Selasa, 19 Mei 2020

KEDUDUKAN EVALUASI DALAM SISTEM EVALUASI PEMBELAJARAN


                                    BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang masalah
Evaluasi pengajaran merupakan suatu proses yang dilakukan secara sistematis yang sudah direncanakan untuk memperoleh data sejauh mana tujuan-tujuan pengajaran tercapai. Dalam pendidikan, evaluasi  (penilaian) bukan lah suatu hal yang asing lagi bagi kita. Dengan evaluasi, seorang pengajar dapat melihat kemampuan setiap peserta didik dan juga dapat dijadikan tolak ukur bagi pendidik sejauh mana pendidik mampu menyampaikan dan menjelaskan materi atau teori kepada peserta didiknya.
Adapun kegunaan manajemen dalam evaluasi pengajaran ialah untuk mengelola dan mengatur proses penilaian agar dari kegiatan evaluasi ini  mendapatkan informasi yang objektif. Dengan demikian, dalam makalah ini penulis sedikit memaparkan beberapa definisi yang masih ada kaitannya dengan evaluasi. Sehingga dengan kita mempelajari dan memahaminya dimaksudkan dapat lebih membuka wawasan kita tentang evaluasi pengajaran sebelum dikemudian hari kita mengajar.

B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, dapat di klasifikasikan rumusan masalah sebagai berikut.
  1. Apa pengertian Evaluasi?
  2. Apa pengertian Manajemen?
  3. Apa yang dimaksud dengan System Evaluasi?





C.    Tujuan pembahasan
Dari rumusan masalah di atas dapat diambil tujuan pembahasan sebagai berikut.
1.      Untuk mengetahui pengertian Evaluasi,
2.      Untuk mengetahui pengertian Manajemen, dan
3.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Sistem Evaluasi.





BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Evaluasi dalam Pembelajaran
Dalam arti luas, evaluasi adalah suatu proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatifa iternatif keputusan (Mehrens & Lehmann, 1978:5). Sesuai dengan pengertian tersebut maka setiap kegiatan evaluasi atau penilaian merupakan suatu proses yang sengaja direncanakan untuk memperoleh informasi atau data; berdasarakan data tersebut kemudian dicoba membuat suatu keputusan. Sudah barang tentu informasi atau data yang dikumpulkan itu haruslah data yang sesuai dan mendukung tujuan evaluasi yang direncanakan.
Sebagai contoh, seorang pemuda berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal mengenai diri pacarnya. Ia menanyakan pendidikan pacarnya, keadaan dan kehidupan kealuarganya, pekerjaan orang tuanya, dan sebagainya, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Adapun data yang menyangkut pribadi dan sifat pacarnya diteliti melalui pergaulan sehari-hari di antara mereka berdua. Semua ini dilakukan karena pemuda tersebut ingin mengambil suatu keputusan, apakah pacarnya itu merupakan idola yang cocok dengan dirinya untuk segera di jadikan “teman hidupnya” atau tidak. Apa yang telah dilakukan pemuda tersebut adalah salah satu contoh dari kegiatan evaluasi. Contoh lain banyak terdapat di dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan dapat dikatakan bahwa hampir seluruh kegiatan di dalam kehidupan kita adalah melakukan kegiatan evaluasi, baik secara disengaja ataupun tidak.
Dalam hubungan dengan kegiatan pengajaran. Norman E. Gronlund (1976) merumuskan pengertian evaluasi sebagai berikut: “Evaluation… a systematic process of determining the extent to which instructional objectives are achieved pupils”. (Evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa).
Dengan kata-kata yang berbeda, tetapi mengandung pengertian yang hampir sama, Wrightstone dan kawan-kawan (1956: 16) mengernukakan rumusan evaluasi pendidikan sebagai berikut: “Educational evaluation is the estimation of  i’owih and progress of pupils toward objectives or values in the curriculum.” (pendidikan ialah penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa ke arah tujuan-tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan di dalam kurikulum.)[1]
Dewasa ini, orang-orang lebih cenderung mengartikan evaluasi sebagai suatu pengertian yang sama dengan pengukuran dan penilaian, sehingga dalam memakianya hanya tergantung dari kata mana yang sedang siap untuk di ucapkannya. Akan tetapi orang lain, membedakan tiga istilah tersebut. Adapun perbedaannya yaitu:
1.      Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. Pengukuran bersifat kuantitatif.
2.      Menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. Penilaian bersifat kuantitatif.
3.      Evaluasi meliputi kedua langkah di atas, yakni mengukur dan menilai
Dalam istilah pengukuran adalah measurement, sedangkan penilaian adalah evaluation. Dari kata evaluation inilah diperoleh kata Indonesia evaluasi yang berarti menilai (tetapi dilakukan dengan mengukur terlebih dahulu).  [2]

