima) hal.19.
[2]Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo, 2010, TeknologiKomunikasidanInformasiPembelajaran, (Jakarta: BumiAksara), hal. 134.
[3]Rudi SusilanadanCepiRiyana, Op.Cit. hal. 19-20.
[4]CecepKustandidanBambang Sutjipto,2011, Media Pembelajaran,(Bogor: Ghalia Indonesia) hal. 58-60.
[5]CecepKustandidanBambangSutjipto, Op, Cit hal.64-65
[6]CecepKustandidanBambangSutjipto, Op, Cit hal.65-66

Tidak ada komentar:

RESEP OSENG KANGKUNG

Bahan-bahan: * Seikat Kangkung  * 3 cabe merah besar * Cabe rawit sesuai selera. * 1 Lengkung  * 3 Siung Bawang Merah.  * 1 Siung Bawang Put...