B.     Pengertian Manajemen
Manajemen berasal dari kata to manage yang berarti mengelola. Pengelolaan dilakukan melalui proses dan dikelola berdasarkan urutan dan fungsi-fungsi manajemen itu sendiri. Manajemen adalah melakukan pengelolaan sumber daya yang dimiliki oleh lembaga atau organisasi yang diantaranya adalah manusia, uang, metode,  material, mesin dan pemasaran yang dilakukan dengan sistematis dalam suatu proses.[3]
Adapun beberapa definisi manejemen menurut para ahli adalah:
1.      Menurut para pakar pendidikan seperti Sergiovani, Burlingame, Coombs dan Thurston (1987) mendefinisikan manajemen sebagai process of working with and through others to accomplish organizational goals effecienctly, yaitu proses kerja yang melalui (mendayagunakan) orang alain untuk mencapai tujuan organisasi secara efesien. [4]
2.      Gorton, menyatakan bahwa manajemen merupakan metode yang digunakan administrator untuk melakukan tugas-tugas tertentu atau mencapai tujuan tertentu. [5]
3.      Menurut Kathryn . M. Bartol dan David C. Martin yang dikutip oleh A.M. Kadarman SJ dan Jusuf Udaya (1995) “Manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan dari empat fungsi utama yaitu merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling). Dengan demikian, manajemen adalah sebuah kegiatan yang berkesinambungan”.
4.      Menurut Stoner sebagaimana dikutip oleh T. Hani Handoko (1995) “Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan”.
5.      Djam’an Satori (1980) memberikan pengertian manajemen pendidikan dengan menggunakan istilah administrasi pendidikan yang diartikan sebagai “keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien”.
6.      Menurut Hasibuan, manajemen sebagai ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
7.      Stoner, seperti yang dikutip Fachruddin mendefinisikan manajemen sebagai suatu proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan mengawasi pekerjaan organisasi dan untuk menggunakan semua sumber daya organisasi yang tersedia untuk mencapai tujuan organisasi yang dinyatakan dengan jelas.
8.      Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efisien.
9.      Harold Koontz & O’Donnel dalam bukunya yang berjudul “Principles of Management” mengemukakan, manajemen adalah berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain.
10.  Ensiclopedia of The Social Sciences, manajemen diartikan sebagai proses pelaksanaan suatu tujuan tertentu yang diselenggarakan dan diarvasi. [6]
Dari beberapa pengertian di atas dapat di ambil garis besarnya, manajemen adalah proses dimana adanya suatu kegiatan untuk mencapai atau mewujudkan tujuan tertentu yang telah ditetapkan secara bersama didalam organisasi. Jadi, Pengertian manajemen pengajaran,yaitu: (1) manajemen pengajaran merupakan suatu kegiatan; (2) manajemen pengajaran memanfaatkan berbagai sumber daya; dan (3) manajemen pengajaran berupaya untuk mencapai tujuan tertentu.

C.    Pengertian Sistem Evaluasi
Dalam kamus besar bahasa Indonesia dinyatakan bahwa system berarti perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas, susunan yang teratur dari pandangan, teori, asas, dan sebagainya. System diartikan juga dengan metode.[7] Jika dikaitkan dengan pengertian evaluasi, maka dapat dipahami bahwa system evaluasi adalah seperangkat unsur atau metode untuk mendapatkan informasi yang diperlukan.
Dari rumusan-rumusan tersebut di atas sedikitnya ada tiga aspek yang perlu diperhatikan untuk Iebih memahami apa yang dimaksud dengan evaluasi, khusunya evaluasi pengajaran, yaitu:
1.      Kegiatan evaluasi merupakan proses yang sistematis. ini berarti bahwa evaluasi (dalam pengajaran) merupakan kegiatan yang terencana dan dilakukan seara berkesinambungan. Evaluasi bukan hanya merupakan kegiatn akhir atau penutup dan suatu program tertentu, melainkan merupakan kegiatan yang dilakukan pada permulaan, selama program berlangsung, dan pada akhir program setelah program itu dianggap selesai. Yang dimaksud dengna program disini adalah program smester, dan juga program pendidikan yang dirancang untuk satu tahun ajaran (seperti D1), Empat tahun ajaran (seperti S1), atau Enam tahun ajaran (seperti SD) , dan sebagainya.
2.      Didalam kegiatan evaluasi diperlukan berbagai informasi data yang menyangkut objek yang sedang di evaluasi. Dalam kegiatan pengajaran, data yang dimaksud mungkin berupa prilaku dan penampilan siswa selama mengkuti pelajaran, hasil ulangan atau tugas pekerjaan rumah, nilai akhir semester, nilai ujian semeseter, dan sebagainya. Berdasarkan data itulah selanjutnya diambil sutatu keputusan sesuai denga tujuan maksud dari evaluasi yang sedang dilaksanakan. Perlu dikemukakan bahwa ketepatan keputusan evaluasi sangat tergantung pada kesahihan objetivitas data yang digunakan dalam pengambilan keputusan
3.      Setiap kegiatan evaluasi - khususnya evaluasi pengajara - tidak dapat dilepaskan dari tujuan-tujuan pengajaran yang hendak dicapai. Tampa menentukan atau merumuskan tujuan-tujuan terlebih dahulum tidak mungkin menilai sejauh mana pencapaian hasil belajar siswa. Hal ini adalah karena setiap kegiatan penilaian memerlukan suatu criteria tertentu sebagai acuan dalam menentukan batas ketercapaian yang dinilai. Adapun tujuan pengajaran merupakan criteria pokok dalam penilaian.
Dalam hubungannya dengan keseluruhan proses belajar mengajar, tujuan pengajaran dalam proses belajar mengajar serta prosedur evaluasi saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu dari yang lain. Secara bagan dapat digambarkan sebagai berikut:

                                                   Tujuan pembelajaran



Proses belajajar mengajar                                Prosedur evaluasi

Bahan atau materi pengajaran apa yang akan diajarkan dan metode apa yang akan digunakan sangat bergantung pada tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. Demikian pula bagaimana prosedur evaluasi harus dilakukan serta bentuk-bentuk tes atau alat evaluasi8 mana yang akan dipakai untuk menilai hasil pengajaran tersebut harus dikaitkan dan mengacu kepada bahan atau metode mengajar yang digunakan dan tujuan pengajaran yang dirumuskan. Dalam penyusunan program satuan pengajaran, program caturwulan, dan program semester, ketiga komponen tersebut tidak dapat diabaikan, bahkan harus selalu digunakan sebagai acuan.[8]






BAB III
KESIMPULAN

Evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa.
Manajemen adalah proses dimana adanya suatu kegiatan untuk mencapai atau mewujudkan tujuan tertentu yang telah ditetapkan secara bersama didalam organisasi. Jadi, Pengertian manajemen pengajaran,yaitu: (1) manajemen pengajaran merupakan suatu kegiatan; (2) manajemen pengajaran memanfaatkan berbagai sumber daya; dan (3) manajemen pengajaran berupaya untuk mencapai tujuan tertentu.
system evaluasi adalah seperangkat unsur atau metode untuk mendapatkan informasi yang diperlukan.




DAFTAR PUSTAKA

Arikiunto, Suharsimi. 2011. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Bafadal, Ibrahim. 2004. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Eliadian. 2012. Dalam web site http://eliadian.blogspot.com/2012/09/pengertian-manajemen-kurikulum.html. Di unduh pada tanggal 25 Februari 2014, pukul 09.00
Purwanto, Ngalim. 2009. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Rosdakarya.
Rohiat. 2010. Manajemen Sekolah Teori Dasar dan Praktik. Bandung : Refika Aditama.


[1] Ngalim Purwanto, 2009, Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, Bandung: Rosdakarya, Hal. 3
[2] Suharsimi Arikiunto, 2011, Dsar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara,  Hal. 3
[3] Rohiat, 2010, Manajemen Sekolah, Teori Dasar dan Praktik, Bandung : Refika Aditama
[4] Ibrahim Bafadal, 2004, Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar, Jakarta: Bumi Aksara, Hlm: 39
[5] Ibid., Hlm: 39
[6] http://eliadian.blogspot.com/2012/09/pengertian-manajemen-kurikulum.html. Di unduh pada tanggal 25 Februari 2014, pukul 09.00
[7] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan., 1995, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, Hal.950.
[8] Op.Cit., Ngalim Purwanto, Hal. 3-5.

Tidak ada komentar:

RESEP OSENG KANGKUNG

Bahan-bahan: * Seikat Kangkung  * 3 cabe merah besar * Cabe rawit sesuai selera. * 1 Lengkung  * 3 Siung Bawang Merah.  * 1 Siung Bawang Put...